Home / Berita / Z1 Keluar dari Bayangan Lenovo

Z1 Keluar dari Bayangan Lenovo

Z1 adalah seri produk yang dikeluarkan merek Zuk, anak perusahaan Lenovo. Mengambil arah yang berbeda dengan raksasa elektronik asal Tiongkok ini, Zuk mencoba mengincar pengguna muda yang akrab dengan internet dan perniagaan elektronik alias berbelanja secara daring. Nama ini menjadi perahu mereka untuk lepas dari bayang-bayang Lenovo dan bisa bersaing dengan merek seperti Xiaomi, OnePlus, dan Honor dari Huawei.

Bermula dari Tiongkok lantas merambah Eropa, Zuk resmi mengincar pasar Indonesia dengan meluncurkan Z1 pada Senin (7/12). Indonesia merupakan sasaran pertama di kawasan Asia Tenggara yang akan disambangi Zuk untuk rencana ekspansi mereka. Untuk itu, mereka menggandeng salah satu pelaku perniagaan elektronik, yakni blibli.com, sebagai mitra penjual.

Pertama kali menyapa pasar dunia, Zuk hadir di Dubai pada 26 Oktober dan diikuti Berlin empat hari kemudian.

Dengan layar 5,5 inci, Z1 mampu menampilkan gambar dengan resolusi 1920×1080 piksel dengan kerapatan 401 piksel per inci. Prosesor Snapdragon 801 dari Qualcomm berkecepatan 2,5 gigahertz dipilih sebagai otak dari perangkat ini berdampingan dengan unit grafis dari Adreno 330, ditemani RAM sebesar 3 gigabit, serta penyimpanan internal berkapasitas 64 gigabita. Zuk menyiapkan sepasang kamera, 13 megapiksel di belakang dan 8 megapiksel di depan.

Z1 mampu beroperasi di jaringan Long Term Evolution (LTE) dan mengakomodasi dua kartu sekaligus. Fitur lain yang diandalkan dari ponsel ini adalah sensor sidik jari yang terletak di bagian belakang untuk membuka pengunci layar ataupun beberapa perintah yang bisa diatur seperti mengambil gambar.

db7113b8c3ab42348a6e174cc734b082KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Dengan layar 5,5 inci, Z1 mampu menampilkan gambar dengan resolusi 1920×1080 piksel dengan kerapatan 401 piksel per inci. Prosesor Snapdragon 801 dari Qualcomm berkecepatan 2,5 gigahertz dipilih sebagai otak dari perangkat ini berdampingan dengan unit grafis dari Adreno 330, ditemani RAM sebesar 3 gigabit, serta penyimpanan internal berkapasitas 64 gigabita. Zuk menyiapkan sepasang kamera, 13 megapiksel di belakang dan 8 megapiksel di depan.

Yang unik, Z1 dari Zuk adalah segelintir model yang berani menggunakan colokan USB Tipe C, sementara mayoritas masih bertahan dengan micro USB. USB jenis ini jauh berbeda dengan desain bolak-balik, artinya dicolok dengan posisi menengadah ataupun tertelungkup tidak akan bedanya. Tipe ini berbeda dengan micro USB yang harus dimasukkan dengan posisi yang tepat.

Hingga kini belum banyak ponsel yang melakukannya. Tercatat baru OnePlus 2 meski urung datang ke pasar Indonesia karena terganjal ketentuan terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Ada pula Lumia 950 meski menggunakan sistem operasi Windows 10. USB tipe ini menjamin koneksi data yang lebih cepat serta penghantaran daya lebih baik. Harga yang harus dibayar adalah terbatasnya jumlah aksesori yang menggunakan tipe ini sehingga harus bergantung pada konverter.

Dari segi sistem operasi, Z1 memanfaatkan varian Android yang dikembangkan pihak ketiga, yakni Cyanogenmod, dengan versi 12.1 yang saat ini menjadi versi stabil yang terkini. Nama Cyanogenmod cukup dikenal sebagai pihak yang menyediakan varian dari sistem operasi Android dengan tampilan antarmuka yang lugas dan terbuka untuk diulik oleh penggunanya.

Ada empat perintah berbeda yang bisa diberikan hanya dengan satu tombol fisik di bawah layar ponsel, yakni ditekan, disentuh, ditekan dua kali, dan diusap.

Baterai yang disematkan di dalam Z1 mempunyai kapasitas cukup besar, yakni 4.100 mAh. Akan tetapi, sayangnya dibuat menyatu dengan badan ponsel dan tidak bisa dilepas untuk diganti apabila sewaktu-waktu ada masalah. Selain itu, Z1 tidak memiliki lubang untuk kartu memori sehingga pengguna mau tidak mau harus mengandalkan penyimpanan internal sebesar 64 gigabita meski sebetulnya hal itu mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu catatan dari ponsel ini ialah ketiadaan perangkat Near Field Communication(NFC) yang memungkinkan ponsel berkomunikasi dengan perangkat lain tanpa kabel, hanya didekatkan ke sensornya. NFC diperkirakan makin penting setelah Google menyatakan keseriusan untuk menggarap mekanisme pembayaran memanfaatkan teknologi ini.

25894d40bcb84efb8b8ea4efb8bc9a1fZ1 adalah produk perdana yang diluncurkan Zuk, produsen ponsel sekaligus anak perusahaan raksasa teknologi asal Tiongkok, Lenovo, Senin (7/12). Memiliki spesifikasi menengah, Zuk 1 mencoba jalur pemasaran melalui daring.–KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

75519f9dbc424a0f8fd7a35bfaab2dfbCountry Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong (kedua dari kiri), Chief Marketing Officer Zuk Jin Cheng (tengah), dan CEO Blibli.com Kusumo Martanto (kedua dari kanan) meresmikan peluncuran ponsel Z1 yang akan diluncurkan ke pasar Indonesia akhir tahun ini, Senin (7/12). Zuk memilih strategi penjualan secara daring untuk menyasar para pengguna yang umumnya memahami spesifikasi ponsel dan sudah akrab dengan internet.–KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Dengan spesifikasi tersebut, Z1 menurut rencana bakal dijual dengan harga Rp 4,5 juta, tetapi dalam minggu pertama penjualan di blibli.com terdapat rabat sekitar Rp 500.000. Menurut CEO Blibli.com Kusumo Martanto, mereka juga menyiapkan bonus untuk setiap penjualan berupa penyuara kuping dengan merek Sennheiser.

Blibli.com adalah nama yang cukup diperhitungkan di perniagaan elektronik dengan menjual 450.000 produk dari 3.400 mitra mereka. Mereka sebelumnya bekerja sama dengan produsen ponsel ataupun sabak elektronik untuk menjual satu produk secara eksklusif.

Pijakan
Chief Marketing Officer Zuk Jin Cheng menyebut Indonesia sebagai negara yang memiliki peran penting dalam rencana ekspansi global mereka, setidaknya untuk kawasan Asia Tenggara. Itulah mengapa peluncuran mereka di regional pertama kali digelar di Indonesia.

“Ukuran pasar menjadi salah satu pertimbangan,” kata Jin.

Untuk layanan purnajual seperti perbaikan, Zuk masih mengandalkan fasilitas yang dimiliki Lenovo sehingga segala kerusakan akan diterima di sana. Jin memastikan bahwa Zuk secara berkala akan membangun fasilitas pelayanan purnajual mereka sendiri di masa mendatang.

Begitu pula soal isu TKDN yang dijawab Jin dengan normatif. Dia menyatakan, Zuk masih meraba-raba dengan pasar baru, termasuk kerja sama dengan blibli.com meski berkata bahwa pelibatan industri dalam negeri akan dibahas mulai tahun depan.

Kisah Zuk bermula pada April 2015 saat didirikan Alex Chen dan Edward Chang, lantas mendapatkan investasi dari Lenovo. Perusahaan tersebut berusaha membangun ekosistem perangkat elektronik seperti ponsel dan perangkat internet dari segalanya (internet of things) dan merek Zuk pun meluncur pada Mei 2015.

Pada Agustus, Z1 diluncurkan untuk pasar Tiongkok dan menggunakan tampilan antarmuka sendiri, yakni ZUI. Hanya dalam kurun waktu satu minggu sejak kesempatan pemesanan dibuka, sudah ada 2 juta orang yang mendaftar. Animo seperti ini yang menarik perhatian Cyanogen untuk merombak sistem operasinya apabila ponsel dijual untuk pasar internasional.

Optimisme seperti itulah yang diharapkan bakal terus diterima oleh Zuk.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 10 Desember 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: