Potensi Gempa di Selat Sunda Bisa Lebih Besar

- Editor

Selasa, 6 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa berkekuatan M 6,9 mengguncang selatan Selat Sunda, Banten pada Jumat (2/8) pukul 19.03.21 WIB. Gempa dengan sumber dangkal dan dirasakan cukup kuat hingga Jakarta ini sempat memicu peringatan dini tsunami, walaupun kemudian diakhiri tanpa terjadinya tsunami. Gempa ini relatif kecil dibandingkan potensi maksimal yang bisa terjadi di kawasan ini.

Guncangan gempa ini dirasakan di Lebak dan Pandeglang IV-V MMI; Jakarta III-IV MMI; Bandung, Serang, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Purwakarta, Bantul, Kebumen, II-III MMI; Nganjuk, Malang, Kuta, Denpasar, II MMI. Rekaman awal Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa disebutkan memiliki kekuatan M 7,4 dengan sumber sangat dangkal, yaitu 10 kilometer (km) di bawah Samudera Hindia sebelah selatan Banten. Pusat gempa pada koordinat 7.54 Lintang Selatan dan 104.58 Bujur Timur. Dengan parameter ini, BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami.

KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Rahmat Triyono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

mengatakan, gempa ini berpotensi tsunami dengan peringatan dini untuk wilayah: (1) Pandeglang Bagian Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter). (2) Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter). (3) Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter). (4) Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter). (5) Lebak dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter).

“Kepada masyarakat di wilayah dengan status “SIAGA” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Kepada masyarakat di wilayah dengan status “WASPADA” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai,” kata dia. Namun demikian, setelah data-data dari seismograf lebih banyak yang masuk, kekuatan gempa ternyata jauh lebih kecil. “Selanjutnya dilakukan pemutakhiran, kekuatan gempa menjadi magnitudo M 6,9.

Episenter terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, pada kedalaman 48 km,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Menurut Daryono, peringatan dini tsunami dikeluarkan berdasarkan data awal kekuatan gempa M 7,4. Oleh karena itu, setelah diketahui kekuatan gempa M 6,9, diyakini tidak ada tsunami. Pada pukul 19.03.25 WIB, akhirnya BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami. Semua tide gauge juga tidak menunjukkan adanya perubahan muka air sehingga dipastikan tidak terjadi tsunami.

Deformasi Lempeng
Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaitu kombinasi gerakan mendatar dan naik,” kata dia.

Sekalipun gempa kali ini tergolong cukup kuat, namun energi yang tersimpan di zona kegempaan di kawasan Selat Sunda sebenarnya jauh lebih besar. Peta Sumber Gempa Bumi Nasional yang dikeluarkan Pusat Studi Gempa Bumi Nasional (Pusgen)-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2017 menunjukkan, zona subduksi di segmen Selat Sunda-Banten memiliki potensi gempa maksimum hingga M 8,8.–AHMAD ARIF

Editor ANDY RIZA HIDAYAT

Sumber: Kompas, 3 Agustus 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB