Home / Berita / Pembangkit Mikrohidro Dibangun di Papua

Pembangkit Mikrohidro Dibangun di Papua

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus mengembangkan energi baru terbarukan. Salah satunya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.


Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Ilaga, Sabtu (14/2).

PLTMH yang memanfaatkan aliran Sungai Jila itu memiliki dua turbin dengan kapasitas pembangkit masing-masing 350 kilowatt jam (kWh). Dengan total kapasitas yang dihasilkan 700 kWh, PLTMH akan mencukupi kebutuhan masyarakat di Distrik Ilaga dan Distrik Gome saat ini, yakni 600 kWh.

”Namun, 600 kWh ini masih mencakup sekitar 20 persen dari rumah tangga di Ilaga dan Gome yang terjangkau listrik. Rumah tangga lain masih sulit dijangkau aliran listrik,” kata Sekretaris Dinas Pertambangan Kabupaten Puncak Arisan.

Kebutuhan dana untuk membangun bendung, turbin, berikut jaringan listrik PLTMH diperkirakan Rp 108 miliar. Menurut Arisan, seluruh kebutuhan dana itu dialokasikan dalam APBN.

DIGITAL CAMERASelama ini, listrik untuk Distrik Ilaga hanya menyala pukul 18.00-06.00. Sumbernya dari generator berbahan bakar solar, kemudian dialirkan melalui jaringan listrik ke rumah-rumah penduduk.

Setidaknya, untuk menyalakan generator pukul 18.00-06.00, diperlukan solar sekitar 400 liter. Dengan harga solar di Ilaga yang mencapai Rp 50.000 per liter, diperlukan Rp 20 juta per hari untuk memenuhi kebutuhan listrik di Ilaga. Ilaga adalah ibu kota Kabupaten Puncak. Penduduk Ilaga berjumlah sekitar 31.000 jiwa.

Basuki dalam sambutannya menyampaikan, dana pembangunan PLTMH menggunakan dana APBN melalui pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pembangunan PLTMH itu diharapkan dapat selesai dalam waktu dua tahun.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, jika selesai dalam dua tahun, Ilaga akan merasakan terangnya listrik dari PLTMH. ”Ilaga ingin keluar dari isolasi dengan ketersediaan infrastruktur jalan dan listrik,” ujarnya.

Tenaga surya
Di beberapa lokasi di Distrik Ilaga sudah ada panel surya yang menghasilkan daya sekitar 5 kWh. Pada 2014, ada enam panel surya yang dibangun di Ilaga. ”Tahun ini menurut rencana akan dibangun 10 titik dengan kapasitas 5 kWh,” ucap Arisan. Dana pembangunan setiap panel surya sekitar Rp 900 juta. Dana itu dialokasikan dalam APBD Kabupaten Puncak. (IDR)

Sumber: Kompas, 16 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: