Home / Berita / BPPT Siapkan Teknologi Antisipasi Gempa Bumi di Kota-kota Besar di Indonesia

BPPT Siapkan Teknologi Antisipasi Gempa Bumi di Kota-kota Besar di Indonesia

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT melakukan kesiapan dalam mengantisipasi gempa bumi di kota-kota besar di Indonesia, Kamis (27/9/2018) di Jakarta.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT Hammam Riza mengungkapkan, total bencana di Indonesia sampai tahun 2017 sebanyak 2.341. Kota-kota besar di Indonesia berada di zona ancaman seismik yang tinggi.

Hammam mengatakan, teknologi harus berperan secara signifikan dalam upaya mengurangi risiko bencana gempa bumi. ”Produk-produk teknologi yang dihasilkan harus dapat diproduksi dengan biaya rendah, bersifat massal, memenuhi standar kualitas industri, dan memiliki keberlangsungan serta ketersediaan permanen,” ucapnya.

GITA SERE HUTAHAEAN UNTUK KOMPAS–Konferensi pers tentang kesiapan teknologi antisipasi gempa bumi di kota-kota besar Indonesia diselenggarakan di Jakarta, Kamis (27/9/2018). Hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Tri Indrawan, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Hammam Riza, Plt Kepala BPPT Wimphie Agung Nugroho, Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto, Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana Eko Widi Santoso, dan CEO Darta Corporation Darwis Manalu.

Inovasi teknologi kebencanaan, kata Hammam, merupakan kata kunci untuk mengoptimalkan peran teknologi sebagai bagian kesiapan dalam menghadapi bencana. Inovasi ini turut menumbuhkan kekuatan industri baru yang bergerak dalam bidang kebencanaan Indonesia.

GITA SERE HUTAHAEAN UNTUK KOMPAS–Workshop bersama pihak kementerian, lembaga, dan industri dalam kesiapan teknologi antisipasi gempa bumi di kota-kota besar, Kamis (27/9/2018) di Jakarta.

Beberapa produk yang menjadi inovasi teknologi unggulan dalam kesiapsiagaan kota-kota besar menghadapi gempa bumi adalah teknologi yang dikembangkan oleh BPPT. Teknologi ini dinamakan Sijagat (Sistem Kaji Cepat Risiko Gempa Bumi Gedung Bertingkat) dan Sikuat (Sistem Informasi Kesehatan Struktur Gedung Bertingkat). Ini merupakan teknologi penanggulangan kebencanaan yang dilahirkan Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana TPSA BPPT.

Perekayasa Utama BPPT, Mulyo Harris Pradono, menjelaskan, Sijagat digunakan untuk mengukur keandalan sebuah gedung terhadap ancaman gempa bumi dan memberikan solusi berupa rekomendasi. Adapun Sikuat menjadi sistem monitoring kesehatan gedung yang dilakukan dengan memasang segera diketahui langsung sesudah gempa bumi terjadi.

”Rentan tidaknya suatu gedung terhadap gempa bergantung pada kapan gedung itu dibangun dan apakah gedung yang dibangun itu sesuai standar tahan gempa. Jadi, yang kita ukur di sini adalah struktur gedung dengan kapasitas kekuatannya dan mekanisme kerusakannya,” ujar Mulyo.

Produk teknologi tambahan lainnya adalah teknologi maju cabie base tsunami meter, teknologi rumah komposit polimer tahan gempa, polintek antiseismic polymer technology, teknologi nonstructure rapid assessment, rapid timer, dan teknologi tanggap darurat biskuit neo dan arsinum.

Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana TPSA BPPT Eko Widi Santoso mengatakan, antisipasi gempa bumi di kota-kota besar ini melibatkan sejumlah kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, dan industri agar mulai aktif mengembangkan dan menciptakan inovasi dalam teknologi kebencanaan, khususnya gempa bumi. (GITA SERE HUTAHAEAN)–ADHI KUSUMAPUTRA

Sumber: Kompas, 27 September 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: