Universitas Brawijaya Malang Kukuhkan 2 Profesor, 1 Orang Guru Besar Termuda

- Editor

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Brawijaya atau UB Malang, Jawa Timur, Selasa, 20 Juni 2023, mengukuhkan dua profesor baru dalam bidang ilmu berbeda, yakni Prof. Dr. Abdullah Said dan Prof. Ananda Sabil Hussein, S.E., M.Com., Ph.D.

Prof. Abdullah Said dikukuhkan sebagai profesor Bidang Ilmu Perencanaan Pembangunan pada Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), sedangkan Prof. Ananda Sabil Husein sebagai profesor dalam Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Kedua profesor tersebut dikukuhkan di Gedung Samantha Krida kampus UB, Malang, Selasa. Prof. Abdullah Said merupakan profesor ke-314 dan Prof. Ananda Sabil adalah profesor ke-315 sekaligus profesor termuda UB yang dikukuhkan pada usia 40 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidato ilmiah pengukuhannya yang berjudul “Model Perencanaan Pembangunan Berbasis Pertukaran Ekonomi dan Sosial guna Meningkatkan Kesadaran Partisipasi Masyarakat”, Abdullah Said menyampaikan perencanaan pembangunan yang umumnya ada saat ini adalah procedural planning.

“Dari studi yang kami lakukan, procedural planning lebih bergantung kepada aspek administratif, dimana perencana yang lebih pragmatis akan cepat untuk menyesuaikan, karena mereka lebih condong pada gaya perencanaan tersebut,” katanya.

Sedangkan perencanaan pembangunan theory in planning atau substantive planning akan lebih dekat dengan penawaran untuk memecahkan persoalan sosial ekonomi yang ada di masyarakat dan menjadi fokus yang sebenarnya dalam perencanaan, sehingga substantive planning menciptakan fleksibilitas dari hasil perencanaan yang telah dibuat.

Menurut dia, Model Perencanaan Pembangunan Berbasis Pertukaran Ekonomi Dan Sosial” merupakan model perencanaan yang efektif, yakni gabungan dari perencanaan prosedural serta substantif yang dilakukan secara bersama-sama dan didukung oleh partisipasi dari masyarakat sebagai objek dari perencanaan pembangunan.

”Keunggulan dari model yang saya buat dapat mengetahui nilai yang dipertukarkan oleh masyarakat dalam melakukan partisipasi pada perencanaan pembangunan, sehingga program yang dihasilkan dari proses perencanaan lebih tepat sasaran serta berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan model ini juga berfokus pada nilai-nilai sosial dan ekonomi masyarakat yang merupakan objek dari pembangunan. Selain itu, model ini juga mampu memberikan pilihan bentuk-bentuk partisipasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat berdasarkan keenam prinsip dalam social exchange theory.

Sementara itu, Ananda Sabil Hussein dalam pidato ilmiah pengukuhan mengangkat judul “Experiential Relationship Quality Plus (ExRQ+) Model sebagai Strategi Peningkatan Loyalitas Wisatawan menuju Tujuan Wisata Berkelanjutan”.

Konsep proses terbentuknya loyalitas wisatawan
Berdasarkan kajian-kajian pada bidang pemasaran umum dan pemasaran pariwisata, terlihat bahwa konsep kualitas hubungan merupakan konsep penting yang dapat digunakan oleh para pemasar, khususnya pemasar pariwisata untuk mampu menciptakan sebuah hubungan jangka panjang dengan wisatawan.

Kajian-kajian tersebut telah membuktikan bahwa menciptakan kepercayaan dan kepuasan sebagai komponen penting dari kualitas hubungan mutlak dilakukan oleh pemasar.

Dari hasil penelitiannya, Ananda Sabil merumuskan sebuah konsep untuk menerangkan proses terbentuknya loyalitas wisatawan terhadap sebuah tujuan wisata yang diberi nama Experiential Relationship Quality Plus (ExRQ+) Model.

Sebagai konsep yang dibangun untuk menyempurnakan konsep kualitas hubungan, konsep ExRQ+ Model memberikan beberapa kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pemasaran.

“Model ini merupakan sebuah model konseptual yang komprehensif. model ini mengintegrasikan kualitas hubungan yang banyak dikaji oleh peneliti-peneliti sebelumnya dengan experience–engagement model yang saya kembangkan pada penelitian-penelitian saya sebelumnya,” katanya.

Konsep ini juga menjelaskan bagaimana sebuah interaksi di antara konsumen yang dalam hal ini adalah wisatawan akan menghasilkan evaluasi dalam bentuk kepercayaan dan kepuasan yang pada akhirnya akan menciptakan sebuah keterlibatan emosional dan sebuah hubungan jangka panjang.

Reporter: Antara
Editor: Sunu Dyantoro

Sumber: TEMPO.CO, Selasa, 20 Juni 2023

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 222 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB