Proyek Tol Cisumdawu Perlu Insentif Pemerintah untuk Menarik Investor

- Editor

Senin, 21 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari enam seksi yang menjadi bagian proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), pemerintah mengerjakan dua seksi. Hal itu menjadi insentif sehingga diharapkan menarik investor untuk berinvestasi pada empat seksi lainnya.

Hingga Sabtu (19/12), pemerintah tengah membangun seksi II dari Tol Cisumdawu, yakni antara Rancakalong dan Sumedang sepanjang 17,35 kilometer. Total panjang Tol Cisumdawu adalah 61,675 kilometer. Pemerintah juga akan membangun seksi I Tol Cisumdawu, yakni antara Cileunyi dan Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer. Untuk seksi I baru saja dilakukan tanda tangan kontrak antara pemerintah dan kontraktor. Seksi selanjutnya adalah seksi III Sumedang-Cimalaka (3,75 km), seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km), dan seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km).

Pemerintah mendahulukan membangun seksi II karena lahan di ruas tersebut sudah 80 persen dibebaskan. Selain itu, ruas itu akan dijadikan jalur alternatif selain jalan raya Bandung-Cirebon ruas Cadas Pangeran yang dikenal memiliki banyak tikungan tajam dan rawan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

55d56db7e8d44875973a5c9c11e35619KOMPAS/NOBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR–Proses konstruksi Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang- Dawuan), Sumedang, Jawa Barat, Jumat (18/12). Tol Cisumdawu direncanakan selesai pada 2019 untuk mendukung interkoneksi Bandara Kertajati, Majalengka.

Berdasarkan pantauan Kompas pada pembangunan tol seksi II di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, saat ini masih dilakukan pengerjaan pengerukan tanah. Jalan tol tersebut melintasi tanah yang berbukit-bukit dengan didominasi tanah merah yang bersifat lunak. Di beberapa ruas sudah dilakukan pembetonan jalan.

Selain tantangan berupa kontur tanah yang berbukit, pembangunan seksi II Tol Cisumdawu juga mendapat tantangan untuk menghubungkan antara bukit dan bukit yang dipisahkan sungai. Meski sungai yang melintas di bawah relatif kecil, diperlukan jembatan yang panjang. Setidaknya Tol Cisumdawu memerlukan 12 jembatan dengan bentang panjang jembatan 200-300 meter.

435bfe12edd24250aba842710452faaaKOMPAS/NOBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR–Proses konstruksi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jumat (18/12), di Sumedang, Jawa Barat. Tol Cisumdawu direncanakan selesai pada 2019 untuk mendukung interkoneksi Bandara Kertajati, Majalengka.

Karena kondisi itulah, diperlukan investasi yang tinggi. Total kebutuhan dana untuk pembebasan tanah sekitar Rp 2 triliun. Sementara kebutuhan dana untuk konstruksi sekitar Rp 12 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah telah membangun seksi II yang memerlukan investasi Rp 4,5 triliun yang 70 persen di antaranya, atau sekitar Rp 4 triliun, merupakan pinjaman dari Bank Exim Tiongkok. Meski kendaraan yang melintas mencapai 20.000 kendaraan per hari, tingginya investasi dapat membuat investor berpikir dua kali untuk masuk.

“Januari nanti kami akan mulai prakualifikasi lelang untuk empat seksi lainnya. Dengan dua seksi dikerjakan pemerintah, kami harapkan ini menarik investor untuk mau masuk,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini.

17a7cf7ef79a43ed95c2a346ed939da9Secara terpisah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, investor sangat memperhitungkan imbal hasil ke depan. “Kalau investasi untuk Tol Cisumdawu, perlu diperhitungkan berapa banyak orang yang mau lewat. Meski nanti akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Kertajati di Majalengka, apakah nanti orang akan otomatis pindah ke sana?” ungkap Agus.

Selain itu, menurut Agus, kondisi alam di Cileunyi yang berbukit-bukit menjadi tantangan tersendiri. Hal itu akan menambah biaya konstruksi. Oleh karena itu, menurut Agus, jika memang Tol Cisumdawu tidak layak secara finansial, pemerintah mesti mengambil alih. Namun, itu berarti akan menambah beban pemerintah.

NOBERTUS ARYA DWIANGGA M

Sumber: Kompas Siang | 19 Desember 2015

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 33 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB