Peneliti Diajak Adu Mutu Lewat Ristekdikti-Kalbe Science Awards

- Editor

Rabu, 16 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Kalbe meluncurkan Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 di Jakarta pada Selasa (15/3/2016). Peneliti dapat saling mengadu mutu dengan mengirimkan hasil penelitian yang dipandang berkualitas guna diseleksi. Hadiah bagi pemenang berupa uang serta akses prioritas untuk pembiayaan riset selanjutnya melalui Kemenristek dan Dikti.

“Para peneliti, walaupun bersahabat, harus berkompetisi menghasilkan riset terbaik. Hasil riset diharapkan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional,” ujar Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir di sela-sela peluncuran Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2016 di Jakarta.

Acara dihadiri antara lain Direktur Jenderal Penguatan Hasil Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti Muhammad Dimyati, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy A Sparringa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Manufaktur Kalbe Pre Agusta mengatakan, RKSA diselenggarakan dua tahun sekali sejak 2008 dan tahun ini adalah perhelatan kelima. Tujuannya memberikan apresiasi kepada peneliti Tanah Air yang sudah berdedikasi menghasilkan penelitian di bidang kesehatan.

“Selain itu juga untuk mendorong para peneliti menghasilkan penelitian yang orisinal, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

1df625200482433e917df97e526d439aKOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kedua dari kiri) berdiskusi dengan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio (kiri), Direktur Manufaktur Kalbe Pre Agusta (kanan), serta Direktur Jenderal Penguatan Hasil Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti Muhammad Dimyati di sela-sela peluncuran Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 di Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Untuk tahun ini, sosialisasi dan pendaftaran ajang RKSA berjalan pada 15 Maret hingga 3 Juni 2016. Peneliti yang berminat wajib mengirimkan berkas formulir pendaftaran, profil diri, ringkasan penelitian, dokumen utuh penelitian, foto diri, dan lain-lain. Informasi dan syarat-syarat bisa dilihat pada laman www.kalbe-rksa.com.

Bidang riset yang bisa didaftarkan yaitu bahan obat/sediaan obat (bioteknologi, kimia, medisinal, kimia bahan alam/teknologi farmasi), diagnostik dan metode pengobatan, serta pangan fungsional. RKSA 2016 memiliki dua kategori penghargaan, yaitu Best Research Awards untuk hasil penelitian terbaik bidang kesehatan, serta Young Scientist Award untuk peneliti muda Indonesia berprestasi yang sudah aktif meneliti bidang kesehatan.

Kriteria penilaian untuk Best Research Awards yaitu orisinalitas, kebaruan, manfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pengaruh atau dampak penelitian, paten atau hak cipta, serta hibah kompetitif yang pernah diperoleh. Sementara itu, kriteria untuk pemenang Young Scientist Award adalah publikasi dan jenis publikasi yang pernah diterbitkan, pengaruh atau dampak penelitian, serta penghargaan kompetitif sebagai peneliti dan hibah yang pernah diraih.

Total hadiah Rp 300 juta, yakni untuk tiga pemenang kategori Best Research Awards sebesar Rp 100 juta bagi juara pertama, Rp 75 juta bagi juara kedua, dan Rp 50 juta ke juara ketiga. Sementara itu, hadiah kategori Young Scientist Award hanya untuk satu orang, sebesar Rp 75 juta.

Nasir ingin RKSA 2016 menjadi salah satu pemicu bergairahnya riset untuk menghasilkan bahan baku obat-obatan. Sebab, lebih dari 90 persen bahan baku untuk produksi obat di Indonesia merupakan barang impor.

J GALUH BIMANTARA

Sumber: Kompas Siang | 15 Maret 2016

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 18 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru