“Internet Banking” Tak Sepenuhnya Aman

- Editor

Kamis, 21 Oktober 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem perbankan internet tidak sepenuhnya aman dari tindak kejahatan ataupun kesalahan sistem yang merugikan nasabah. Ketertutupan perbankan demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan nasabah membuat kasus-kasus perampokan melalui internet banyak yang tidak dilaporkan kepada polisi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia (ID-SIRTII) M Salahuddien Manggalany seusai seminar ”Pencegahan Perampokan di Internet Banking” dan peluncuran XecureBrowser di Jakarta, Rabu (20/10).

Berdasarkan pantauan ID-SIRTII, upaya gangguan terhadap sistem perbankan internet (internet banking) bisa mencapai puluhan kali per situs dalam satu hari. Kasus hanya terungkap apabila korban mengumumkan kerugiannya kepada publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsultan Senior Keamanan Internet Gildas Deograt-Lumy mengatakan, titik yang paling mudah diserang dalam sistem perbankan internet adalah nasabah. Selain karena pengamanan sistem di bank lebih baik, komputer yang digunakan nasabah umumnya dipakai untuk berbagai hal sehingga rentan diserang dan dikontrol pihak lain.

Apabila perampok berhasil mencuri sertifikat digital nasabah, sistem keamanan bank tidak akan mampu lagi melindungi data nasabah. Pihak yang mencuri data rekening nasabah itu akan bertransaksi melalui internet dengan bank tanpa pemilik rekening asli menyadarinya.

Sistem transfer antarrekening melalui internet umumnya tidak ada batasan, berbeda dengan transfer melalui anjungan tunai mandiri yang dibatasi. Karena itu, rekening nasabah bisa dikuras habis oleh perampok lewat internet.

Menurut Gildas, banyak bank yang alamat situs perbankan internetnya tidak jelas dan berbeda jauh dengan nama banknya. Hal ini membuat nasabah tidak memiliki rujukan pasti alamat situs perbankan internet.

Untuk membantu nasabah melindungi transaksinya melalui perbankan internet, XecureIT meluncurkan XecureBrowser yang bisa diunduh secara gratis di www.xecureit.com/xb. Alat ini bisa digunakan untuk bertransaksi perbankan lewat internet pada 30 bank di enam negara.

”Maksimal, XecureBrowser hanya bisa melindungi keamanan data nasabah selama transaksi internet banking hingga 50 persen. Namun, itu jauh lebih baik daripada mengakses langsung situs internet banking-nya,” katanya.

Proses pengembangan peranti lunak ini lebih lanjut diperkirakan akan mampu melindungi nasabah hingga 80 persen. Peranti ini tidak bisa melindungi nasabah secara penuh karena teknik gangguan yang dikembangkan perampok jauh lebih cepat.

Sayangnya, menurut Salahuddien, perbankan nasional enggan untuk diajak mengembangkan peranti lunak tersebut. Jika mengakomodasi peranti lunak tersebut, itu sama dengan mengakui bahwa sistem keamanan perbankan saat ini lemah.

Praktisi teknologi informasi, Onno W Purbo, menyarankan agar peranti lunak tersebut dipasarkan ke pasar internasional terlebih dahulu. Secara psikologis, perbankan nasional baru mau menggunakan sebuah sistem baru jika sudah digunakan secara internasional. (MZW)

Sumber: Kompas, Kamis, 21 Oktober 2010 | 04:49 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 7 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB