Beban Puncak Listrik Tertinggi

- Editor

Senin, 16 Juni 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT PLN Harus Mengantisipasi
Beban puncak listrik tertinggi untuk sistem Jawa-Bali sebesar 23.420 megawatt pada pekan lalu menjadi peringatan bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kemampuan kapasitas listrik sistem Jawa-Bali sekitar 28.000 megawatt.

Kendati beban puncak tertinggi tersebut masih di bawah kemampuan kapasitas, PLN diminta menambah kapasitas listrik.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan, beban puncak listrik tertinggi di Jawa-Bali pada pekan lalu menunjukkan gejala permintaan listrik akan terus naik dari waktu ke waktu. Tingginya permintaan listrik sejalan dengan tumbuhnya perekonomian. PLN dituntut mengantisipasi dan mencegah terjadinya gangguan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Kondisi ini menjadi semacam peringatan bagi PLN untuk terus menambah kapasitas listriknya. Jika tidak, kondisi kelistrikan nasional akan berada dalam situasi yang tidak aman, yaitu ancaman pemadaman,” kata Tumiran di Jakarta, Minggu (15/6).

listrik-jawa-bali-april-2010-rs1Menurut Tumiran, selain menambah kapasitas listrik, manajemen kelistrikan PLN harus terintegrasi dengan baik.

Pada pertengahan bulan Mei lalu, DKI Jakarta dan Tangerang mengalami defisit listrik akibat gangguan pada salah satu pembangkit.

Sejak April hingga Juni 2014, tercatat tiga kali rekor beban puncak pada sistem jaringan Jawa-Bali. Rekor beban puncak bulan April 2014 sebesar 22.974 megawatt, pada Mei 2014 mencapai 23.208 megawatt, sedangkan pada pekan lalu sebesar 23.420 megawatt.

Menurut Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, beban puncak itu diduga akibat industri yang menaikkan produksi menyambut Ramadhan dan Lebaran.

”Rekor terbaru pada Juni 2014 ini naik 853 megawatt dibandingkan rekor tertinggi beban puncak sepanjang tahun 2013 yang sebesar 22.567 megawatt,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, cuaca yang panas turut menyumbang lonjakan pemakaian listrik. Pasalnya, masyarakat banyak yang menyalakan mesin pendingan udara. (APO)

Sumber: Kompas, 16 Juni 2014

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 115 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB