Gempa di Selatan Banten dari Zona Subduksi

- Editor

Senin, 30 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala Richter yang terjadi pada Sabtu (28/11) malam bersumber dari zona subduksi. Guncangan terasa kuat di Bandung dan Jakarta karena pusat gempa cukup dalam sehingga spektrum getaran luas.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di Samudra Hindia di koordinat 7,32 Lintang Selatan-105,81 Bujur Timur, 77 kilometer arah selatan Pandeglang-Banten. Kedalaman hiposenter 75 kilometer.

“Meski pusat gempa dekat dengan darat, melihat kedalaman sumber, ini ada di penunjaman dua lempeng atau gempa subduksi, tepatnya di Lajur Benioff atas,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Minggu (29/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan gempa itu dirasakan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI), Bandung II-III MMI dan Jakarta II MMI. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa.

“Getaran gempa dirasakan hingga Bandung dan Jakarta karena sumbernya dalam sehingga spektrum luas. Kondisi tanah dua kota itu tersusun dari endapan aluvial beramplifikasi tinggi pada guncangan gempa,” ucapnya.

Mekanisme gempa menunjukkan sesar naik, yang jika kekuatannya besar memicu tsunami seperti terjadi di Pangandaran pada 2006. “Meski gempa ini dipicu patahan naik, karena kekuatannya kecil dan kedalaman menengah, gempa tak menimbulkan tsunami,” kata Daryono.

Peneliti dari Research Center for Disaster Mitigation Institut Teknologi Bandung Rahma Hanifa menambahkan, mekanisme gempa ini serupa gempa di selatan Jawa beberapa bulan lalu.

Seperti diberitakan Kompas, gempa terjadi beruntun Juli lalu di selatan Cilacap, Sabtu (25/7), dan selatan Pacitan, pada Minggu (26/7), dengan mekanisme sama, yakni arah pergeseran tegak lurus gerakan lempeng. Riset Rahma (2014), daerah selatan Jawa barat bisa dilanda gempa berkekuatan hingga M 8,7. Itu menurut riset dengan mengamati gerakan continuous GPS di barat Jawa dan selatan Sumatera. (AIK)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 November 2015, di halaman 13 dengan judul “Gempa di Selatan Banten dari Zona Subduksi”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 30 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB