Belanja Lewat Ponsel Dominan

- Editor

Kamis, 4 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumen Indonesia Mengecek Sebelum Membeli secara Daring
Pertumbuhan jumlah pemakai telepon seluler yang didukung jaringan internet telah mendorong masyarakat berbelanja dalam jaringan (online). Salah satu hal utama yang dikhawatirkan konsumen Indonesia berbelanja adalah keamanan sistem daring.

Hal itu terungkap dalam The Nielsen Global Survey of E-Commerce yang digelar 17 Februari-7 Maret 2014 terhadap 30.000 konsumen di 60 negara secara global. Nielsen menggunakan prasyarat penetrasi internet 60 persen atau 10 juta masyarakat pengguna daring di negara masing-masing. Di Indonesia, survei dilakukan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Hasil survei itu disampaikan kepada pers, Rabu (3/9), di Jakarta, oleh Executive Director Consumer Insights Nielsen Indonesia Anil Antony dan Associate Director Consumer Insights Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anil mengungkapkan, Indonesia berada pada peringkat teratas secara global dalam hal penggunaan ponsel untuk berbelanja dalam jaringan (daring) bersama Filipina, Vietnam, dan Thailand. Sekitar enam dari sepuluh konsumen Indonesia atau sekitar 61 persen menyatakan menggunakan ponsel untuk berbelanja daring. Mereka yang menggunakan komputer desktop untuk berbelanja daring mencapai 58 persen.

Penggunaan komputer tablet untuk mengakses situs-situs ritel daring juga meningkat. Lebih dari sepertiga atau sekitar 38 persen konsumen menyatakan mereka menggunakannya untuk berbelanja daring.

”Penetrasi telepon seluler pada populasi umum di wilayah perkotaan Indonesia telah mencapai 88 persen. Sejauh ini kepemilikan perangkat tersebut merupakan salah satu faktor paling signifikan yang paling berpengaruh pada perilaku belanja konsumen,” kata Anil.

Dalam survei itu juga terungkap bahwa jasa perjalanan adalah yang paling banyak direncanakan konsumen untuk dibeli secara daring. Selain itu, jasa penjualan tiket acara, seperti tiket bioskop, pertunjukan, pameran, dan pertandingan olahraga, juga masuk dalam lima teratas yang dibeli konsumen lewat daring.

cara-beli-belanja-baju-korea-murah-online-4”Kunci untuk tetap menjadi yang terdepan berada pada kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami keinginan konsumen, senantiasa mengikuti perkembangan perubahan perilaku daring, dan menerapkan taktik yang membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen,” kata Anil.

Penguatan keamanan
Rusdy menyatakan, konsumen digital Indonesia mengaku menikmati berbelanja daring. Mereka membaca ulasan dan
mencari informasi mengenai produk dan jasa daring karena memandang internet sebagai sarana untuk mengecek produk dan jasa sekaligus memberikan informasi sebelum melakukan pembelian secara langsung (offline).

Meski demikian, keamanan kartu kredit tetap menjadi kekhawatiran utama. Konsumen sangat berhati-hati jika harus memberikan informasi mengenai kartu kredit mereka secara online. Enam dari sepuluh konsumen menyatakan tidak bersedia memberikan informasi kartu kredit mereka secara daring.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengakui adanya perubahan metode belanja terkait kultur konsumen. Namun, ia menilai hal itu tidak akan menghilangkan metode belanja tradisional. Hal ini terkait keinginan mereka untuk tetap bersosialisasi. Terkait keamanan bertransaksi, Anton mengimbau kepolisian untuk meningkatkan pengamanan. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem daring. (BEN)

Sumber: Kompas, 4 September 2014

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB