Home / Berita / Belanja Lewat Ponsel Dominan

Belanja Lewat Ponsel Dominan

Konsumen Indonesia Mengecek Sebelum Membeli secara Daring
Pertumbuhan jumlah pemakai telepon seluler yang didukung jaringan internet telah mendorong masyarakat berbelanja dalam jaringan (online). Salah satu hal utama yang dikhawatirkan konsumen Indonesia berbelanja adalah keamanan sistem daring.

Hal itu terungkap dalam The Nielsen Global Survey of E-Commerce yang digelar 17 Februari-7 Maret 2014 terhadap 30.000 konsumen di 60 negara secara global. Nielsen menggunakan prasyarat penetrasi internet 60 persen atau 10 juta masyarakat pengguna daring di negara masing-masing. Di Indonesia, survei dilakukan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Hasil survei itu disampaikan kepada pers, Rabu (3/9), di Jakarta, oleh Executive Director Consumer Insights Nielsen Indonesia Anil Antony dan Associate Director Consumer Insights Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri.

Anil mengungkapkan, Indonesia berada pada peringkat teratas secara global dalam hal penggunaan ponsel untuk berbelanja dalam jaringan (daring) bersama Filipina, Vietnam, dan Thailand. Sekitar enam dari sepuluh konsumen Indonesia atau sekitar 61 persen menyatakan menggunakan ponsel untuk berbelanja daring. Mereka yang menggunakan komputer desktop untuk berbelanja daring mencapai 58 persen.

Penggunaan komputer tablet untuk mengakses situs-situs ritel daring juga meningkat. Lebih dari sepertiga atau sekitar 38 persen konsumen menyatakan mereka menggunakannya untuk berbelanja daring.

”Penetrasi telepon seluler pada populasi umum di wilayah perkotaan Indonesia telah mencapai 88 persen. Sejauh ini kepemilikan perangkat tersebut merupakan salah satu faktor paling signifikan yang paling berpengaruh pada perilaku belanja konsumen,” kata Anil.

Dalam survei itu juga terungkap bahwa jasa perjalanan adalah yang paling banyak direncanakan konsumen untuk dibeli secara daring. Selain itu, jasa penjualan tiket acara, seperti tiket bioskop, pertunjukan, pameran, dan pertandingan olahraga, juga masuk dalam lima teratas yang dibeli konsumen lewat daring.

cara-beli-belanja-baju-korea-murah-online-4”Kunci untuk tetap menjadi yang terdepan berada pada kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami keinginan konsumen, senantiasa mengikuti perkembangan perubahan perilaku daring, dan menerapkan taktik yang membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen,” kata Anil.

Penguatan keamanan
Rusdy menyatakan, konsumen digital Indonesia mengaku menikmati berbelanja daring. Mereka membaca ulasan dan
mencari informasi mengenai produk dan jasa daring karena memandang internet sebagai sarana untuk mengecek produk dan jasa sekaligus memberikan informasi sebelum melakukan pembelian secara langsung (offline).

Meski demikian, keamanan kartu kredit tetap menjadi kekhawatiran utama. Konsumen sangat berhati-hati jika harus memberikan informasi mengenai kartu kredit mereka secara online. Enam dari sepuluh konsumen menyatakan tidak bersedia memberikan informasi kartu kredit mereka secara daring.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengakui adanya perubahan metode belanja terkait kultur konsumen. Namun, ia menilai hal itu tidak akan menghilangkan metode belanja tradisional. Hal ini terkait keinginan mereka untuk tetap bersosialisasi. Terkait keamanan bertransaksi, Anton mengimbau kepolisian untuk meningkatkan pengamanan. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem daring. (BEN)

Sumber: Kompas, 4 September 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: