4 Peneliti Raih Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016

- Editor

Minggu, 28 Agustus 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menggelar Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2016. Acara ini memberikan penghargaan kepada empat peneliti Indonesia.

“Ini merupakan gelaran kelima sejak 2008,” ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady saat memberi sambutan pada Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2016 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat, 19 Agustus 2016.

Penghargaan dua tahunan yang diselenggarakan sejak 2008 itu diberikan kepada peneliti Indonesia berdedikasi bidang teknologi kesehatan, seperti bioteknologi, bahan alam, dan teknologi farmasi. Penghargaan RKSA 2016 dibagi dalam dua kategori, yakni Best Research Awards dan Young Scientist Award, bagi satu pemenang terbaik, yakni periset muda Indonesia usia maksimal 40 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah karya naik
Tahun ini, 271 karya riset diterima panitia, atau naik 30 persen dari tahun 2014 yang sebanyak 220 karya penelitian.

532104_620Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) Irawati Setiady memberikan sambutan dalam Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, 19 Agustus 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

Dari empat pemenang, tiga orang menjuarai ketegori Best Research dan satu orang kategori Young Scientist Award. Best Research Award untuk hasil penelitian terbaik pada bidang-bidang life science dan teknologi kesehatan. Sementara Young Scientist Award untuk peneliti muda Indonesia yang berprestasi melaksanakan penelitian dalam bidang life sciene dan teknologi kesehatan.

Para pemenang Best Research Award mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta untuk juara I, Rp 75 juta untuk juara II, dan Rp 50 juta untuk juara III. Sedangkan pemenang Young Scientist Award mendapatkan Rp 75 juta.

Pemenang pertama adalah Ismail Hadisoebroto dari Universitas Indonesia. Judul penelitian Ismail adalah “Bone Reconstruction For Neglected Dificult Fractures Of The Atropic Nonunion Of The Long Bones And Critical-Sized Bone Defect Using Mesenchymal Stem Cells Implantation, Hydroxyapatite, BMP2, And Mechanical Stabilization”.

Sementara pemenang kedua adalah Gunadi dari Universitas Gajah Mada. Gunadi memiliki penelitian yang berjudul “Multiple Genetic Markers for Early, Identification, of Hirschprung Disease and Implementation of Highly Accurate and Affordable Genotyping Method.”

Sedangkan pemenang ketiga bernama Josephine Elizabeth Siregar dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta. Penelitian Josephine ini berjudul “Parasites Resistant to Antimalarial Atovaquone Fail to transmit ny Mosquitoes.”

Terakhir, kategori Young Sicentist dimenangkan Deni Rahmat dari Universitas Pascasila Jakarta.

Dalam RKSA 2016, bidang kajian penelitian yang dapat disertakan meliputi bahan/sediaan obat (bioteknologi, kimia medisinal, kimia bahan alam/teknologi farmasi), diagnostik dan metode pengobatan, dan pangan fungsional.

Pada penganugerahan tahun ini, karya penelitian yang diterima panitia berjumlah 271. Angka tersebut meningkat 30 persen dibanding gelaran sebelumnya pada 2014 yang berjumlah 220 karya penelitian.

BAGUS PRASETIYO

Sumber: TEMPO.CO, Jumat 19 Agustus 2016

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 10 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB