Spesies Burung di Indonesia Bertambah

- Editor

Senin, 4 Juni 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spesies burung yang ditemukan di Indonesia bertambah dua sehingga menjadi 1.771 jenis pada tahun 2018. Namun demikian, ancaman kepunahan sejumlah spesies burung juga meningkat.

Data dari lembaga Burung Indonesia menyebutkan, pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis.
Sedangkan pada tahun 2018, jumlahnya menjadi 1.771 karena ada penambahan dua jenis baru, di mana satu di antaranya merupakan spesies endemis Indonesia.

Kepala Komunikasi dan Pengembangan Institusi Burung Indonesia, Ria Saryanthi, Kamis (31/5), di Jakarta, mengatakan, “Salah satu penambahan jenis tersebut yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BURUNG INDONESIA–Spesies burung yang ditemukan di Indonesia bertambah dua sehingga menjadi 1.771 jenis pada tahun 2018. Namun demikian, ancaman kepunahan sejumlah spesies burung juga meningkat.

” Burung tersebut termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 tahun 1999. Ini berarti menambah satu jenis burung yang dilindungi menjadi 436 dari sebelumnya 435 jenis,” ujarnya.

Dengan penambahan ini, jenis burung yang khas atau endemis dari Indonesia yang telah teridentifikasi bertambah menjadi 513 jenis. Selain Myzomela rote, satu jenis burung baru yang telah teridentifikasi yaitu paok papua (Erythropitta macklotii).

Terancam punah
Sementara berdasarkan Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mengalami sedikit perubahan. Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.

Tiga jenis burung itu antara lain dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU); myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan; dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah, kini meningkat tajam jadi genting (Endangered/EN).

“ Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus dirusak, bukan tak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tak pernah mengenalnya dan hanya mengetahuinya dari literatur akademis,” kata Ferry Hasudungan, Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia.

Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus dirusak, bukan tak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan.

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 telah memperkirakan pada tahun 2012 hutan primer di Indonesia telah hilang seluas 840.000 hektar. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain, bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya. Luas hutan amazon Brazil sekitar empat kali luas hutan-hutan Indonesia.

Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung. Karena hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi. Karena itu, kerusakan hutan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan bertahan hidup burung-burung yang ada.

Padahal, menurut Ferry, jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia amat besar. Burung-burung menjadi agen pengendalian berbagai jenis hama, melaksanakan penyerbukan berbagai tanaman, dan menyebarkan biji-bijian yang lalu tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar. Karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memerburuk mutu hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.–AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 2 Juni 2018

Informasi terkait

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB