Perlu Edukasi soal Keamanan Siber

- Editor

Rabu, 16 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejahatan dunia maya yang menimpa nasabah pengguna layanan perbankan internet kian mengkhawatirkan. Pihak terkait, seperti perbankan dan Bank Indonesia, perlu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang transaksi perbankan internet yang aman.

”Edukasi harus dilakukan karena banyak pengguna yang belum menyadari keamanannya. Pengguna internet di Indonesia kini lebih dari 85 juta orang. Kalau tak dikerjakan serius, sementara pengguna internet terus tumbuh, korbannya akan terus berjatuhan,” kata Direktur Eksekutif Information and Communication Technology Watch Donny Budi Utoyo, Selasa (15/9).

Menurut Donny, masih banyak pengguna internet, termasuk nasabah pengguna perbankan internet, tidak menyadari risiko keamanan itu. Akibatnya, mereka tak melakukan antisipasi, seperti tak memastikan perangkat yang mereka gunakan bebas dari malware atau virus dan tak memperbarui sistem operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia Sylvia W Sumarlin mengatakan, terkait makin banyaknya korban kejahatan siber yang melanda pengguna perbankan internet, desain teknologi informasi di perbankan tidak bisa disalahkan. Semua bank pasti sudah tunduk pada standar pengamanan perbankan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) dan perbankan internasional.

”Namun, tetap masih banyak hal yang perlu perbankan lakukan agar bisa menggunakan internet banking lebih aman, yakni edukasi pelanggan tentang transaksi aman,” kata Sylvia.

TIPS MENGGUNAKAN PERBANKAN INTERNET

  • Pastikan gawai bebas dari ”malware” dan virus.
  • Selalu gunakan antivirus dan antimalware yang ”up to date”.
  • Sering-seringlah mengganti ”password”.
  • Jangan gunakan komputer publik untuk transaksi sensitif perbankan (komputer di kafe, bandara, dan warnet).
  • Jangan gunakan Wi-Fi publik untuk transaksi perbankan.
  • Biasakan mengetik langsung URL ”address” atau alamat ”website” bank tersebut dari- pada mengklik URL dari surel.
  • Bank yang baik memiliki otentifikasi ganda untuk transaksi perbankan, misalnya dengan memberlakukan kode PIN atau ”password” temporer menggunakan “token key” untuk setiap tahap transaksi.
  • Selalu “log out” setelah mengakhiri transaksi.
  • Biasakan putuskan hubungan koneksi internet jika komputer atau laptop sudah tak digunakan.
  • Gunakan antivirus yang berlisensi.
  • Selau perbarui ”browser” setiap saat.
  • Selalu perbarui sistem operasi Anda karena sistem operasi yang tak diperbarui mudah dijangkiti ”malware”, ”spy- ware”, ”adware”, dan virus.
  • Jangan sembarangan meng- ”install” perangkat lunak.
    Meski demikian, di tingkat organisasi perbankan perlu perubahan cara kerja. Sylvia menyarankan setiap bank membangun pusat koordinasi untuk merespons berbagai insiden keamanan atau computer emergency response team (CERT).

CERT di setiap perbankan terkoneksi ke pusat koordi- nasi CERT yang dikelola asosiasi perbankan. ”Pada akhirnya, bank CERT ini terkoneksi lagi dengan institusi keamanan internet, seperti ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure),” ujarnya.

Sofwan Kurnia, salah satu deputi direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, saat hadir di Polda Metro Jaya, Minggu, menambahkan, selain modus penggunaan malware, ada juga modus pembajakan nomor kartu telepon genggam (kartu SIM).

Menurut Sofwan, pembajakan dilakukan dengan melaporkan kerusakan kartu SIM kepada operator seluler guna mendapatkan kartu baru. Setelah itu, pembajak akan mencari identitas pengguna dan kata sandi perbankan internet korban. ”Pada bank yang kebetulan tidak menjalankan ketentuan internal dengan baik, akan bisa diterobos. Dari Januari sampai September, ada dua atau tiga kasus pembajakan kartu SIM,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohamad Iqbal mengatakan, warga yang ingin memanfaatkan internet dalam berbagai transaksi keuangan wajib memahami sistemnya dengan benar. (RTS/AMR/RAY)
————————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 September 2015, di halaman 1 dengan judul “Perlu Edukasi soal Keamanan Siber”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 6 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB