Home / Berita / Badak Sumatera Tinggal 100 Ekor

Badak Sumatera Tinggal 100 Ekor

Badak sumatera yang ada di Indonesia tinggal sekitar 100 ekor. Perkembangbiakan badak sumatera tidak mudah, selain tidak mudah mengawinkan badak jantan dan betina, satu ekor badak sumatera juga dilahirkan dalam siklus 3-5 tahun. Karena itu, badak sumatera menjadi prioritas dalam pengembangbiakan hewan ikonik Indonesia, dengan target pertumbuhan 10 persen.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan sejumlah pihak swasta dan organisasi pemerhati badak sumatera. “Salah satu wujudnya adalah Suaka Rhino Sumatra,” kata Kepala Subdirektorat Jenderal Pemanfaatan Jenis Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Nunu Anugrah pada acara bincang-bincang dalam rangka memperingati Hari Badak Sedunia, Jumat (22/9), di Jakarta.

Suaka Rhino Sumatera (SRS) merupakan tempat pengembangbiakkan badak sumatra secara semialami di Taman Nasional Way Kambas. Ni Made Ferawati, dokter hewan di SRS, mengatakan, ada tujuh badak sumatera yang dikembangbiakkan di SRS yang luasnya 100 hektar ini. Sejak 2011, tim dokter hewan di SRS meneliti inseminasi buatan pada badak sumatera. “Terakhir kami mencobanya pada Mei lalu, tetapi gagal,” katanya.

Sepasang panda
Indonesia mendapat kepercayaan merawat sepasang panda asal China. Panda jantan bernama Cai Tao yang berusia 7 tahun dan panda betina bernama Hu Chun yang berusia 7 tahun itu dijadwalkan tiba dari Chengdu, Provinsi Sichuan, ke Indonesia pada 28 September. Panda itu akan dirawat di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Jawa Barat.

Direktur Utama TSI Cisarua Jansen Manangsang di Jakarta, mengatakan, China memberikan kepercayaan kepada Indonesia merawat sepasang panda itu selama 10 tahun. Namun, peminjaman dua satwa berstatus Appendix I CITES atau rawan punah bisa itu diperpanjang jika Indonesia sukses merawat dan membiakan satwa pemakan bambu tersebut.

Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam KLHK Listya Kusumawardhani mengatakan, kerja sama konservasi itu untuk mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. Kerja sama konservasi panda itu diinisiasi sejak 2010 pada peringatan ke-60 hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. (DD09/DD03/DRI)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 September 2017, di halaman 14 dengan judul “Badak Sumatera Tinggal 100 Ekor”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Asal-Usul dan Evolusi Padi hingga ke Nusantara

Beras berevolusi bersama manusia sejak pertama kali didomestifikasi di China sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan ...

%d blogger menyukai ini: