Pelajari Karakter Arus dan Topografi

- Editor

Rabu, 19 Februari 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua dari tujuh wisatawan asal Jepang, yang hilang saat menyelam di perairan Bali, kini masih dicari. Adapun lima wisatawan lain ditemukan selamat, Senin (17/2), di sekitar Manta Point, 20 kilometer lebih dari titik penyelaman terakhir di Mangrove Sekenan Point.

Para penyelam rekreasi yang semuanya perempuan itu memiliki catatan selam lebih dari 50 kali. Bahkan, dua di antaranya mengantongi sertifikasi selam master dan instruktur.

Bagaimana mereka yang telah berpengalaman mengalami kecelakaan? Ada beberapa faktor yang bisa memicu. Pertama, kondisi cuaca sangat mudah berubah. Kedua, ketidakakuratan perhitungan waktu dan lokasi penyelaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika memilih lokasi penyelaman yang sudah terkenal akan kekuatan arusnya, perhitungan menjadi modal kesuksesan penyelaman. Perairan laut Nusa Penida, tempat para turis Jepang menyelam, dikenal arusnya mudah berubah-ubah.

Therresia Gerungan Soetamanggala, pengelola operator selam lokal Octopus Dive di Nusa Lembongan (satu dari tiga pulau penyusun Nusa Penida), mengatakan, karakter perairan setempat yang berarus, membuat operator setempat hanya memiliki 4-6 jam waktu terbaik bagi tamu untuk menyelam.

”Dengan rentang waktu itu, sukar untuk membuat dive ke-3,” kata Therresia yang sering disapa Teh Thea.

Saat kejadian, Jumat (14/2), tujuh wisatawan Jepang itu mengunjungi tiga lokasi selam. Pertama di Manta Point (Manta Secret) kemudian ke Crystal Bay dan terakhir di Mangrove Sekenan Point.

Hari itu dilaporkan ada arus kencang dan turun hujan deras. Berdasarkan data pelayaran BMKG, tinggi gelombang setempat lebih dari 1,5 meter.

Mereka turun ke bawah air dari kapal sewaan Ocean Express sekira pukul 13.00. Namun, hingga berjam-jam berlalu, operator kapal Agus Tinus dan Gede Sukadana tak menemukan jejak gelembung para penyelam.

Arus bawah laut
Jika membaca grafik pasang-surut (tide chart ) dari www.indosurf.com.au hari itu adalah hari pertama sebelum bulan purnama. Pada pukul 13.00 ke 14.00 tinggi air pasang 1,62 meter, 1,30 meter, dan terus turun hingga 0,78 meter.

Perbedaan ketinggian pasang ini menjadikan perairan berarus. Pilihan satu-satunya untuk menyelam saat itu adalah menggunakan teknik penyelaman arus (drift dive).

Pimpinan penyelaman, tingkat instruktur, minimal master, harus bisa menentukan lokasi entry dan lokasi keluar yang disampaikan kepada penyelam lain juga bagi operator kapal.

Jika tak terencana, bisa-bisa penyelam dari Mangrove Sekenan Point terseret arus hingga Blue Corner Point yang berjarak sekitar 4 kilometer. Hal ini mengingat ujung Mangrove Sekenan adalah pintu Blue Corner.

Di Nusa Penida, Blue Corner lebih terkenal dengan julukan ”Jurassic Park”. Ini karena arusnya yang sulit diprediksi dan konturnya seperti lembah dan tebing lengkap dengan pemandangan ikan besar, seperti tuna, bullray, stingray, eagle ray,, manta ray, dan hiu.

Menurut Josaphat Sri Sumantyo, Guru Besar Universitas Chiba, Jepang, kepada Tribunnews.com, analisis synthetic aperture radar (SAR) menunjukkan terdapat arus bawah laut di Nusa Penida. Arus ini terjadi karena terdapat perubahan permukaan laut di Laut Jawa dan Samudra India. Pada musim tertentu mengalir ke selatan dan musim lainnya ke utara.

Kondisi alam seperti ini biasanya terbaca dengan baik oleh penyelam lokal. Karena itu, sebaiknya memanfaatkan pendampingan penyelam lokal yang mumpuni dan mengerti karakter arus dan perairan setempat. Ini membuat penyelaman rekreasi menjadi menyenangkan dan terhindar dari musibah. (ICH)

Sumber: Kompas, 19 Februari 2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB