Konservasi Badak; Andatu, Setelah 124 Tahun…

- Editor

Selasa, 26 Juni 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratu (12), induk betina badak sumatera, tiduran di bawah pepohonan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Senin (25/6). Andatu, bayinya yang baru berumur tiga hari, tenang menyusu.

Pemandangan itu tak biasa. Bahkan, sangat istimewa. Andatu merupakan bayi badak sumatera pertama di Asia yang lahir dari perkawinan induk di penangkaran. Ayahnya, Andalas (11), pejantan yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, yang tahun 2007 didatangkan di Suaka Rhino Sumatera (SRS).

Kelahiran Andatu sangat dinanti banyak pihak. Bayangkan, sejak penangkaran badak pertama kali, 124 tahun silam di India. Tak heran, begitu Ratu hamil lagi (dua kehamilan sebelumnya keguguran), tim dokter dari Indonesia, Australia, AS, dan Badan Konservasi Dunia (IUCN) mencurahkan perhatian khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses Ratu melahirkan di salah satu kandang SRS dipantau ketat lewat kamera khusus, hingga kelahiran Sabtu pekan lalu, pukul 00.45. ”Begitu lahir, kami bersorak melebihi merayakan gol,” kata Widodo Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (Yabi) di Kementerian Kehutanan, kemarin.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang baru tiba dari Brasil kemarin, langsung memilih nama Andatu. ”Kependekan dari anugerah datang dari Tuhan. Bisa juga singkatan Andalas dan Ratu,” kata dia. Pilihan nama lain, Abadi dan Arjuna.

Menginspirasi

Kelahiran hidup Andatu, setelah dua kali Ratu keguguran, diklaim keberhasilan penangkaran badak sumatera di Indonesia. Untuk itu, Zulkifli menegaskan, pemerintah akan melanjutkan proyek serupa di TN Ujung Kulon, guna menambah populasi badak jawa yang jumlahnya tak beranjak dari 50 ekor.

Tahun 1998, penyelamatan badak sumatera yang berjumlah 200 ekor di belantara Sumatera, dimulai dengan pembangunan Suaka Rhino Sumatera. Penghuni awalnya badak betina Ratu, Rosa, dan Bina, serta badak jantan Torgamba (mati tahun lalu).

Tahun 2007, pejantan Andalas didatangkan dari AS. Andalas juga salah satu bukti kesuksesan kelahiran badak sumatera di kebun binatang, 13 September 2001. Induknya dari Sumatera.

SRS yang berukuran 100 hektar dibagi empat, sesuai jumlah penghuninya. Tiap hari, mereka diamati dan dipelajari. Khusus Ratu, yang mau kawin dengan Andalas, petugas memberi vitamin dan gizi agar rahimnya kuat dan embrionya sehat.

Konservasi badak sulit karena sifat penyendiri. Kalau sedang tidak mood, badak jantan dan betina bertengkar. Si betina hanya punya masa subur 24 hari. Masa paling memungkinkan pembuahan hanya empat hari.

Di tengah sukacita menyambut Andatu, pemerhati badak sumatera kembali berharap: Andalas dan Rosa mulai berdekat- an. (ICHWAN SUSANTO/GSA)

Sumber: Kompas, 26 Juni 2012

Induk betina badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Ratu, Senin (25/6), menikmati ciuman bayinya, Andatu, yang dilahirkan pada Sabtu, 23 Juni 2012, pukul 00.45. Kelahiran mamalia bercula dua ini di penangkaran semialami di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung, membuka peluang untuk memperbanyak populasi habitat yang dilindungi itu.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 31 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB