Menikmati Produk ”Machine Learning” dari Gawai

- Editor

Selasa, 12 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu andalan layanan Google Cloud Platform (GCP) yang membedakan dengan produk cloud server lainnya adalah machine learning atau pembelajaran mesin. Google meyakini, machine learning akan menjadi standar baru industri cloud.

”Kami terus membangun aplikasi yang bisa melihat, mendengar, dan mengerti dunia informasi saat ini. Inilah machine learning yang kami luncurkan hari ini,” kata Director Product Management Google Fausto Ibarra, di San Francisco, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Cloud machine learning merupakan cara bagi pengembang web dan aplikasi untuk membangun aplikasi cerdas berbasis data yang dimiliki sendiri oleh tiap perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeff Dean yang mengepalai proyek penelitian brain deep-learning Google mengatakan, layanan cloud machine learning ini bisa diakses semua pengguna GCP. ”Cloud machine learning ini dibangun dari perangkat lunak open source Google bernama TensorFlow,” kata Dean.

TensorFlow merupakan proyek pembelajaran mesin yang paling populer di GitHub. TenserFlow telah membantu proyek kecerdasan artifisial AlphaGo yang biasa digunakan untuk menantang para juara dunia bermain gim Go.

Pengembang web bisa fokus pada bagaimana men-training data mereka menggunakan layanan Google ini. Cloud machine learning memungkinkan pengguna membangun mesin cerdas yang canggih dalam waktu singkat.

”Anda bisa membangun model analitik prediksi menggunakan data Anda sendiri. Misalnya aplikasi layanan. Maka, kini semua aplikasi bisa menggunakan mesin pembelajaran, sama seperti layanan cerdas Google,” kata Ibarra.

Teknologi machine learning yang diterapkan Google misalnya pada asisten personal Google Now, Google Voice, Google Photos, Google Translate, voice recognition Google Search, dan masih banyak lagi.

Untuk menikmati contoh produk machine learning Google, Anda bisa memulainya dengan memasang aplikasi Google Now. Aplikasi ini seolah menjadi asisten pribadi yang bisa memberi tahu soal suhu udara, lokasi belanja terdekat, jadwal penerbangan yang akan Anda gunakan, jadwal rapat, hingga melayani pertanyaan baik dengan teks maupun suara. Ada pula Google Photos di Android. Google Photos otomatis menyinkronkan semua gambar dan video yang ada di ponsel Android untuk diunggah ke server cloud Google.

Fitur ini gratis digunakan bahkan tanpa dibatasi storage untuk ukuran high quality. Untuk ukuran resolusi asli dibatasi oleh Google dan dikenakan biaya jika melebihi storage gratis yang disediakan.

Dengan Google Photos, maka tak akan khawatir kehilangan foto dan video jika ponsel hilang. Google Photos mampu menandai wajah seseorang di dalam ribuan foto, membuat kolase setiap peristiwa dengan animasi menarik, menandai lokasi pemotretan, hingga mengingatkan event-event beberapa tahun lalu.

Ada pula Google Translate yang kini makin cerdas. Bukan hanya teks, melainkan juga gambar. Anda juga bisa memindai tulisan bahasa asing dengan kamera ponsel dan Google akan menerjemahkannya.

Di balik Google Maps yang sudah akrab digunakan, tersemat fitur unik yang jarang dipakai pengguna, yaitu ”Timeline”. Fitur ini memungkinkan kita mengetahui rute mana saja yang telah kita lewati di masa lalu, tentu saja jika GPS di ponsel kita dipasang dalam mode ”ON”.

Privasi
Semakin cerdas aplikasi produk Google, semakin menunjukkan bahwa semua aktivitas harian kita ternyata telah dimonitor dan disimpan oleh Google. Bagi yang fobia dengan privasi, bisa mematikan berbagai fitur cerdas tersebut.

Namun, secara umum, menggunakan fitur cerdas Google tak ada salahnya karena Google terikat pada proteksi data pribadi dan tak mungkin Google akan membagi ke pihak lain. Selama akun Google kita aman, maka data pribadi kita tak akan bocor. Oleh karena itu, pastikan akun Anda aman dengan mengaktifkan fitur keamanan ganda atau two step verification (dua langkah verifikasi) untuk masuk ke akun Google.

Jika ponsel Android Anda hilang, segeralah login ke Android Device Manager untuk bisa terhubung ke ponsel Anda. Jika ponsel yang hilang itu masih terkoneksi ke internet, Device Manager bisa terhubung ke ponsel Anda.

Aplikasi cerdas ini bisa mengunci ponsel Anda yang hilang, mengirimkan nada dering keras, menguping pembicaraan pencuri ponsel, mengirim pesan teks kepada pencuri via layar ponsel Anda, melihat lokasi pencuri ponsel, hingga menghapus data ponsel Anda.

Penulis pernah berhasil ”memaksa” pencuri ponsel agar dengan sukarela menyerahkan ponsel yang hilang dengan empat langkah: mengunci ponsel, menandai lokasi, menguping pembicaraan, dan mengirim teks agar menyerahkan ponsel tersebut. (AMIR SODIKIN)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 April 2016, di halaman 25 dengan judul “Menikmati Produk ”Machine Learning” dari Gawai”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB