Home / Berita / Asisten Pribadi di Mesin Pencari

Asisten Pribadi di Mesin Pencari

Di tengah kesibukan, orang kini tak hanya mencari informasi yang cepat dan mudah didapat. Melalui layar kecil gawai, sering kali pencarian informasi menjadi tidak nyaman karena harus berkali-kali menggulirkan layar. Kenyamanan juga kadang terganggu dengan kesalahan ketik karena jemari tangan yang belum terbiasa dengan layar sentuh.

OK Google”. Coba ucapkan kata itu ke gawai. Layar putih dengan empat ikon warna Google berkelip. Lanjutkan dengan mengatakan informasi yang ingin dicari. Misalnya, ramalan cuaca hari ini. Segera saja muncul suara yang menjawabnya.

“Cuaca di Gelora diramalkan hujan deras disertai petir dengan suhu 31 derajat celsius,” demikian jawab si mesin pencari. Jika dilihat di layar, muncul berderet informasi yang terkait dengan pertanyaan pengguna.

Mesin pencari dengan perintah suara yang bisa balik bicara (talk back) ini merupakan bagian dari pengembangan aplikasi Google App. Google Indonesia gencar memperkenalkan aplikasi yang semakin sempurna ini ke lima kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Medan.

Head of Product Communication Google Indonesia Putri Silalahi, saat acara #SelaluTauJOG dengan Google App, awal pekan ini, di Yogyakarta, mengatakan, aplikasi ini dikembangkan berdasarkan perilaku orang saat menggunakan gawai. “Orang ingin mencari informasi dengan cepat, mudah, dan nyaman, kapan saja dan di mana saja karena orang Indonesia telah mengubah Google dari mesin pencari menjadi semacam asisten pribadi. Sebelum melakukan sesuatu, mereka sering mencari informasi lewat Google,” katanya.

Dengan mengucapkan “OK Google”, orang tak lagi perlu menyentuh layar saat mencari informasi. Ini, lanjut Putri, sangat bermanfaat bagi orang yang multitasking. Saat kedua tangan sibuk menyetir atau berlepotan saat memasak, mereka tinggal bicara kepada Google dan informasi langsung tersedia.

Dengan pengaturan bahasa Indonesia yang lebih luwes, cara mencari informasi menjadi lebih mudah. Putri memaparkan, Google App bisa membantu seseorang menjalani hari lebih lancar, misalnya dengan informasi cuaca atau lalu lintas; menjawab pertanyaan keseharian; serta menemukan tempat-tempat baru yang ingin dituju berikut rute dan perkiraan waktu sampainya.

“Dulu, saat mengetikkan pencarian, akan muncul tautan biru yang bisa diklik satu per satu. Kini, kami menyatukan sejumlah informasi dengan lengkap dalam satu guliran,” ujar Putri.

e558d2859f064d8bac99609aeb50221fKOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Pembawa acara Imam Darto dan Dimas Danang menunjukkan penggunaan aplikasi Google App dalam acara #SelaluTauJOG di Jogja Gallery, Yogyakarta, Senin (14/11).”

Dengan mengaktifkan fitur lokasi pada gawai, pengguna Google App juga bisa mencari informasi dengan kata-kata “dekat sini”. Kita tidak perlu susah-susah mengetikkan alamat pada layar gawai.

Eksplorasi kota
Mira Sumanti, Consumer Marketing Manager Google Indonesia, mengatakan, pengenalan fitur Google App ini sekaligus mengajak para pemilik gawai mengeksplorasi kotanya lewat acara #SelaluTauYangSeru. Google App bisa membantu menemukan informasi tentang hal-hal unik di kota yang dikunjungi.

“Selama sepekan, kami menyembunyikan tempat-tempat unik yang bisa dicari lewat aplikasi Google App. Jika telah berhasil menemukannya, mereka bisa mendapatkan kopi gratis, atau suvenir, makanan, dan pengalaman menarik lainnya,” tuturnya.

Di Yogyakarta, kami mengunjungi beberapa tempat dengan berbekal query atau kalimat yang diucapkan saat berbicara menggunakan OK Google. “OK Google. Galeri seni warisan di Yogyakarta”. Muncul informasi tentang Jogja Gallery. Hal yang sama dilakukan untuk menemukan Stadion Kridosono, De Kendhil Resto dan Angkringan, juga Lokal Hotel and Restaurant.

Di tempat itu, disediakan aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Misalnya di Stadion Kridosono, peserta berkesempatan ikut menggambar mural di dinding bersama komunitas 69Cartel. Di De Kendhil, kami melukis di atas keramik dan menikmati penampilan Jogja Hip-Hop Foundation.

Sebelumnya, di Surabaya, peserta mengunjungi tempat-tempat menarik dan bersejarah, seperti Hotel Majapahit, Museum 10 November, dan Zangrandi Ice Cream.

Aplikasi ini, lanjut Mira, juga sangat membantu saat kita mengunjungi suatu tempat baru dan ingin mendapatkan pengalaman wisata yang menarik. Google App telah terintegrasi dengan Google Map untuk memudahkan perencanaan perjalanan tanpa harus membuka beberapa aplikasi.

Dicontohkan, dalam bulan ini yang paling banyak dicari orang di Yogyakarta adalah informasi tentang nongkrong, Kedung Pedut, hutan pinus Jogja, Puncak Becici, resep dorayaki, dan hip hop Jawa. Dari informasi yang muncul, akhirnya orang memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Menelepon
Dengan berbagai fitur di dalamnya, Google App bisa menjadi asisten yang semakin canggih. Tidak hanya menjadi mesin pencari informasi, kita juga bisa memerintah Google App untuk menyetel timer atau alarm, mengirim pesan singkat, menelepon orang di daftar kontak, membuka aplikasi lain, bahkan memutar lagu.

Misalnya ucapkan “OK Google. Telepon ibu kos (nama orang di kontak)”. Layar akan segera mengakses kontak dan menelepon nomor ibu kos.

Jika kita ingin benar-benar mengubah gawai menjadi asisten pribadi, bisa pula mengaktifkan fitur Now Cards atau Kartu Now. Google App akan memberikan notifikasi berbentuk kartu yang akan muncul dalam aplikasi sesuai preferensi, misalnya jadwal rapat, jam boarding pesawat, atau tempat atraksi populer saat bepergian.

Beberapa pengguna mengatakan, aplikasi ini sangat membantu mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari atau saat bepergian. Darto, pembaca acara populer, mengatakan telah lama menggunakan Google App dan sangat terbantu, terutama saat bepergian. “Saya bisa mencari hal-hal unik, seperti saat di Yogyakarta ini, dengan mudah,” ujarnya.

Tinggal ucapkan perintah, asisten pribadi siap melayani.

FRANSISCA ROMANA NINIK
———-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 November 2016, di halaman 20 dengan judul “Asisten Pribadidi Mesin Pencari”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: