Sekolah Swasta Tak Layak Perlu Didorong Bergabung

- Editor

Selasa, 14 November 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intervensi terhadap sekolah dan madrasah swasta yang tidak layak perlu segera dilakukan. Hal ini guna memastikan lembaga pendidikan dasar dan menengah swasta juga memiliki standar mutu yang setara dengan negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan hal itu ketika dihubungi di Jakarta, Senin (13/11).

Mulai 2018 pihaknya mengajak dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota memetakan sekolah, mulai dari ketersediaan guru, fasilitas, hingga mutu pembelajaran. SMK merupakan sekolah yang diprioritaskan, mengingat fokus perkembangan pendidikan ada di vokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi sekolah yang tidak memenuhi syarat-syarat pendirian di dalam Permendikbud No 36/2014 akan dilakukan pembinaan selama satu tahun. “Kalau dalam setahun tidak bisa dibina, pilihannya antara digabung dengan sekolah lain, dialihkan menjadi satuan pendidikan lain, atau ditutup,” kata Hamid.

Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud Purwadi Sutanto mengatakan, sekolah-sekolah swasta berdiri dengan semangat masyarakat turut andil dalam mendidik tunas-tunas bangsa. Dalam prosesnya, yayasan pendiri sekolah harus memenuhi persyaratan, yaitu memiliki gedung sekolah dan guru yang cukup, baik dari segi jumlah maupun latar belakang pendidikan harus relevan dengan mata pelajaran yang diampu.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktur Kesiswaan dan Kelembagaan Ahmad Umar menuturkan, jumlah peminat madrasah, termasuk swasta, meningkat 7 persen. Tantangan terbesar adalah jumlah ruang kelas yang tidak mampu menampung semakin banyaknya murid baru.

“Setelah beberapa kali bertemu dengan pemerintah daerah dan DPRD, kami ingatkan agar mereka juga terlibat di dalam memastikan keberlangsungan pendidikan di wilayah masing-masing,” papar Umar.

Umar mengatakan, jika hanya mengandalkan APBN, itu tidak akan bisa optimal meningkatkan mutu madrasah swasta. (DNE)

Sumber: Kompas, 14 November 2017

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB