Ratusan Sumber Gempa Baru Ditemukan

- Editor

Rabu, 5 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Risiko Gempa Bumi Meningkat
Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 resmi diluncurkan di Jakarta, Senin (4/9). Ada penambahan sumber gempa baru berupa 214 patahan aktif, sebagian di antaranya melintasi kota-kota besar. Peta itu harus jadi dasar perencanaan dan perancangan bangunan.

“Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 ini akan jadi peringatan bagi perencana, terutama di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Peta ini diharapkan jadi rujukan dan diterapkan dalam perencanaan dan perancangan infrastruktur tahan gempa,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono saat meluncurkan peta ini.

Tantangan untuk mengantisipasi risiko gempa itu, misalnya, dalam pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung. “Sebanyak 60 persen jalur kereta cepat ini adalah jembatan, 30 persen terowongan, hanya 10 persen di permukaan. Kita juga membangun banyak bandara yang sebagian berada di jalur gempa. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peta gempa bumi 2017 ini merupakan pemutakhiran peta versi tahun 2010. Jika dalam peta sebelumnya hanya ada 81 jalur patahan aktif di Indonesia, dalam peta terbaru ini ditambahkan jadi 295 patahan aktif atau bertambah 214 sumber gempa baru.

Jika pada peta 2010 di Sumatera ada 19 sumber gempa, pada peta terbaru menjadi 55 sumber. Di Jawa, dari 10 sumber menjadi 37 sumber gempa. Di Sulawesi, dari 12 sumber gempa, kini jadi 48 sumber. Maluku dan Papua yang semula 12 sumber gempa menjadi 79 sumber. Adapun Nusa Tenggara dan Laut Banda yang semula belum teridentifikasi kini ditambahkan 49 sumber.

Ketua Tim Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 Masyhur Irsyam mengatakan, selain penambahan sumber patahan baru, timnya juga merelokasi lebih dari 12.000 pusat gempa. “Penambahan data baru karena kami memakai data dasar lebih baik. Sejak beberapa tahun terakhir studi sesar aktif dilakukan dengan berbagai metode,” ucapnya.

Meningkatkan risiko
Menurut Ketua Kelompok Bidang Geologi Danny Hilman Natawidjaja, dari aspek risiko bencana, penambahan sumber gempa baru di Jawa perlu mendapat perhatian serius. Itu karena sesar baru yang teridentifikasi melalui sejumlah kota besar padat penduduk, di antaranya Bandung, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Purwodadi, Cepu, dan Surabaya.

“Patahan Kendeng yang muncul di Jawa Timur bagian utara teridentifikasi menyambung dengan patahan Beribis di Jawa Barat. Kemungkinan sampai ke Jakarta, tapi bukti geologinya banyak tertutup endapan dan permukiman. Ke depan, kajian kemenerusan sesar di Jakarta perlu dilihat lebih rinci,” kata Danny.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (4/9). Terdapat penambahan jumlah sesar (patahan) dari 81 sesar aktif pada Peta Tahun 2010 menjadi 295 sesar aktif pada peta 2017.

Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Iswandi Imran mengatakan, pemutakhiran peta gempa Indonesia 2017 menunjukkan risiko gempa naik sehingga menuntut peningkatan persyaratan desain struktur bangunan. Jadi, standar nasional Indonesia tentang konstruksi bangunan tahan gempa akan diubah.

Sementara Mohammad Ridwan dari Pusat Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR mengatakan, revisi peta itu menuntut pembuatan mikrozonasi gempa. Mikrozonasi itu untuk menentukan karakteristik goyangan gempa spesifik demi kepentingan konstruksi bangunan dan perencanaan kawasan.

Masyhur menambahkan, penerapan peta sumber dan bahaya gempa itu amat penting untuk menekan risiko bencana. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban jiwa akibat bencana di Indonesia pada 1815-2016 yang tertinggi akibat gempa dan tsunami, yakni 57 persen di antaranya. Namun, penerapannya sulit, terutama bagi bangunan lama yang dibangun sebelum ada peta terbaru. (AIK)
————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 September 2017, di halaman 14 dengan judul “Ratusan Sumber Gempa Baru Ditemukan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB