biomassa; Tungku Sehat dan Hemat dari 15 Industri Diuji

- Editor

Kamis, 14 Agustus 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Dunia bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia menguji inisiatif tungku sehat hemat energi dari lima belas industri. Industri dengan model yang lolos uji dan berhasil memasarkan produk tungku akan diberi insentif.

Pemimpin Satuan Tugas (Task Team Leader) Clean Stove Initiative (CSI) dari Bank Dunia Yabei Zhang mengatakan, kegiatan itu untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan biomassa tradisional, terutama kayu bakar, untuk memasak. Selain tak efisien, biomassa tradisional menimbulkan polusi udara.

”Dari 60 juta rumah tangga di Indonesia, 40 persennya sangat bergantung pada biomassa tradisional untuk memasak,” kata Zhang dalam diskusi tentang tungku sehat hemat energi (TSHE), di Jakarta, Rabu (13/8). Terkait aktivitas itu, setiap tahun terdapat 165.000 kematian dini di Indonesia (data the Global Burden of Disease Study 2010).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penyakit sistem pernapasan, aktivitas itu memicu masalah jantung dan katarak.

Untuk menyiapkan dan mengimplementasikan program tungku sehat, Bank Dunia mengucurkan hibah 300.000 dollar AS (sekitar Rp 3 miliar dengan kurs Rp 10.000) kepada pemerintah. Dari jumlah itu, 190.000 dollar AS di antaranya diberikan kepada Bank BRI sebagai bank penyalur insentif industri.

Zhang mengatakan, Februari lalu, satuan tugas CSI menerima proposal dari industri yang berminat mengembangkan dan memasarkan produk TSHE. Bulan September, industri yang lolos akan diumumkan. Nantinya, bahan bakar TSHE adalah biomassa ramah lingkungan, seperti briket atau pellet dari limbah kayu. Model tungku dari ke-15 industri diuji di laboratorium untuk mengukur kesesuaian tungku dengan standar TSHE. Standar itu, antara lain, adalah efisiensi panas untuk memasak minimal 25 persen, minim karbon dioksida, dan tahan setidaknya satu tahun.

Karena baru sebatas percobaan, target produk TSHE yang akan dipasarkan hanya 5.000 unit-7.000 unit. Konsultan Senior Akses Energi Bank Dunia Voravate Tuntivate mengatakan, area pemasaran produk difokuskan di Pulau Jawa.

Iwan Baskoro, Lead Technical Advisor StovePlus, mengatakan, industri yang berminat ikut bervariasi, mulai dari skala kecil, menengah, hingga besar, serta dari dalam dan luar negeri. ”Jangan membayangkan desain tungku akan aneh. Desainnya mirip dengan tungku biasa, bahkan bisa dipakai dengan bahan bakar kayu bakar biasa,” ujar Iwan.

Namun, efisiensi tungku didesain lebih optimal jika menggunakan briket atau pellet kayu. ”Itu yang sedang diuji sekarang,” kata dia. (A03)

Sumber: Kompas, 14 Agustus 2014

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB