Home / Berita / Minum Berlebih Turunkan Kesadaran

Minum Berlebih Turunkan Kesadaran

Konsumsi air minum secara berlebihan dalam waktu singkat memicu penurunan kesadaran. Pengeluaran air yang melewati batas kemampuan ginjal membuat kadar natrium tubuh berkurang. ”Kalau terlalu banyak, seseorang bisa pingsan,” kata Parlindungan Siregar, dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/3).

Parlindungan menjelaskan, kemampuan normal ginjal dalam mengeluarkan air 400-600 mililiter per jam. Asupan air yang melebihi kemampuan pengeluaran urine oleh ginjal menyebabkan gejala hiponatremia. Kondisi itu terjadi saat konsentrasi garam (natrium) dalam tubuh rendah atau kurang dari 136 miliekuivalen pada tiap volume larutan (mEq/L) darah. Pengenceran natrium mudah terjadi pada orang yang mengonsumsi air 3-4 liter dalam waktu singkat. ”Kesadaran menurun akibat edema sel otak (peningkatan volume cairan di luar sel otak),” katanya. (B08)
———————–
Kuda Ciptakan Cara Mendapat Sesuatu

Jika terkait urusan perut, kuda (Equus caballus) bisa mengabaikan petunjuk dari manusia dan memilih memakai caranya sendiri. Itu menunjukkan, kuda bisa berkreasi untuk sesegera mungkin mendapat sesuatu yang menyenangkan. Paola Lovrovich dan tim mengungkapkan hal itu dalam riset yang dipublikasikan di Applied Animal Behaviour Science, 28 Februari 2015. Anggota tim peneliti, Paolo Baragli dari Universitas Pisa, Italia, mengatakan, jika seekor hewan tak mengerjakan tugas sesuai perintah manusia, tak berarti hewan itu tak mampu. ”Kemungkinan, hewan itu menggunakan strategi selain yang diperintahkan,” ucapnya. Sebanyak 24 kuda terlibat dalam riset, dan dilatih mendekati ember terbalik yang dalamnya ada wortel. Kuda-kuda di kelompok pertama harus menemukan wortel setelah seseorang berdiri di dekat ember. Kelompok kedua harus menemukan wortel tanpa petunjuk. Kuda di kelompok pertama menuju ember berisi wortel, tapi menghabiskan waktu lebih banyak dibandingkan kelompok kedua. (BBC/JOG)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Maret 2015, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: