Keren! Arsitektur Empat Kampus di Indonesia Ini Unik

- Editor

Senin, 10 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan dengan arsitektur yang unik pasti akan menjadi perhatian semua orang, tidak terkecuali kampus.

Berikut empat kampus di Indonesia dengan arsitektur unik dan menarik perhatian:

1. Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Terlihat seperti stadium,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran ini memiliki konsep “Lembur Awi” yang diartikan sebagai kampung bambu. Bangunan melingkar ini mencerminkan potongan bambu.

Arsitek Yogi Yogama Suhamdan menggunakan filosofi bambu yang identik dengan masyarakat Sunda.

Filosofi bambu digunakan karena fungsinya yang fleksibel, seperti fungsi bagi kehidupan, penguat konstruksi tanah, penyimpan air, serta pemberi kerindangan dan keteduhan.

Penempatannya di tengah kompleks kampus juga tidak sembarangan, karena memiliki arti bahwa para rektorat kampuslah yang menjadi “pusat” Universitas Padjadjaran.

Bangunan ini resmi digunakan sejak awal tahun 2012.

2. The Crystal of Knowledge Universitas Indonesia
Bangunan ini adalah perpustakaan utama di Universitas Indonesia. Dengan luas 33.000 meter persegi, The Crystal of Knowledge memiliki lebih dari 6 juta koleksi buku dan dapat menampung 10.000 pengunjung sekaligus.

Seperti namanya, bangunan ini juga menyerupai kristal dengan bentuk yang tidak beraturan.

Diketahui, pembangunannya membutuhkan dana senilai Rp 170 miliar dan memakan waktu enam bulan.

Selain perpustakaan, The Crystal of Knowledge juga dilengkapi dengan fasilitas restoran, kafe, internet area, dan taman sementara di bagian atap gedung.

3. Universitas Multimedia Nusantara
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memiliki dua gedung yang ramah lingkungan.

Gedung New Media Tower dan PK Ojong-Jakob Oetama berbentuk seperti iglo dengan eksterior aluminium panel berlubang.

Hal ini agar cahaya matahari dapat masuk menerangi ruangan, dengan begitu dapat menghemat penggunaan listrik.
Selain itu, kedua gedung ini juga menggunakan konsep double skin facade yang dapat mengurangi panas hingga 70 persen. Penggunaan konsep ini juga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Pada 2019 silam, UMN meraih penghargaan Energy Efficient Building untuk kategori Tropical Building pada ASEAN Energy Award di Bangkok, Thailand.

4. Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar
Menara Pinisi adalah bangunan yang menyerupai layar Perahu Phinisi, perahu khas Bugis Makassar.

Gedung ini selesai dan mulai beroperasi sejak tahun 2013.

Ketika malam tiba, lampu gedung dengan 18 lantai ini akan berkelap-kelip dalam 12 warna yang mewakili setiap fakultas di Universitas Negeri Makassar.

Penulis : Thefanny
Editor : Hilda B Alexander

Sumber: Kompas.com – 09/09/2022

 

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 61 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB