Home / Berita / Optimalkan Kualitas Hidup Perempuan

Optimalkan Kualitas Hidup Perempuan

Sejumlah Terapi Bisa Mengatasi Keluhan akibat Menopause
Mutu hidup perempuan tetap bisa optimal meski mengalami penurunan hormon estrogen dalam proses alamiah yang disebut menopause. Pemahaman aspek psikis, fisik, dan terapi medis membantu perempuan melewati gangguan akibat folikel ovarium tak lagi bekerja.

Guru Besar Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof Muhammad Fidel Ganis Siregar, Jumat (7/7), di Medan, Sumatera Utara, mengatakan, rata-rata perempuan mengalami menopause pada usia 50,8 tahun.

Badan Pusat Statistik memprediksi, pada tahun 2020 akan ada 30,3 juta perempuan di Indonesia memasuki usia menopause. Sementara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan, pada 2025 ada 60 juta perempuan mengalami menopause. Riset lain menyebut, 51 persen perempuan menopause adalah perempuan pekerja.

Gejala menopause yang kerap terjadi adalah, nyeri otot dan sendi, letih atau hilang energi, kehilangan hasrat seksual, kerutan di kulit, sulit konsentrasi akibat rasa panas di tubuh, hingga osteoporosis atau pengeroposan tulang dan penyakit jantung. Gejala lain adalah sakit kepala serta pembesaran dan nyeri payudara. Secara psikologis, gejala menopause, antara lain depresi dan pelupa.

“Keluhan menopause menimbulkan rasa tak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan mutu hidup. Padahal, pada usia 40-65 tahun, perempuan mencapai puncak karier,” kata Fidel. Kasus perceraian di usia matang biasanya terjadi karena istri dan suami tak paham gejala menopause.

Banyak cara
Menurut Fidel, gejala menopause tidak perlu ditakuti, tetapi perlu disadari karena banyak cara untuk mengurangi keluhan menopause, seperti diet dan olahraga. Gaya hidup sehat dengan makan buah, sayur, serat gandum utuh, ikan, dan pangan rendah lemak perlu diterapkan.

Selain itu, perempuan dianjurkan membatasi konsumsi garam dan alkohol serta menghindari merokok. Konsumsi pangan yang memiliki substansi mirip estrogen amat disarankan seperti biji rami, kacang kedelai, tahu, yogurt kedelai, dan tomat.

“Kekayaan alam mendukung untuk mengurangi keluhan menopause,” kata Fidel. Dibandingkan dengan perempuan Eropa, terapi herbal lebih bagus diserap perempuan Asia. Perempuan Asia diuntungkan dengan sinar matahari yang terus ada yang baik bagi kekuatan tulang. Sementara olahraga yang dianjurkan adalah aerobik berintensitas 150 menit per minggu.

Terapi medis seperti sulih hormon bisa dilakukan, tetapi berisiko, seperti sindrom premenstruasi, mual, nyeri payudara, haid banyak dan nyeri, dan berat badan bertambah. Dalam jangka panjang, sulih hormon meningkatkan risiko kanker payudara. Karena itu, sulih hormon tak boleh lebih dari lima tahun.

Ke depan, terapi sel punca dan teknik revolusi DNA perlu dikembangkan untuk mengurangi keluhan menopause. Selama ini, efek jangka panjang menopause adalah osteoporosis. Sementara obat-obatan osteoporosis menimbulkan efek samping seperti gangguan ginjal sehingga terapi sel punca bisa dikembangkan.

Adapun teknik revolusi asam deoksiribonukleat (DNA) terbaru dengan Clustered Regularly Interspaced Palindromic Repeat (CRISPR-Cas9) diharapkan bermanfaat pada kondisi fisik perempuan menopause. Enzim Cas9 berpotensi mencegah penuaan sehingga kondisi fisik perempuan usia 50 tahun seperti berusia 20-25 tahun. Namun, belum ada riset tentang itu.

Guru Besar Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof Delfi Lutan menambahkan, terapi sel punca dilakukan dengan mencangkokkan sel baru dari sumsum tulang belakang ke dalam ovarium sehingga ovarium bisa berfungsi kembali. Pencangkokan itu tengah dikembangkan.

Selain menopause, ada andropause, yakni proses penuaan pada laki-laki, seperti perut membesar dan sendi mulai sakit. Namun, gejala pada pria tak terasa seperti pada perempuan. “Ini proses alamiah,” ucapnya.(WSI)
———————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Juli 2017, di halaman 14 dengan judul “Optimalkan Kualitas Hidup Perempuan”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Belajar dari Sejarah Indonesia

Pelajaran sejarah Indonesia memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari sejarah Indonesia, siswa ...

%d blogger menyukai ini: