Revolusi Peradaban

- Editor

Rabu, 24 Agustus 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Web yang saya bayangkan, belum kita saksikan hasilnya sekarang. Di masa depan ini masih jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Tim Berners-Lee (1955-sekarang), Penemu World Wide Web

Tak banyak yang tahu, bulan Agustus ini dunia merayakan 25 tahun World Wide Web, suatu sistem informasi di internet yang memungkinkan dokumen yang satu dengan lainnya saling berkait via hyperlink, sehingga setiap orang bisa mengakses pelbagai dokumen sesuai keperluannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tepatnya 6 Agustus 1991, World Wide Web yang lebih dikenal sebagai WWW diluncurkan ke dunia. Tidak ada keriuhan di media global saat itu. Bahkan, kebanyakan orang belum tahu tentang internet, suatu sistem yang menghubungkan Jaringan komputer di seluruh dunia.

Adalah Tim Berners-Lee, yang mulai membangun WWW tahun 1989, sekitar 20 tahun setelah koneksi antarjaringan komputer berlangsung lewat internet. Berners-Lee saat itu merupakan perancang peranti lunak di CERN, suatu laboratorium fisika partikel di dekat Jenewa, Swiss.

Seperti yang dikutip Telegraph (6/8), Berners-Lee di awal menulis dalam website-nya http: //info.cern. ch-yang merupakan website pertama dunia-bahwa proyek WWW menggabungkan teknik pengambilan informasi dan hypertext dalam suatu hyperlink, menjadi suatu sistem informasi global.

Selama 1,5 tahun, ia membangun dan mendesain website tersebut dengan HyperText Markup Language (HTML) dan kemudian menggunakan HyperText Transfer Protocol (HTTP) untuk menggerakkan informasi dari komputer ke komputer. Barriers-Lee juga menulis teks yang mendeskripsikan proyek ini dan bagaimana caranya agar yang lain bisa ikut terlibat.

Seperti yang dikutip Telegraph (6/8), Berners-Lee di awal menulis dalam website-nya http: //info cern.ch –yang merupakan website pertama dunia– bahwa proyek WWW menggabungkan teknik pengambilan informasi dan hypertext dalam suatu hyperlink, menjadi suatu sistem informasi global.

Selama 1,5 tahun, ia membangun dan mendesain website tersebut dengan HyperText Markup Language (HTML) dan kemudian menggunakan HyperText Transfer Protocol (HTTP) untuk menggerakkan informasi dari komputer ke komputer. Berners-Lee juga menulis teks yang mendeskripsikan proyek ini dan bagaimana caranya agar yang lain bisa ikut terlibat.

Website itulah yang pertama kalitayang tanggal 6 Agustus 1991, berbasis komputer Ne-XT milik Berners-Lee. Di server-nya, ia menempel pesan, “Ini mesin server, jangan dimatikan.”

Mengubah dunia
Kini, 25 tahun kemudian, temuan itu merevolusi peradaban dan hidup manusia. Kombinasi komputer pribadi –dalam bentuk PC, laptop, dan kini telepon pintar–dengan internet dan web, telah mengubah seluruh cara berkomunikasi, mengakses informasi, sampai transaksi barang dan jasa.

Inilah yang dikenal sebagai industri digital, yang telah menyusup jauh sampai ke ranah paling personal: langsung masuk telepon pintar setiap orang, tanpa hambatan operator, sekretaris, orangtua, bahkan pasangan. Cukup dengan menyentuh layar, setiap orang bisa menjadi konsumen sekaligus produsen. Apa pun, kini tersedia di industri digital: jual beli barang, jasa transportasi, pijat, hingga memilih tempat duduk di pesawat.

Menurut Rachel Botsman dan Roo Rogers (The Rise of Collaborative Consumption, 2010), lanskap ekonomi tengah berubah total. Kini, berkembang pasar online (daring) seperti eBay, tempat orang berjual beli dan bertukar pinjam, Zopa yang menyalurkan kredit, dan Zipkar tempat berbagi mobil.

Model konsumsi dengan cara berkolaborasi itu tentu saja mengacaukan pola-pola bisnis lama. Industri digital telah meredefinisi cara memanfaatkan barang dan jasa, dengan harga yang lebih rasional pula. Inilah basis kemunculan ekonomi kreatif, yang kini didorong sebagai lokomotif ekonomi baru.

Menurut James McQuivey, peneliti pada Forrester Research dalam bukunya Digital Disruption (2013), industri digital berkembang tak hanya karena platformnya menembus batas, tetapi juga karena modalnya rendah dan mudah. Apalagi, data ITU World Telecommunication menunjukkan, pada 2014, hampir 3 miliar orang –berarti 4O persen populasi dunia–menggunakan internet. Dari jumlah itu, 80 persen memiliki telepon pintar.

Memang, ada dampak ikutan lain yang tidak terbayangkan: paham terorisme yang langsung merasuki anak dan remaja tanpa saringan, pornografi, hingga mudahnya mendapat senjata dan belajar merakit bom. Namun, begitulah dua sisi teknologi. Kita, walau pontang-Qanting, harus bisa mengelolanya.

M AGNES ARISTIARINI

Sumber: Kompas, 24 Agustus 2016

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB