Ratusan Sumber Gempa Baru Ditemukan

- Editor

Rabu, 17 Mei 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para ahli menemukan ratusan jalur sesar baru yang sebelumnya tidak terdapat dalam peta gempa bumi nasional tahun 2010. Sebagian besar sumber gempa yang baru teridentifikasi ini berada di darat dan dekat dengan kawasan perkotaan. Data baru ini menjadi salah satu tambahan penting dalam memutakhirkan peta gempa bumi nasional 2017.

“Penambahan terutama untuk sumber gempa di zona sesar yang mencapai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Dari 81 jalur sesar darat yang tertera dalam peta gempa bumi nasional tahun 2010 kini menjadi 295 jalur sesar,” kata Guru Besar Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung Masyhur Irsyam, yang juga Ketua Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional, Selasa (23/5), di Jakarta.

Penambahan jalur sesar yang signifikan ini di antaranya berada di zona busur belakang (back arch) di perairan sebelah barat Pulau Sumatera yang memanjang hingga selatan Pulau Jawa. Zona ini berada di antara jalur sesar darat Semangko dengan zona subduksi Samudra Hindia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalur sesar lainnya yang baru teridentifikasi adalah sesar darat yang memanjang di kawasan pantai utara Jawa Timur hingga Jawa Barat. Sesar di darat ini berpotensi memicu gempa bumi yang bisa berdampak terhadap sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Semarang, dan Cirebon.

Sejumlah sesar baru juga ditemukan di Sulawesi dan Papua. Selain penambahan data tentang sesar darat ini, menurut Irsyam, timnya juga memperbaiki lokasi episentrum atau pusat gempa yang telah dipetakan sebelumnya. “Ada 12.000 titik episenter gempa yang direlokasi,” katanya.

Selain sumber gempa di zona sesar, pemutakhiran juga dilakukan untuk sumber gempa di zona subduksi. “Segmentasi sumber gempa di zona subduksi diubah, juga besarannya. Misalnya, di Sumatera sekarang menjadi lima segmen, dan jika satu segmen dulu maksimal potensi gempa M (magnitude) 8,6, sekarang menjadi M 8,9. Demikian juga kekuatan gempa di selatan Jawa juga naik,” kata Ketua Kelompok Kerja Geologi Tim Revisi Peta Gempa Nasional Danny Hilman Natawidjaja.

Danny, yang juga ahli gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengatakan, sejumlah sumber gempa baru ini sebelumnya tak teridentifikasi karena minimnya studi. Selain itu, sejumlah sesar teridentifikasi setelah terjadi gempa bumi, misalnya sesar Pidie Jaya yang memicu gempa bumi M 6,5 pada Desember 2016.

“Jika ada upaya penelitian yang sistematis, kemungkinan akan ditemukan lebih banyak lagi sesar yang sebelumnya tak terpetakan,” kata Danny.

Menurut Danny, data peta revisi gempa telah diperbarui berdasarkan data dasar yang lebih baik, yaitu dari katalog Pusat Studi Gempa Nasional yang merekam kejadian seluruh gempa bumi di Indonesia pada 1907-2016. Data juga diperbaiki berdasarkan studi sesar aktif terkini dengan memanfaatkan survei geolistrik dan paleoseismologi yang dilakukan tim geologi.

Danny mengatakan, peta gempa nasional ini idealnya terus dimutakhirkan seiring penemuan baru, juga kebaruan metodologi, serta teknik perhitungan. “Dari data penambahan sumber-sumber gempa ini, pada akhirnya akan dibuat peta gempa nasional,” katanya. Revisi data sumber gempa ini akan menjadi dasar perhitungan bagi penentuan Standar Nasional Indonesia untuk kekuatan konstruksi bangunan atau infrastruktur. (AIK)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Mei 2017, di halaman 18 dengan judul “Ratusan Sumber Gempa Baru Ditemukan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 36 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru