Reaktor Daya Eksperimental; Batan Tuntaskan Desain Rekayasa Dasar Sendiri

- Editor

Sabtu, 29 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para perekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional berhasil menyelesaikan desain rekayasa dasar reaktor daya eksperimental secara mandiri. Upaya itu mampu menekan anggaran pembangunan reaktor riset tersebut hingga separuhnya.

Biaya pembangunan reaktor daya eksperimental (RDE) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berdasarkan desain konseptual yang disusun konsorsium perusahaan Jerman-Indonesia pada 2015 mencapai Rp 4,3 triliun. Padahal, reaktor itu hanya berkapasitas 10 megawatt termal (MWt) yang menghasilkan listrik 3 megawatt elektrik (MWe).

Mahalnya biaya mendorong para perekayasa Batan menyusun sendiri desain rekayasa dasar (BED) RDE, tidak bergantung pada negara lain. Hasilnya, biaya pembangunan RDE bisa ditekan menjadi hanya Rp 2,2 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meski teknologi nuklir adalah teknologi tinggi dengan sistem yang kompleks, nyatanya kami mampu menyelesaikannya,” kata Topan Setiadipura, ketua tim penyusunan BED RDE Batan, di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (28/9).

Kepala Batan Djarot S Wisnubroto mengatakan, BED yang disusun itu masih tahap awal. Selanjutnya, desain akan dikaji tim independen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) serta menjalani sejumlah uji untuk proses sertifikasi dari negara lain dan pemantauan Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Listrik dan panas
Masukan sejumlah lembaga itu akan digunakan untuk menyusun desain detail RDE hingga RDE siap dibangun pada 2020 dan beroperasi pada 2024. Saat beroperasi, RDE yang menggunakan reaktor temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR) akan difungsikan sebagai pembangkit listrik dan pembangkit panas.

Panas tinggi yang dihasilkan RDE bisa dimanfaatkan untuk desalinasi air laut, memproduksi hidrogen, memperkaya kalori batubara muda, pengoperasian sumur minyak tua, pemurnian mineral (smelter), hingga keperluan industri lain. “Fungsi gandanya membuat banyak negara tertarik mengembangkan HTGR, seperti Polandia dan Arab Saudi,” kata Djarot.

Reaktor RDE ini merupakan reaktor nuklir generasi keempat yang memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bahan bakar reaktor berupa bola-bola uranium diselubungi grafit yang sulit disabotase teroris. Reaktor juga otomatis berhenti beroperasi saat terjadi gempa. Keberhasilan penyusunan BDE ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor teknologi nuklir.(MZW)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 September 2017, di halaman 14 dengan judul “Batan Tuntaskan Desain Rekayasa Dasar Sendiri”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB