Home / Berita / Pertarungan Menggaet Peminat Fotografi dan Videografi

Pertarungan Menggaet Peminat Fotografi dan Videografi

Asus akhirnya meluncurkan telepon seluler pintar ZenFone 2 untuk Asia Tenggara. Lokasinya bukan di Singapura, bukan pula di kota besar negara lain, melainkan di Jakarta pada Selasa 21 April lalu. Pilihan Asus meluncurkan produknya di Indonesia makin menguatkan asumsi bahwa pasar Indonesia memang masih berkembang pesat dan mudah menerima gelontoran produk ponsel baru di semua segmen.

Tak mengherankan jika suasana peluncuran ramai dengan wartawan dari berbagai negara. Acara peluncuran dikemas apik. Antusiasme media massa, bloger, dan peminat gawai tampak membeludak sejak awal hingga akhir.

CEO Asus Jerry Shen mengklaim ponsel tersebut sebagai ponsel pertama di dunia yang menggunakan RAM hingga 4 Gigabytes. Jerry menyebutnya sebagai tenaga monster dalam genggaman. ”Sejak meluncurkan seri ZenFone pada 2014, Asus ZenFone telah mendapatkan 238 penghargaan dari seluruh dunia,” kata Shen.

Intel President and General Manager Asia Pacific and Japan Robby Swinnen mengatakan, ZenFone 2 ini mengombinasikan kekuatan prosesor Intel Atom 64-bit dengan kecepatan hingga 2,3 GHz dan solusi LTE-Advanced Intel XMM 7260. ”Ini seperti komputer mainframe dalam bentuk ponsel,” katanya.

Media penyimpanan internal disediakan mulai dari 16 GB, 32 GB, hingga 64 GB. Rentang harga ponsel yang menggunakan sistem operasi Android Lollipop 5.0 ini dipasang cukup lebar, yakni mulai Rp 2,7 juta hingga Rp 4,5 juta.

KOMPAS/Amir Sodikin Asus meluncurkan ponsel pintar ZenFone 2 di Jakarta, Selasa (12/4/15). CEO Asus, Jerry Shen, mengklaim ponsel tersebut sebagai ponsel pertama di dunia yang menggunakan RAM hingga 4 GB. Peluncuran ini tak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk Asia Tenggara. KOMPAS/Amir Sodikin

 

ZenFone 2 memiliki ukuran tipis hanya 3,9 milimeter. Ukuran layar cukup lebar, yaitu 5,5 inchi, tetapi Asus mengklaim ukuran ini sama dengan ponsel lain berukuran 5 inci. Rahasianya terletak pada rasio layar dengan bodi yang mencapai 72 persen.

Di kalangan pengulas teknologi, prosesor Intel Atom dikenal sebagai penyumbang borosnya baterai ponsel. Kali ini, Asus mengantisipasi dengan menyematkan baterai berkapasitas 3.000mAh di ZenFone 2, yang diklaim tahan sepanjang hari. Teknologi BoostMaster akan mempercepat pengisian baterai.

Peluncuran ZenFone 2 melengkapi koleksi lini depan produk Asus di segmen ponsel pintar yang sebelumnya telah menjejali pasar, mulai yang berlayar 6 inci (ZenFone 6), 5 inci (ZenFone 5), dan 4 inci (ZenFone 4).

Tema ZenFone 2 adalah ”See What Other Can’t See” (lihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain). Tagline ini merujuk pada salah satu andalan Asus ZenFone 2, yaitu pada sistem kameranya. Asus mengandalkan teknologi PixelMaster Camera 2.0, yang disebut sebagai teknologi pencitraan unik yang dikembangkan Asus.

Resolusi kamera belakang cukup meyakinkan, yaitu 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel. Kedua kamera (belakang dan depan) diklaim zero shutter lag, atau sudah tak mengenal istilah lambat atau berjeda ketika mengambil gambar. Kualitas gambar disumbangkan terutama dari 5 elemen lensa yang diproduksi Largan Precision, yang konon dilengkapi filter infrared blue-glass.

Diafragma lensa termasuk lebar yaitu f/2.0 yang bisa diandalkan untuk kondisi pencahayaan minim, dilengkapi dual flash tone yang memberi efek warna natural. Di kalangan ponsel sekelas, diafragma sebesar ini akan berhadapan dengan Xiaomi Mi4 yang diafragmanya jauh lebih besar, yaitu f/1.8.

Meski demikian, dibandingkan pesaing dari produk-produk pesohor, seperti buatan Samsung dan Apple, spesifikasi ZenFone 2 ini masih unggul. Kamera iPhone 5 memiliki diafragma f/2.4 dan iPhone 5s dengan diafragma f/2.2.

Bukaan lensa kamera Samsung Galaxy S5 masih di bawah ZenFone 2, yaitu f/2.2, sama dengan kamera utama Samsung Galaxy Note 4 yang juga f/2.2.

Makin kecil angka yang tertera, makin besar diafragmanya atau makin bagus kemampuan menangkap cahaya masuk.

Sensor CMOS ZenFone 2 dengan sensitivitas tinggi diklaim dapat mengurangi noise sekaligus mampu menangkap cahaya lebih banyak.

Prosesor gambar memiliki 20 tahap pemrosesan piksel untuk memastikan hasil terbaik, baik untuk foto siang maupun malam dan di dalam ataupun di luar ruangan.

Tak hanya itu, dengan kamera PixelMaster, ZenFone 2 mengklaim secara otomatis bisa mengatur rasio dari kontras maksimum, yaitu dari titik paling terang sampai paling gelap dalam citra. ”Anda tetap bisa mengambil foto yang jernih meskipun dalam kondisi menantang cahaya (backlight),” begitu janji Asus.

Fitur lain adalah dua buah flash LED yang bisa mempertahankan warna alami di setiap foto. Mengakomodasi hobi selfie, ZenFone 2 menyematkan fitur Panoramic Selfie 140 derajat, yang memungkinkan banyak orang terekam dalam foto selfie. Fitur lain yang cukup serius adalah disediakannya resolusi gambar hingga 52 MP, dengan cara mengombinasikan empat foto 13 MP untuk membentuk satu citra yang 4x lebih jernih.

Membuktikan janji ZenFone 2
Ponsel ZenFone 2 diklaim memiliki fitur premium yang tak ditemukan di ponsel lain, bahkan menjadi ponsel pertama di dunia yang menyandang gelar ponsel dengan RAM mencapai 4 GB. Kompas sempat menjajal produk ZenFone 2 di booth Asus, di sela-sela acara peluncuran produk.

Dari sisi kecepatan menjalankan berbagai aplikasi, memang sudah tak ada istilah jeda atau lag lagi. Prosesor Intel Atom Quad Core dan RAM 4 GB menjadikan ponsel ini tak lagi memiliki isu kecepatan.

Kompas menjajal fungsi kamera ZenFone 2 pertama kali di pencahayaan minim. Impresi pertama dari kamera ZenFone 2 yang diklaim menyandang berbagai teknologi terkini yang mumpuni ini ternyata terasa biasa saja di pencahayaan minim. Tak ada sesuatu yang mengejutkan pada tes pertama
(lihat video ”Menjajal Kemampuan Kamera ZenFone 2”).

Menggunakan mode auto di pencahayaan minim, keunggulan ZenFone 2 dibandingkan produk lain tak terasa superior, baik untuk kualitas video maupun foto. Namun, harus diakui, untuk urusan kecepatan autofokus, ZenFone 2 unggul dibandingkan Samsung Galaxy Note 4 yang pernah digunakan penulis.

Tes kedua dilakukan di pencahayaan cukup. Ternyata, superioritas kamera ZenFone 2 baru bisa dirasakan dibandingkan produk pesaing. Autofokusnya terasa cepat dan bekerja instan, baik untuk foto maupun video (lihat video ”Menjajal Kemampuan Kamera ZenFone 2” di segmen Lego).

Warna-warna pada obyek foto pun keluar. Baik foto maupun video, mampu menghasilkan depth of field (DoF) sempit yang biasanya hanya bisa dihasilkan lensa-lensa kelas bagus di kamera DSLR (lihat foto-foto Lego di video ”Menjajal Kemampuan Kamera ZenFone 2”).

DoF secara awam bisa dijelaskan sebagai ruang tajam pada gambar yang dihasilkan kamera. DoF yang baik ini merupakan sumbangan dari bukaan f/2.0 yang sangat lebar di kelas kamera ponsel. Dengan diafragma yang besar (angka f kecil) akan didapatkan ruang tajam yang sempit, yang mampu menajamkan atau memfokuskan bidang obyek yang dipilih (seperti dalam contoh hasil pemotretan), demikian pula sebaliknya.

Arsip di Wikipedia menjelaskan, DoF merupakan ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. DoF yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DoF yang sempit berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur atau tidak fokus.

Tes kedua dilakukan di pencahayaan berlebih. ZenFone 2 memang jagoan di pencahayaan cukup. Namun, saat digunakan di pencahayaan berlebih, mode kamera auto tak mampu mereduksi cahaya yang melimpah.

Dampaknya, hasil video terasa berlebih dengan pencahayaan (lihat video ”Menjajal Kemampuan Kamera Zenfone 2” di segmen kereta mini).

Meskipun demikian, masih banyak fitur kamera ZenFone 2 yang belum sempat dicoba yang mungkin bisa digunakan untuk menyiasati berbagai kondisi pencahayaan. Terlepas dari kelemahan di pencahayaan minim dan pencahayaan berlebih, ZenFone 2 tetap pantas untuk menjadi penantang ponsel-ponsel pesaing di kelas premium.

Keunggulan favorit
Kamera ZenFone 2 memang belum mampu mengejutkan penulis, setidaknya di pengambilan gambar dengan pencahayaan minim dan berlebih. Namun, penulis menemukan kombinasi keunggulan kamera ZenFone 2 yang jarang ditemukan di ponsel dengan harga terjangkau.

Keunggulan itu setidaknya ada empat. Pertama, kecepatan auto fokus.

Kedua, auto fokus yang bisa disetel ketika mengambil gambar secara live. Ketiga, letak tombol rekam video dan jepret foto dalam satu tampilan antarmuka.

ZenFone 2 meletakkan tombol rekam video dan jepret foto pada satu antarmuka sehingga ketika beralih dari video ke foto dan sebaliknya bisa dilakukan dengan cepat tanpa memindah mode. Di ponsel lain, kita harus memindah mode dulu sehingga bisa ketinggalan peristiwa penting.

Keempat, sekaligus yang menjadi favorit penulis, ZenFone 2 juga memiliki fitur tombol pause atau jeda saat pengambilan video. Tombol pause ini tak sembarang ada di semua ponsel Android. Dengan adanya tombol pause, kita bisa mulai menggabungkan dan menyunting video sejak awal pengambilan gambar. Jadi, untuk menggabungkan beberapa klip, tak harus berpindah ke komputer untuk menjalankan program sunting video.

Terdengar sederhana, tetapi fitur ini akan menghemat waktu dan tenaga.

Jika kreatif, fitur pause bisa menggantikan proses pasca produksi tahap rough cut, yaitu proses sunting potongan-potongan klip-klip kasar yang belum rapi, tetapi sudah sesuai alur cerita yang diinginkan.

Pada tingkat tertentu, jika sudah terbiasa, fitur pause bahkan bisa menggantikan tahapan fine cut, yaitu proses sunting potongan klip-klip video yang sudah baik dan tersusun rapi, tepat sesuai waktunya, dan tepat sesuai dengan jalan cerita yang diinginkan.

Cara memanfaatkan fitur pause ini cukup sederhana, misalnya rekam gambar lebar atau wide beberapa detik kemudian pause, ambil gambar medium kemudian rekam beberapa detik lalu pause lagi, kemudian ambil gambar close-up atau dekat sekali lalu rekam beberapa detik, dan seterusnya.

Setelah semua klip yang direncanakan sudah direkam, tekan tombol utama, maka semua klip sudah tersambung menjadi satu. Rangkaian cerita dalam satu file atau berkas video pun langsung jadi, tanpa harus menyunting di komputer. Video kedua di tulisan ini diambil menggunakan ZenFone 2 dengan memanfaatkan fitur pause ini.

Maka, dengan cara sederhana itu, kita sudah mendapatkan rangkaian klip yang sudah ditata sejak ada di ponsel. Di jajaran ponsel Samsung, Anda juga akan menemukan tombol pause ini. Namun, di jajaran ponsel Xiaomi yang dikenal superioritas kualitas kameranya, tombol pause ini belum ada dalam menu kamera.

Menyasar segmen khusus
Cara Asus memperkenalkan ZenFone 2, dengan mengeksplorasi teknologi kameranya, harus diapresiasi. Di balik presentasi ZenFone 2 yang menembak segmen fotografi dan videografi, ada pesan kuat bahwa produsen ponsel harus mulai fokus mengembangkan produknya untuk kepentingan produktif, bukan sekadar mengejar tampilan gaya dan buat selfie semata.

Zenfone 2 di atas kertas telah memiliki modal untuk menarik peminat fotografi dan videografi, tetapi pekerjaan berat telah menanti, yaitu bagaimana mengedukasi para peminat tersebut untuk memanfaatkan teknologi kamera agar menghasilkan gambar maksimal. Agar spesifikasi di atas kertas bisa menjadi bukti, bukan sekadar alat pemasaran.
Amir Sodikin

Sumber: Kompas Siang | 25 April 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Melihat Aktivitas Gajah di Terowongan Tol Pekanbaru-Dumai

Sejumlah gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) melintasi Sungai Tekuana di bawah terowongan gajah yang dibangun ...

%d blogger menyukai ini: