Home / Berita / Kenyamanan Transaksi

Kenyamanan Transaksi

Tahun 2016, Perdagangan Dalam Jaringan Diprediksi Meningkat
Kenyamanan dan kemudahan menjadi faktor penting untuk layanan perdagangan dalam jaringan (daring), selain faktor kepercayaan dan keamanan. Hal itu akan menentukan berkembangnya perdagangan daring di Indonesia pada waktu mendatang.

”Kalau orang sudah menemukan kenyamanan dan kemudahan ketika berbelanja online (daring), biaya lain seperti ongkos kirim relatif tidak terasa,” ujar Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, Selasa (21/10), di Jakarta.

Dua tahun lalu, faktor harga masih menjadi pertimbangan utama bagi seseorang untuk bertransaksi di perdagangan daring. Namun, kini, berdasarkan riset yang dibuat, alasan orang membeli barang melalui daring adalah kenyamanan. Setelah itu disusul faktor kepercayaan dan keamanan dalam pembayaran.

Saat ini, lanjut Daniel, pembayaran, logistik, dan kepercayaan tidak lagi menjadi masalah dalam perdagangan daring. Kini, yang menjadi masalah adalah jumlah pilihan produk, jumlah variasi produk, dan keluar masuknya produk berupa barang ke Indonesia.

”Yang menahan perdagangan daring belum banyak berkembang adalah hal-hal yang berhubungan dengan bea cukai, bea keluar masuk barang, pajak impor, dan izin impor,” katanya.

Hal lain yang masih menjadi hambatan adalah perlindungan konsumen seperti kualitas barang, kebijakan untuk komplain, pengembalian barang, dan kebijakan pengembalian uang jika muncul ketidakpuasan konsumen.

Didominasi jasa perjalanan
Ke depan, Daniel memperkirakan, perdagangan daring masih akan didominasi oleh jasa perjalanan, barang elektronik, dan jasa pemesanan lewat internet. Sebanyak 80 persen perdagangan daring didominasi jasa perjalanan. Meski demikian, tidak setiap barang atau jasa bisa diperdagangkan daring.

Secara terpisah, Marketing Communication Manager Blibli.com Lani Rahayu mengatakan, keamanan menjadi faktor paling utama yang diharapkan konsumen saat berbelanja daring. Hal lain yang dibutuhkan adalah ketersediaan barang dengan pilihan produk yang beragam dan harga yang kompetitif.

Selain ketersediaan barang, hambatan yang dirasakan dalam perdagangan daring adalah akses internet yang dinilai mahal dan lamban. Terakhir, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan jasa pengiriman yang punya jaringan hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Produk elektronik seperti telepon seluler dan sejenisnya, pakaian, serta perlengkapan ibu dan anak banyak diminati konsumen.

Hingga kini, transaksi daring di Indonesia terus meningkat. Menurut penelitian Asosiasi E-Commerce Indonesia, Google Indonesia, dan Taylor Nelson Sofres pada awal 2014, nilai pasar daring di Indonesia mencapai Rp 94,5 triliun pada 2013. Bahkan, pada 2016 nilai pasar daring di Indonesia diprediksi akan meningkat tiga kali lipat atau sekitar Rp 295 triliun.

Berdasarkan laporan perdagangan elektronik (e-commerce) dari Nielsen yang dirilis pada September 2014, konsumen Indonesia mulai menyukai belanja daring untuk membeli barang dan jasa. Konsumen digital di Indonesia menikmati berbelanja dengan daring sejalan dengan pertumbuhan kepemilikan perangkat bergerak terkoneksi jaringan.

Banyak pemain
Menurut pengamat digital Nukman Luthfie, saat ini banyak pemain dalam industri e-commerce di Indonesia yang dapat dikategorikan menurut bisnis mereka. Misalnya forum daring, situs iklan baris (classifieds), dan situs bisnis untuk konsumen.

”Jumlah pengunjung yang mendatangi situs-situs itu sangat banyak dan terus meningkat. Menurut data comScore, analisis media digital yang dirilis pada September 2014, jumlah pengunjung mencapai puluhan juta dalam setiap bulannya,” kata Nukman.

Nukman mengatakan, berdasarkan data comScore selama Juli 2014, terdapat 21.769.000 kunjungan ke situs-situs perdagangan elektronik. ”Dari jumlah itu terdapat 4.469.000 atau 20,5 persen pengunjung unik yang mengunjungi situs Berniaga.com,” katanya.

Situs yang lain seperti olx.co.id menerima kunjungan 4.002.000 atau 18,4 persen pengunjung unik, Lazada.co.id dikunjungi 2.722.000 atau 12,5 persen pengunjung unik, dan Zalora.co.id dikunjungi 1.231.000 atau 5,7 persen pengunjung unik.

Nukman menyatakan, penghitungan data comScore lebih akurat karena menggunakan penghitungan pengunjung unik (unique visitor) yang berpusat pada orang. Cara ini banyak digunakan sebagian besar layanan analisis web.

Perhitungan tersebut memakai perhitungan perambah (browser) unik berbasis cookie. Dengan cara ini, comScore hanya menghitung jumlah individu yang berbeda yang mengunjungi isi dari sebuah situs web selama periode pelaporan yang dipilih. Pengunjung unik dihitung hanya sekali walaupun mereka mengunjungi situs tersebut berkali-kali. (A12/ARN)

Sumber: Kompas, 22 oktober 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Belajar dari Sejarah Indonesia

Pelajaran sejarah Indonesia memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari sejarah Indonesia, siswa ...

%d blogger menyukai ini: