Home / Berita / Pesona Ponsel Dua Layar Yotaphone 2

Pesona Ponsel Dua Layar Yotaphone 2

Yotaphone 2 adalah ponsel pintar yang memiliki dua layar yang letaknya saling membelakangi. Pengguna bisa memanfaatkan layar tambahan untuk melihat pemberitahuan, membaca buku elektronik, atau melihat pesan penting meski ponsel kehabisan baterai. Inilah pesona produk yang lahir dari Rusia dan akan diluncurkan untuk pasar Indonesia pada pertengahan Februari ini.

Layar ganda adalah faktor pembeda yang membuat Yotaphone 2 mampu tampil menonjol ketimbang tipe ponsel lain di pasar. Tentu saja akan muncul kekhawatiran bahwa dua layar akan membuatnya kian rakus menghabiskan baterai. Hal itu secara efektif dijawab dengan demonstrasi teknologi yang mereka pakai, yakni electronic paper display (EPD).

EPD adalah layar sentuh di punggung ponsel yang memanfaatkan tinta elektronik yang kerap digunakan pada produk pembaca buku elektronik semisal Kindle. Keunggulan dari teknologi ini adalah konsumsi daya yang jauh lebih minim ketimbang layar AMOLED di bagian muka meski konsekuensi yang harus dilakoni adalah tidak memiliki resolusi yang tajam atau 960 x 540 piksel dan menampilkan dua warna saja. Dua layar yang dimiliki Yotaphone 2 hanya bisa menyala bergantian.

Dengan kelebihan sekaligus kekurangannya, EPD menyisakan fungsi yang bisa dimanfaatkan pengguna, seperti membaca buku elektronik yang terasa lebih nyaman untuk mata serta lebih hemat konsumsi baterai dari pada memakai layar utama meski memiliki resolusi 1920 x 1080 piksel. EPD yang selalu menyala juga bisa dipergunakan untuk menghias ponsel dengan gambar atau informasi yang bisa diatur sebelumnya.

Fitur yang memungkinkan isi layar untuk tetap ada meski baterai habis membuatnya efektif untuk menyimpan informasi penting seperti mencari alamat. Harian Kompas berkesempatan untuk menggunakan Yotaphone 2 selama beberapa hari. Tentu saja layar kedua menjadi pusat perhatian dalam mencoba fitur maupun peluang untuk memanfaatkannya.

995da03c4ccf42c180e4b817084c8381DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Yotaphone 2 merupakan ponsel pintar dengan dua layar yang saling membelakangi dengan fungsi yang saling melengkapi. Produk yang muncul dari Rusia ini akan diluncurkan untuk pasar Indonesia pada pertengahan Februari ini.

Pengguna bisa mengatur apa saja yang bisa ditampilkan di layar kedua, mulai notifikasi pesan, jam, cuaca, gambar, hingga buku elektronik. Penggunaan EPD bisa dilakukan tanpa melakukan apa pun pada layar utama, tinggal mengetukkan jari dua kali. Salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Yotaphone 2 adalah memungkinkan layar untuk menerima perintah dari sentuhan jari seperti layar utama. Pada versi pertama Yotaphone, hal itu belum dimungkinkan.

Teknologi ini pun akhirnya menghasilkan fitur YotaMirror yang membuat pengguna bisa memindahkan isi layar utama ke layar kedua. Untuk skenario baterai yang hampir habis sementara pengguna membutuhkan ponsel untuk mencari informasi di internet, fitur ini bisa menjadi penyelamat berkat EPD yang lebih efisien konsumsi daya. Hanya saja, hal tersebut tidak berlaku untuk konten yang bergerak secara dinamis di layar seperti film atau permainan karena malah menghabiskan baterai lebih cepat.

Satu catatan dari EPD adalah fenomena ghosting atau bayangan yang sesekali muncul dari konten yang sebelumnya dilihat sebelum berganti yang baru. Fenomena ini tidak bersifat permanen, tapi memang cukup mengganggu bila terjadi.

Harus diakui bahwa tidak ada yang menonjol dari desain produk Yotaphone. Bentuknya mengingatkan pada desain ponsel Nexus yang tidak memiliki sudut tajam dengan lubang pengeras suara dan micro USB di bagian bawah dan input audio di atas. Tombol fisik pengatur kelantangan suara sekaligus lubang kartu SIM dan tombol daya ada di sebelah kanan.

Dua layar yang dimiliki Yotaphone 2 tentu membuat pengguna harus membolak-balik sisi ponsel untuk berganti layar. Hal tersebut memunculkan kemungkinan ponsel terlepas dari tangan karena bagian punggung yang licin untuk mengakomodasi EPD.

Sulit bersaing
Diluncurkan untuk pasar global pada pertengahan tahun lalu, sebetulnya Yotaphone 2 bisa dibilang terlambat datang di Indonesia. Hampir tidak ada perubahan spesifikasi yang berarti sebelum diluncurkan untuk pasar Indonesia. Spesifikasinya cukup kencang pada masanya.

Prosesor yang dipergunakan adalah Snapdragon 801 berkecepatan 2,2 gigahertz dan ditemani RAM berkapasitas 2 gigabit dan penyimpanan internal 32 gigabit. Secara umum, spesifikasi yang diusung Yotaphone 2 masih terbilang di atas rata-rata ponsel di Indonesia saat ini. Namun, bukan berarti ponsel dengan spesifikasi yang melampauinya tidak sedikit.

Begitu pula kamera utama dengan 8 megapiksel dan 2,1 megapiksel di kamera depan tentu akan mengecewakan penggunanya yang membutuhkan perangkat untuk mengabadikan momen penting atau menghasilkan swafoto. Setidaknya, dengan fitur YotaMirror atau aplikasi YotaSelfie, pengguna bisa menggunakan kamera utama untuk mengambil swafoto.

Kabar bagusnya, Yotaphone 2 memiliki sensor yang cukup lengkap sehingga penggunanya bisa memanfaatkan layar AMOLED untuk menonton konten realitas virtual (VR) melalui pengamat konten 360 derajat Cardboard. Setidaknya, itu bisa menjadi dasar pertimbangan untuk membelinya sebagai investasi teknologi untuk masa mendatang.

Singkat kata, Yotaphone 2 memang bukan untuk semua orang, tapi akan bisa memuaskan orang yang membutuhkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhannya.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 15 Februari 2016

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: