Efisiensi Energi; Perubahan Gaya Hidup Tekan Konsumsi

- Editor

Rabu, 8 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumsi energi secara efisien bisa memperpanjang usia pemanfaatan sumber energi yang ada saat ini sehingga manusia tetap menikmati energi pada masa depan. Dengan berperilaku hemat energi, setiap rumah tangga bisa turut menekan konsumsi energi hingga 35 persen.

Koordinator Komponen Pendukung Kebijakan Regional SWITCH-Asia sekaligus perwakilan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa Sabin Basnyat menyampaikan hal itu menjelang konferensi “Advancing Energy Efficiency in Asia through SCP and Green Finance”, Selasa (7/7), di Jakarta. “Anda bisa mulai dengan mematikan lampu setiap meninggalkan ruangan,” ucapnya.

Publik juga bisa berperan dengan selalu membeli produk hemat energi, apalagi produk itu makin murah. Contohnya, lampu LED yang amat hemat energi saat ini seharga sekitar 2 dollar AS, padahal lima tahun lalu bisa mencapai 60 dollar AS. Contoh lain, memastikan suhu pada pengondisi udara (AC) tidak mencapai level terdingin, tetapi cukup pada tingkat moderat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Basnyat menambahkan, kegiatan-kegiatan itu amat murah, tetapi efektif menurunkan penggunaan energi di rumah tangga hingga 35 persen. Kuncinya bukan tidak memakai energi, melainkan lebih hemat energi.

Gaya hidup hemat energi yang meluas meningkatkan permintaan produk hemat energi sehingga akan memacu industri untuk memperbanyak produk itu. Dampaknya, bisa ikut meningkatkan efisiensi konsumsi energi nasional.

Menurut Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Farida Zed, pengalaman sejumlah negara menunjukkan, program efisiensi energi menekan konsumsi energi nasional 15-40 persen. “Untuk Indonesia, kami berharap pada 2020 bisa hemat energi 10 persen,” ucapnya. (JOG)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Juli 2015, di halaman 13 dengan judul “Perubahan Gaya Hidup Tekan Konsumsi”.

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB