Home / Berita / Cari Rahasia Umur Panjang, Ilmuwan Pelajari Cacing

Cari Rahasia Umur Panjang, Ilmuwan Pelajari Cacing

Dengan semakin bertambahnya usia, fungsi motorik juga ikut menurun. Penelitian di Amerika Serikat menemukan molekul yang bertanggung jawab atas melemahnya fungsi motorik ini. Peneliti bahkan menemukan cara untuk memperlambat menurunnya fungsi motorik dalam tubuh cacing nematoda atau cacing gelang Caenorhabditis elegans. Cacing ini dapat hidup lebih lama.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI (DIA)–Yuli Triaswati (48), warga RT 1 RW 4 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang, Jawa Timur menunjukkan cacing Lumbricus rubellus miliknya, Selasa (25/3/2014). Jenis cacing gelang lainnya, Caenorhabditis elegans, telah diteliti ilmuwan AS karena kemampuan umur panjangnya.

Penelitian berjudul “Intervensi Genetik dan Farmakologis dalam Sistem Saraf Motorik yang Menua Memperlambat Penuaan Motorik dan Memperpanjang Masa Hidup pada Caenorhabditis elegans” itu dimuat dalam jurnal Science Advances edisi 2 Januari 2019 yang juga dipublikasikan sciencedaily.com.

Penelitian oleh ilmuwan dari Institut Ilmu Kehidupan Universitas Michigan, AS, itu telah mengungkap penyebab menurunnya fungsi motorik dan meningkatnya kelemahan pada cacing C elegans yang menua dan cara untuk memperlambatnya. Temuan ini mengidentifikasi molekul yang dapat ditargetkan untuk meningkatkan fungsi motorik dan menunjukkan bahwa jalur yang sama juga berperan dalam penuaan mamalia.

Cacing gelang sepanjang beberapa milimeter itu menunjukkan pola penuaan yang sangat mirip dengan hewan lain. Cacing C elegans ini hanya hidup sekitar tiga minggu, sehingga efisian dijadikan model yang ideal untuk mempelajari penuaan. Penelitian penuaaan menggunakan mamalia tidak efisien karena butuh waktu bertahun-tahun.

“Kami sebelumnya mengamati bahwa seiring bertambahnya usia cacing, mereka secara bertahap kehilangan fungsi fisiologis. Suatu saat sekitar pertengahan masa dewasa mereka, fungsi motorik mereka mulai menurun. Tapi apa yang menyebabkan penurunan itu?” ujar Shawn Xu, peneliti Universitas Michigan.

Untuk lebih memahami bagaimana interaksi antar sel berubah ketika cacing menua, Xu dan rekan-rekannya menyelidiki persimpangan di mana neuron atau sel saraf motorik berkomunikasi dengan jaringan otot. Mereka mengidentifikasi molekul yang disebut slowpoke potassium channel family member 1 (SLO-1) yang bertindak sebagai regulator untuk komunikasi ini. Molekul ini mengurangi aktivitas neuron, memperlambat sinyal dari neuron ke jaringan otot dan mengurangi fungsi motorik.

Para peneliti memanipulasi SLO-1 dengan dua cara. Pertama, menggunakan alat genetik dan kemudian menggunakan obat yang disebut paxilline. Dalam kedua kasus, mereka mengamati dua efek utama pada cacing gelang. Hasilnya, tidak hanya mempertahankan fungsi motorik yang lebih baik di kemudian hari, cacing C elegans juga hidup lebih lama dari cacing gelang normal.

“Kami menemukan bahwa intervensi membuat cacing ini lebih sehat dan mereka hidup lebih lama,” kata Xu.

Yang lebih mengejutkan, waktu intervensi secara drastis mengubah efek pada fungsi motorik dan umur. Ketika SLO-1 dimanipulasi pada awal kehidupan cacing, hal itu tidak berpengaruh pada umur dan bahkan memiliki efek yang merugikan pada fungsi motorik pada cacing muda. Tetapi ketika aktivitas SLO-1 diblokir pada pertengahan masa dewasa, fungsi motorik dan umur meningkat.

Karena saluran SLO-1 ada di banyak spesies, Xu berharap temuan ini akan mendorong orang lain untuk memeriksa perannya dalam penuaan pada organisme model lain. Para peneliti selanjutnya berharap untuk menentukan pentingnya saluran SLO-1 dalam pengembangan awal dalam cacing dan juga untuk lebih memahami mekanisme yang mempengaruhi masa hidup.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI (DIA)–Abdul Aziz Adam Maulida, peternak cacing di Malang, Jawa Timur, menunjukkan cacingnya, pada 25 Maret 2014. Cacing Caenorhabditis elegans saat ini menjadi model penelitian untuk umur panjang di AS.

Penelitian terhadap kemampuan umur panjang cacing C elegans ini sebelumnya juga dilakukan ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Case Western Reserve, AS. Para peneliti menunjukkan bahwa cacing dengan kadar protein tertentu yang berlebih hidup lebih lama dan lebih sehat daripada cacing normal.

“Kami menemukan bahwa meningkatkan atau mengurangi tingkat keluarga protein yang disebut KLF (Kruppel-like transcription factors) , kami benar-benar bisa membuat cacing Caenorhabditis elegans hidup lebih lama atau lebih singkat,” kata Nelson Hsieh, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Case Western Reserve.

“Karena keluarga protein yang sama ini juga ada pada mamalia, yang benar-benar menarik adalah bahwa data kami menunjukkan KLF juga memiliki efek yang sama pada penuaan pada mamalia juga,” tambah Hsieh, seperti dikutip sciencedaily.com, 13 Oktober 2017.–SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 3 Januari 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: