Home / Artikel / Perkembangan Tulang Punggung Jaringan Internet Dunia

Perkembangan Tulang Punggung Jaringan Internet Dunia

SEJAK dibangunnya jaringan Internet, jaringan komunikasi yang menghubungkan berbagai belahan dunia ini mengalami transformasi yang luar biasa. Pada awalnya, jaringan Internet adalah jaringan berbasis teks dan berkecepatan rendah, dan digunakan untuk menghubungkan beberapa situs pemerintah dengan komunitas peneliti dan pertahanan.

DALAM beberapa bulan mendatang, tulang punggung jaringan Internet akan beroperasi dalam kecepatan yang tidak terbayangkan dibanding dengan beberapa tahun terakhir. Namun demikian, para pengguna jasa jaringan Internet ini, khususnya World Wide Web (WWW), tetap merasa khawatir bahwa penambahan kecepatan ini tidak akan mampu bersaing dengan semakin meningkatnya kepadatan Ialu Iintas data.

Populasi pengguna jaringan Internet telah meningkat dua kali lipat dibanding tiga tahun lalu, dan pertumbuhannya ini tidak menunjukkan pengurangan sama sekaIi. Dengan munculnya ”robot-robot” pencari yang semakin mudah (user-friendly) dan intuitif serta jasa online yang berorientasi pada konsumen, akses ke jaringan Internet menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya.

Dewasa ini jaringan Internet memberi sambungan data secara elektronis mengelilingi dunia ke sekitar 30 juta orang dan ribuan organisasi pemerintah dan non-pemerintah, dan terus berkembang menjadi sebuah jaringan komersial yang akan mampu melaksanakan transaksi dalam milyaran dollar AS.

Jaringan Internet sekarang ini masih terus dalam perkembangan awalnya, dan teknologi baru terus bermunculan, termasuk perbaikan metode bagi pengamanan dan tinjauan atas informasi, mengakses data, melaksanakan bisnis, serta melakukan kinerja transaksi. Jaringan Internet sekarang ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan di perusahaan-perusahaan, perangkat yang harus dimiliki di rumah-rumah tangga yang telah mengakselerasi pacu teknologi untuk keperluan bisnis dan pribadi.

Tuntutan koneksi
Namun demikian, terbatasnya bandwith, meningkatnya penggunaan lalu lintas data, serta perlunya kapasitas besar untuk mendukung tinjauan atas data-data yang besar, seperti penggunaan multimedia, menyebabkan terjadinya kemacetan yang menyebabkan pengaksesan menjadi lambat dan sulit untuk masuk ke situs-situs yang diinginkan pada jam-jam sibuk.

Dampak kemacetan dan kelambatan bagi para pengguna jaringan Internet di sisi lain juga berdampak pada teknologi pendukungnya. Kecenderungan bagi masa depan jaringan Internet sekarang sudah terlihat pada konversi jaringan tulang punggung Internet dari rancangan T3 sekarang ini dengan operasi 45 Mbps menjadi ATM (Asynchronous Transfer Mode) berkecepatan 155 Mbps, dan dalam waktu yang sangat dekat akan mencapai kecepatan 622 Mbps.

Namun demikian, para pengamat perkembangan jaringan Internet memperkirakan bahwa peningkatan kecepatan akses ini hanya merupakan penyelesaian sementara terhadap permasalahan pokok, yaitu meningkatnya tuntutan koneksi dengan kecepatan tinggi.

Ribuan jaringan kerja yang membentuk jaringan Internet, berkomunikasi menggunakan dua jenis protokol, Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP). Fungsi kerja kedua protokol ini adalah TCP memecah informasi ke dalam beberapa paket untuk ditransfer dan digabungkan kembali pada titik tujuan. Sedangkan IP menjamin agar pengiriman data sampai di tempat tujuan secara memadai dan tepat.

Antara pengiriman dan penerimaan informasi, banyak proses yang terjadi melibatkan hub, bridge, gateway, repeater, dan router. Hub menghubungkan beberapa kelompok komputer, sedangkan bridge menghubungkan jaringan-jaringan kerja lokal (LAN). Dan fungsi gateway, yang juga sama dengan bridge, juga terlibat dalam penerjemahan informasi dari satu jaringan kerja ke lainnya.

Pada titik-titik tertentu, pengirim data menghadapi kemacetan, bottleneck. Umumnya bottleneck terjadi di tingkat penyedia jasa akses Internet (ISP). Namun, pada tingkatan yang lebih tinggi lagi, bottleneck terjadi pada tulang punggung jaringan Internet. Kemacetan pada tingkat ini merupakan indikasi perlunya bandwith yang lebih besar, kecepatan yang lebih tinggi, serta protokol jaringan yang lebih kuat. Teknologi kecepatan tinggi yang sekarang banyak digunakan adalah ATM.

Multimedia
Bandwith merupakan ukuran kapasitas sebuah jaringan kerja komputer atau jumlah lalu lintas data yang bisa dikirim, yang biasanya diukur dengan bit per detik (bps). Pada saat mempersiapkan koneksi modem dial-up antara komputer PC dengan ISP, koneksi bandwith bisa dimulai pada kecepatan 2,4 kbps sampai 28,8 kbps.

Jaringan Internet sendiri terbentuk dari beberapa bagian yang saling berhubungan dalam berbagai ragam kecepatan (bandwith) dengan berbagai cara. Kalau koneksi dari komputer PC ke ISP mencapai kecepatan 28,8 kbps, kecepatan koneksi ISP ke tulang punggung jaringan Internet bisa beragam mulai dari 1,544 Mbps sampai 45 Mbps.

Sehingga, kalau ISP dengan sambungan bandwith besar mengumpulkan secara bersama-sama para pelanggannya –mulai dari pengguna biasa di rumah sampai bisnis skala menengah– ke dalam ”pipa” seukuran tulang punggung jaringan Internet, maka bisa dipastikan tulang punggung ini akan mengalami kepadatan dan kejenuhan.

Kejenuhan ini akan menyebabkan pengguna jaringan Internet mengalami penundaan yang lama dalam menerima informasi yang mereka minta dari berbagai jenis jasa yang tersedia, seperti World Wide Web, E-mail, FTP, Usenet, Telnet, dan segala macam transaksi informasi yang direkayasa.

Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik dengan jaringan Internet semakin banyak browser Web yang digunakan. Bersamaan dengan ini, jaringan Internet juga semakin banyak menarik minat bisnis yang menampilkan homepage dengan berbagai grafik yang menarik. Foto, film, suara, dan segala jenis penarik minat ditampilkan dalam situs-situs Web.

Halaman-halaman multimedia di jaringan Internet dengan sendirinya juga menyebabkan semakin banyak besar bandwith yang dibutuhkan untuk mengambil file-file audio dan video maupun grafik ke komputer penggunanya. Semakin besar file, yang harus diambil, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke komputer penggunanya, dan semakin lama orang harus berada dalam kondisi online. Semakin banyak orang yang online, semakin besar tuntutan ISP untuk meningkatkan bandwith ke tulang punggung jaringan Internet. Semakin besar tuntutan untuk backbone, semakin besar pula tekanan untuk meningkatkan kapasitas jaringan Internet.

Berbagai cara juga sudah dilakukan untuk menghadapi membesarnya tuntutan yang berlapis-lapis ini. Pada tingkat pengguna, beberapa orang sudah mulai memikirkan untuk meningkatkan modem mereka ke perangkat ISDN (Integrated Services Digital Network) yang dikoneksi ke penyedia jasa telekomunikasi yang memiliki saluran-saluran ISDN.

Sekarang saluran ISDN dan perangkat koneksinya sudah tersedia secara luas dan terjangkau, cukup bagi para pengguna jaringan Internet yang serius dan bisa online dengan koneksi 64 kbps atau 128 kbps secara konsisten. Perangkat ini biasa disebut dengan modem digital ISDN atau adapter terminal ISDN dengan harga sekitar Rp 1 juta.

Kabel
Selain ISDN, ada juga jasa akses ke jaringan Internet yang disebut dengan modem kabel yang memanfaatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang sudah ada. Berbagai perusahaan di AS mulai mengembangkan cara bagaimana menyampaikan data dengan kecepatan tinggi serta jasa-jasa multimedia lainnya ke rumah-rumah.

Kabel televisi yang sekarang masuk ke rumah-rumah sebenarnya adalah kabel koaksial kapasitas tinggi yang mampu membawa sinyal-sinyal besar yang dibutuhkan oleh televisi analog untuk mengirim warna penuh, gerak penuh, serta penyiaran secara stereo. Namun demikian, operasi jaringan kabel tv sekarang ini masih bersifat satu arah. Tidak ada sinyal balik yang dimanfaatkan dari rumah ke operatornya, karena memang tidak dibutuhkan.

Untuk menjalankan jasa komunikasi data, seperti koneksi jaringan Internet, dibutuhkan komunikasi dua arah untuk permintaan dan tanggapan. Jawabannya adalah sebuah kotak baru yang disebut sebagai modem kabel yang dihubungkan ke televisi yang memungkinkan koneksi Internet dengan kecepatan tinggi.

Menjelajah WWW menggunakan modem kabel ini memungkinkan untuk mengambil situs-situs yang ada di jaringan Internet dalam waktu pendek atau dalam hitungan mikrodetik. Situs-situs WWW akan langsung tampil di layar dan tidak lagi secara perlahan-lahan seperti menggunakan modem biasa. Kecepatan yang bisa dicapai dengan model kabel ini bisa dimulai dan 10 Mbps dan bisa lebih tinggi lagi,atau 350 kali lebih cepat dibanding kecepatan yang bisa dicapai oleh modem biasa.

Namun demikian, masih ada beberapa persoalan dengan modem kabel jenis ini. Pertama, modem kabel ini masih dalam tahap uji coba dan penyetelan, dan belum siap untuk dikembangkan. Salah satu persoalan yang muncul dalam uji coba awal adalah penerimaan modem kabel terhadap tingkat kebisingan. Walaupun tidak menjadi persoalan bagi sinyal televisi analog, tapi akan mengacaukan transmisi data kecepatan tinggi.

Kedua, sebagian besar organisasi penyedia jasa modem kabel ini masih belum siap menghadapi berbagai persoalan yang masih dihadapi oleh pengguna komputer yang masih membutuhkan berbagai pertolongan penggunaan. Ketiga, dan mungkin yang paling penting, standarisasi perangkat ini masih terus dikembangkan, diperdebatkan, dan dinegosiasikan dengan badan-badan yang mengatur standarisasi.

Transmisi digital
Salah satu perkembangan lain adalah penggunaan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) yaitu Jasa transmisi digital yang beroperasi di jaringan telpon reguler. Jasa ADSL ini adalah sebuah teknologi transmisi baru yang menyediakan akses kecepatan bandwith 6 Mbit ke arah hilir (dari jaringan ke pengguna), dan kecepatan 640 kbps ke arah hilir.

Teknologi yang berkembang bersama ADSL ini adalah HDSL (High bit-rate Digital Subscriber Line) dan SDSL (Symmetrical Digital Subscriber Line). Kedua teknologi ini mampu memberikan koneksi kecepatan yang bisa mencapai lebih dari T1 (1,54 Mbps).

Teknologi lainnya disebut VDSL (Very high bit-rate Digital Subscriber Line) yang sedang dikembangkan oleh perusahaan Aware Inc. di Bedford, Massachusset, AS. Teknologi VDSL ini bisa mencapai 52 Mbps ke arah hilir dan 3 Mbps ke arah hulu. Bandwith berkecepatan tinggi ini dimungkinkan untuk digunakan di jaringan kabel tembaga yang disediakan oleh perusahaan telepon dari rumah ke kantor atau lainnya.

Namun demikian, masih ada beberapa persoalan yang dihadapi ADSL ini. Pertama, teknologinya masih mahal dengan rata-rata 1.000 dollar AS untuk setiap modem, dan dibutuhkan dua unit untuk setiap sirkuitnya. Kedua, kabel tembaga antara lokasi dan pusat perusahaan telepon harus terdiri dari kualitas yang terbaik, dan karena ada degradasi sinyal yang disebabkan oleh jarak, sekarang ini tidak bisa lebih dari empat kilometer.

Dan ketiga, ADSL adalah teknologi yang tidak mendukung switching. Di ujung kantor pusat perusahaan telepon –yang memberikan jasa ADSL ini -masih ada koneksi ”hard-wired” yang menghubungkan ke penyedia jasa, seperti ISP.

Generasi baru
Para penyedia tulang punggung jaringan Internet sekarang ini, seperti AT&T, MCI, Sprint, dan lainnya, sekarang berada di tengah-tengah upaya untuk mengimplementasikan tulang punggung jaringan generasi baru, yang didasarkan pada teknologi ATM. Agar mencapai potensi sepenuhnya, ATM menggunakan pengembangan teknologi lainnya supaya bisa memanfaatkan sepenuhnya teknologi transmisi optik yang disebut Synchronous Optical Network (SONET). Di Eropa, teknologi ini disebut SONET Synchronous Digital Hierarchy (SDH).

Karena menggunakan serat optik, SONET mempunyai kemampuan untuk melakukan kecepatan transmisi yang sangat tinggi. Pada fasilitas yang paling rendah, kecepatan transmisinya bisa mencapai 51,84 Mbps yang juga disebut dengan OC-1 (Optical Carrier Speed-1).

Para ilmuwan sekarang ini masih belum bisa memperkirakan berapa kecepatan yang bisa dihasilkan pada fasilitas yang paling tinggi. Dewasa ini, fasilitas serat optik yang tersedia adalah OC-48 yang beroperasi dengan kecepatan 2.488,3 Mbps.

Kombinasi ATM dengan kemampuan struktur SONET sekarang ini sedang diimplementasi oleh para penyedia jasa tulang punggung jaringan Internet, dan pada awalnya akan bisa mencapai koneksi OC-3 dengan kecepatan 155,5 Mbps. Penggunaan teknologi ATM/SONET ini diperkirakan akan sudah tersedia pada akhir tahun ini.

Penelitian lainnya yang sekarang sedang dilakukan untuk mencari pemecahan kemacetan dan kejenuhan jaringan Internet dewasa ini adalah di bidang photonic switching, mengubah gelombang cahaya tanpa melakukan konversi cahaya menjadi energi elektrik. Penelitian ini akan menghasilkan tulang punggung jaringan Internet dengan kecepatan yang tidak bisa kita bayangkan sekarang ini. Inilah upaya untuk memperbaiki akses di jaringan Internet. (Rene L Pattiradjawane di Beijing, RRC)

Sumber: Kompas, Rabu, 23 Juli 1997

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Balas Budi Penerima Beasiswa

Sejumlah anak muda bergerak untuk kemajuan pendidikan negeri ini. Apa saja yang mereka lakukan? tulisan ...

%d blogger menyukai ini: