Temukan Celah Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Mahasiswa ITB Jadi Juara Nasional

- Editor

Senin, 4 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Kholik berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Esai dan Best Presentation pada Pagelaran Ilmiah Nasional (PIN) Tidar 2023. Mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan ITB itu merupakan penerima KIP Kuliah atau Bidikmisi.

Diketahui, PTN Tidar merupakan lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K Universitas Tidar (HIMADIKTAR) dengan dua cabang lomba, yakni esai dan business plan. Dengan mengusung tema “Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam Gerakan Perubahan Berkelanjutan dalam Upaya Realisasi Sustainable Development Goals (SDGs)”, lomba tersebut diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi atau KIP-Kuliah dari perguruan tinggi di Indonesia.

Abdul Kholik, Mahasiswa ITB Juara 1 Esai Nasional. (Foto: Humas ITB)

Karya Abdul Kholik masuk dalam 15 esai terbaik dari 122 naskah yang masukdari sekitar 55 perguruan tinggi. Naskah terpilih lalu dipresentasikan di Unversitas Tidar, Magelang, Selasa (08/08/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun berhasil menyaingi ke-15 peserta yang mengikuti tahap final dan presentasi. Selain itu, Abdul Kholik juga dinobatkan sebagai mahasiswa dengan best presentation dalam gelaran tersebut.

Bahas Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Abdul Kholik mengusung esai dengan judul “RenovaFlow: Optimasi Produksi Energi Listrik Ramah Lingkungan Ramah Kantong dengan Pendekatan Fluid Structure Interaction pada Vortex Shedding Turbine dengan Penyesuaian Otomasi Frekuensi Resonansi”. Menurut Abdul Kholik, ide esai tersebut berawal dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin.

Ia mengaku menemukan beberapa kelemahan dari PLTB, seperti menimbulkan kebisingan dan kebutuhan kabel yang panjang.

“Sehingga aku tawarkan solusi yaitu VST dengan kemampuan manipulasi resonansi natural secara otomatis,” ujarnya dalam laman ITB, Sabtu (2/9/2023).

Baru Buat Bahan Presentasi Saat Final
Prestasi yang diraih Abdul bukan tanpa tantangan. Abdul bercerita ia mengalami keterbatasan waktu hingga pengembangan ide yang dinilai rumit.

Bahkan, Abdul bercerita harus menyusun bahan presentasi dan poster untuk ditayangkan saat final.

“Setelah aku melakukan analisis dari ideku ini, ternyata RenovaFlow mampu menjadi daya dukung ekonomi regional maupun nasional juga karena dapat menghasilkan total expected return sebesar Rp 285.345.800,” jelasnya.

Hobi Membaca dan Menulis
Menurutnya, kunci kesuksesan yang diraih tak lepas dari hobi membaca dan menulis. Pengalaman saat magang di himpunan pun membantunya menajamkan penulisan esai.

Meski telah menang dalam kompetisi tersebut, Abdul tetap aktif mengikuti perlombaan. Saat ini Abdul tengah menyiapkan beragam lomba lain yang diikuti. Dia berharap karya-karyanya memberikan dampak positif terutama bagi energi terbarukan.

Nikita Rosa –

Sumber: detikEdu, Sabtu, 02 Sep 2023

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Berita ini 142 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:52 WIB

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB