Riset Tak Sebatas Publikasi

- Editor

Selasa, 8 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Inovasi dari Enam PTN Dikembangkan ke Dunia Industri
Riset perguruan tinggi jangan sampai terhenti sebatas publikasi ilmiah. Riset inovatif yang memberikan nilai tambah dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat serta mendorong kemandirian bangsa saatnya dibantu untuk segera dihilirisasi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Senin (7/3), di Jakarta, mengungkapkan, berdasarkan data 2010-2014, terdapat lebih dari 700 inovasi dari peneliti. Namun, yang dimanfaatkan industri tak sampai 10 jari. Karena itu, riset di PT mulai dipantau kesiapan teknologinya. “Yang sudah siap untuk masuk industri kami fasilitasi untuk bisa direalisasikan,” kata Nasir.

Nasir hadir menyaksikan penandatanganan kontrak dengan enam PTN badan hukum yang terpilih dalam program Inovasi PT di Industri Tahun 2016. Untuk program hilirisasi riset ini, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi mengalokasikan dana sekitar Rp 65 miliar. “Terima kasih untuk dukungan industri terhadap PT,” ujar Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kolaborasi
Pada tahun ini, Kemristek dan Dikti mendanai hilirisasi tujuh inovasi dari enam PTN. Setiap PTN mengembangkan kolaborasi dengan industri, PT, ataupun lembaga litbang lain hingga pemerintah daerah.

Ketujuh inovasi yang siap dihilirisasi yakni start up industri benih padi Institut Pertanian Bogor atau IPB 3S untuk mendukung swasembada pangan nasional, technomed factory yang menghilirisasi produk-produk alat kesehatan unggulan dari Universitas Gadjah Mada, serta produksi biodesel dari Universitas Indonesia. Selain itu, pengembangan industri pembibitan sapi lokal berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Maiwa Breeding Center Universitas Hasanuddin serta konsep inovasi desain fish carrier 30, 60, 200, dan 300 gros ton dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Adapun Institut Teknologi Bandung memiliki dua inovasi, yakni perangkat base station dan smartphone 4G serta pengembangan dan produksi radar nasional.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan, dukungan program inovasi PT di industri bersifat tahun jamak. Tahun depan, menurut rencana, dukungan diberikan untuk 23 inovasi. “Kami sudah sampaikan ke Bappenas agar dapat dukungan pendanaan,” ujarnya.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, PT ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa supaya nanti tak bergantung lagi pada sapi impor. Selain itu, PT membantu peningkatan kesejahteraan peternak.

Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, riset PT yang dimanfaatkan industri mendorong peneliti untuk terus berkarya. “Kita harus memperjuangkan kemandirian bangsa dengan memperkuat inovasi,” katanya. (ELN)
—-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Maret 2016, di halaman 11 dengan judul “Riset Tak Sebatas Publikasi”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 8 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB