Home / Berita / Sekolah Minta Sistem Pendaftaran SNMPTN Kembali Seperti Tahun Lalu

Sekolah Minta Sistem Pendaftaran SNMPTN Kembali Seperti Tahun Lalu

Proses pendaftaran SNMPTN berjalan lambat. Selain lebih rumit, ada masalah di jaringan internet. Untuk itu, proses pendaftaran diperpanjang hingga 9 Januari 2020.

Para operator sekolah meminta Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi menyederhanakan sistem pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Perubahan sistem pendaftaran sekolah untuk mengunggah data siswa pada tahun ini dinilai justru membuat proses pendaftaran menjadi rumit.

Hal tersebut karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSK), dan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak sinkron. Akibatnya, proses pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) menjadi lambat.

Hingga Selasa (7/1/2020) pukul 17.00 WIB, sejumlah sekolah mengalami kendala mengunggah data ke portal LTMPT. Padahal, sesuai jadwal, pendaftaran akun LTMPT dimulai sejak 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa beserta pemeringkatan siswa oleh sekolah pada 13 Januari hingga 6 Februari.

”Namun, kabar yang diterima di Nusa Tenggara Barat (NTB), proses pendaftaran akun LTMPT oleh sekolah dan siswa baru dimulai pada tanggal 2 Januari. Akibatnya, kami semua mengalami kendala mengakses portal LTMPT,” kata guru SMAN 1 Monta, Bima, NTB, Fahmi Hatib, ketika dihubungi dari Jakarta pada Selasa (7/1/2020).

Hal tersebut juga diutarakan operator sekolah SMAN 3 Lembar, NTB, Hendra Rikiawan. Ia tidak bisa memasukkan data sekolah ke portal LTMPT karena laman LTMPT tidak bisa diakses. Di saat yang sama, para siswa kelas XII diminta membuat akun di laman LTMPT agar mereka bisa mendapatkan token untuk dipakai kala mendaftar SNMPTN.

Menurut Hendra, siswa mengaku mengalami berbagai kendala. Ada siswa tidak bisa mengakses portal LTMPT dari telepon pintar ataupun komputernya. Ada juga yang bisa masuk dan membuat akun. Akan tetapi, ketika mereka mengunggah data pribadi, seperti foto, tanggal lahir, dan nomor induk siswa nasional (NISN), datanya tidak bisa disimpan. Walhasil, portal menyuruh siswa mengulang semua proses hingga berkali-kali dengan hasil tetap tidak bisa disimpan datanya.

Sinkronisasi
Operator sekolah SMAN 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Yuli Handayani, mengeluhkan prosedur pendaftaran SNMPTN tahun ini sangat rumit jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hingga 2019, operator sekolah bertanggung jawab atas semua proses pendaftaran. Meski lebih berat, sistem ini dinilai lebih efisien karena semua terpantau.

”Operator mendaftarkan data sekolah, mulai dari surat keterangan akreditasi sampai dengan jumlah siswa kelas XII. Setelah diunggah, dari portal LTMPT otomatis mengeluarkan kata sandi untuk setiap siswa yang dipakai di saat pendaftaran SNMPTN,” tuturnya.

Pada 2020 ini, kata Yuli, sekolah hanya bertugas mengunggah data sekolah dan siswa mengunggah data masing-masing. Masalahnya, sejak Desember 2019, dirinya selalu gagal memasukkan data. Di portal LTMPT tercatat surat akreditasi SMAN 1 Tanjung Selor masih untuk periode 2014-2019, otomatis data siswa dan keterangan skor sekolahnya keliru semua.

Ketika ia mengadu ke Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah dan Universitas Borneo yang menjadi hub sistem internet LTMPT di Kaltara, dikatakan bahwa Dapodik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum dimutakhirkan.

”Ketika Dapodik sudah diperbaiki, ternyata belum sinkron dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan di sistem pusat. Setelah itu, kami juga harus menunggu sinkronisasi data dari lembaga-lembaga itu dengan LTMPT,” tutur Yuli.

Di madrasah, kendala sinkronisasi data juga terjadi. Siswa madrasah datanya dikelola oleh Kementerian Agama melalui portal Emis. Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sabang, Aceh, misalnya, data yang muncul ketika sekolah mendaftar ke LTMPT ternyata tidak sama dengan di Emis Kemenag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, sinkronisasi dengan PDSPK Kemendikbud dan LTMPT sudah dilakukan kembali. Semestinya per hari ini tidak ada masalah.

Diperpanjang
Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih yang menjabat Ketua LTMPT mengumumkan bahwa masa pendaftaran diperpanjang hingga Kamis tanggal 9 Januari pukul 17.00. Per tanggal 7 Januari pukul 15.25 tercatat ada 22.294 sekolah yang sudah membuat akun di portal LTMPT, tetapi baru 11.816 yang terverifikasi secara permanen datanya.

”Tim berkomitmen tidak merugikan siswa, sekolah, dan orangtua. Segala hal yang berpotensi masalah terus diselesaikan,” katanya.

Oleh LARASWATI ARIADNE ANWAR

Editor YOVITA ARIKA

Sumber Kompas, 8 Januari 2020

Share
x

Check Also

Atmosfer Investasi Energi Terbarukan Belum Baik

Cadangan bahan bakar batubara semakin terbatas, transformasi menuju energi terbarukan menjadi pilihan. Pemerintah harus menciptakan ...