Proyek Gedung Tertinggi Milik Tomy Winata Masuk Tahap Uji Tanah di SCBD

- Editor

Jumat, 1 Februari 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi anda yang mondar-mondir di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), akan terlihat mulai dibongkarnya gedung Automall di jantung kawasan SCBD. Gedung ini rencananya akan diratakan untuk dijadikan gedung tertinggi di Indonesia, Signature Tower setinggi 628 meter dengan 111 lantai.

Wakil Presiden Direktur PT Jakarta International Hotels & Development Tbk Santoso Gunara mengatakan, kegiatan pembongkaran itu bagian dari proses uji struktur tanah atau soil test di lokasi bakal berdirinya Signature Tower.

“Kita perlu area kerja untuk soil test dulu,” kata Santoso kepada detikFinance, Jumat (1/2/2013)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Santoso masih tutup mulut soal finalisasi pembiayaan konstruksi mega proyek ini yang nilainya mencapai US$ 2 miliar. Ia juga belum mau memastikan kapan groundbreaking proyek Signature Tower dimulai. “Belum,” katanya.

Sebelumnya Santoso pernah mengatakan para ahli gempa akan dilibatkan dalam proyek pembangunan menara Signature Tower. Para ahli gempa itu di antaranya berasal dari Jepang dan juga ITB (Institut Teknologi Bandung).

Proses pengerjaan soil test, akan dilakukan proses pengeboran 200 meter ke dalam tanah. Pihaknya ingin memastikan bahwa investasi membangun gedung dengan 111 lantai harus didukung oleh struktur lantai yang tak memadai.

Hasil uji tersebut akan menentukan desain pondasi menara yang lebih detail. Sehingga akan menentukan dalam menekan risiko terburuk jika adanya gempa bumi. Indonesia merupakan negara yang masuk dalam jalur gempa.

Signature Tower setinggi 628 meter akan dibangun di SCBD Jakarta, tepatnya di lokasi gedung Automall. Gedung Automall sebelumnya menjadi tempat penjualan mobil dan motor mewah berada di lokasi lot 6 kawasan SCBD. Gedung ini bagian dari Kawasan SCBD yang dikelola oleh oleh PT Danayasa Arthatama Tbk, yang salah satu sahamnya dimiliki oleh pengusaha Tomy Winata pemilik Artha Graha Network.

Tahapan-tahapan proyek ini sudah mulai terlihat setidaknya, pada 21 Mei 2012 yang lalu, PT Danayasa Arthatama Tbk, telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat

Rencananua gedung ini akan dilengkapi hotel super mewah di 20 lantai teratasnya. MGM Hospitality, dengan menggunakan ‘brand’ prestisiusnya yaitu Bellagio Hotel akan mengelola 290 kamar hotel supermewah.

Targetnya proyek ini akan selesai dalam kurun waktu lebih kurang 5 tahun. Besarnya nilai investasi dalam pembangunan Signature Tower ini diperkirakan akan mencapai tidak kurang dari US$ 2 miliar.  (hen/dnl-Suhendra – detikfinance)

Sumber: Detik.com, Jumat, 01/02/2013 13:20 WIB

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 32 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB