Sensus Penduduk 2020: Menuju Satu Data

- Editor

Selasa, 21 November 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam berita ”Pemberantasan Korupsi: Penyuap Gunakan Identitas Palsu” (Kompas, 17/11), pelaku praktik suap membuat 21 rekening bank dengan KTP palsu. Sudah era KTP-el, mengapa bisa memiliki KTP ganda?

Data kependudukan yang dapat dipercaya merupakan sumber data penting untuk pengoptimalan implementasi kebijakan pembangunan. Di Indonesia, ada dua lembaga pemerintah dengan tugas utama mengumpulkan dan menghasilkan data kependudukan: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS). Ditjen Dukcapil melaksanakan registrasi penduduk. BPS melaksanakan sensus dan survei penduduk.

Namun, Ditjen Dukcapil dan BPS memiliki peran berbeda. Ditjen Dukcapil memiliki peran utama melayani dokumen legal kependudukan, seperti kartu keluarga (KK), KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan. BPS menghasilkan berbagai informasi kependudukan untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tingkat kelahiran dan kematian, misalnya, diterjemahkan menjadi besaran kebutuhan akan layanan kesehatan dan keluarga berencana dalam upaya mencapai target. Informasi yang sama menjadi dasar proyeksi jumlah penduduk pada masa yang akan datang.

Hasil proyeksi penduduk untuk perencanaan berbagai kebutuhan pembangunan. Dari kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, perumahan, hingga kebutuhan berbagai infrastruktur.

Perbedaan data kependudukan yang dihasilkan oleh berbagai kementerian dan lembaga telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (28 April 2016). Sebagai contoh, jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 menurut Ditjen Dukcapil 255.615.478 dan menurut BPS 255.182.144 jiwa. Perbedaan ini disebabkan perbedaan konsep, definisi, dan metode pengumpulan data.

Dalam registrasi penduduk oleh Ditjen Dukcapil, penduduk adalah mereka yang terdaftar dalam KK atau yang memiliki KTP. Dalam sensus/survei penduduk oleh BPS, penduduk adalah mereka yang tinggal paling sedikit selama 6 bulan di tempat ditemui saat sensus/survei.

Sensus/survei penduduk bersifat rahasia. Artinya, identitas individu, seperti alamat tempat tinggal, hanya diketahui oleh petugas pengumpul data. Dalam proses pemasukan dan pengolahan data digunakan kode identitas individu. Jadi, informasi tentang siapa penduduk miskin, misalnya, tidak diungkap dalam hasil sensus/survei. Yang diungkap adalah berapa banyak penduduk miskin di suatu wilayah.

Tahun 2020 Indonesia akan melaksanakan sensus penduduk (SP) ketujuh. SP 2020 akan dilaksanakan berdasarkan data registrasi penduduk. Dalam SP 2020, nomor induk kependudukan (NIK) akan digunakan sebagai salah satu identitas individu.

Australia sudah melaksanakan SP berdasarkan data registrasi penduduk tahun 2006. Thailand dan Indonesia akan melaksanakan tahun 2020.

Untuk meningkatkan response rate, SP 2020 akan dilaksanakan dengan cara wawancara tatap muka dan wawancara online (daring). Masyarakat diharapkan berpartisipasi dengan jawaban yang benar. Di pihak lain, BPS harus menginformasikan pentingnya sensus penduduk untuk pembangunan.

Omas Bulan Samosir, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

Sumber: Kompas, 21 November 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Duel di Jalur Hijau: Baterai Lithium-ion vs Hidrogen dalam Masa Depan Transportasi
Meniti Karier sebagai Insinyur Kendaraan Listrik. Panduan Lengkap dari Nol hingga Ahli
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Berita Terbaru