Home / Berita / Muhammad Anis, Rektor UI 2014-2019

Muhammad Anis, Rektor UI 2014-2019

Universitas Indonesia harus berkontribusi memecahkan berbagai masalah bangsa untuk mendukung kemandirian bangsa. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang menyandang nama Indonesia, Universitas Indonesia bertekad memperkuat ilmu pengetahuan dan riset untuk menghasilkan teknologi serta kajian akademik sebagai masukan kepada pemerintah.


”UI adalah milik bangsa. Karena itu, kita perlu menjadikan UI sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam masalah nasional dan global. Kita harus membawa UI kepada keunggulan yang lebih tinggi lagi,” tutur Muhammad Anis, Rektor UI yang baru terpilih untuk periode 2014-2019. Anis mengungguli dua calon lainnya, yakni Mohammad Nasikin dan Rinaldy Dalimi, dalam pemungutan suara yang dilakukan Majelis Wali Amanat (MWA) UI, di Depok, Selasa (18/11).

rektor-UI-anisAnis yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat rektor UI mengatakan, UI mendukung kemandirian bangsa dengan menjadi perguruan tinggi otonom dan penghasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Komitmen ini diwujudkan dengan program penguatan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Di bidang penelitian akan dilakukan pengembangan penelitian dasar, penelitian penguatan teknologi untuk kemandirian, serta melakukan riset lintas ilmu dan riset terapan.

Dana riset
Anis menambahkan, UI menargetkan riset untuk publikasi ilmiah dengan jumlah 600 publikasi, paten, dan hak kekayaan intelektual tiap tahunnya. Dana riset UI tahun ini sudah mencapai 15 persen dari total pendapatan UI. Untuk mendukung ini, akan dibuat semacam klinik yang membantu peneliti mampu memenuhi standar publikasi internasional.

Ketua MWA Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, pemilihan rektor UI yang dipersiapkan sejak Agustus berjalan dengan baik. MWA menjalankan proses pemilihan yang transparan dan sesuai aturan. ”Pelantikannya masih dirancang,” kata Erry. (ELN)

Sumber: Kompas, 19 November 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: