Mikroorganisme Lokal untuk Industri Pangan

- Editor

Rabu, 16 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain dikenal sebagai mega-biodiversitas flora dan fauna, Indonesia juga menyimpan kekayaan ragam jenis mikroorganisme yang sangat penting untuk industri makanan.

37AA641C-C1D5-44DA-9C06-3F4A818AF5AF_1571144401-720x540Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Prof Endang Sutriswati Rahayu menjelaskan tentang peluang mikroorganisme lokal sebagai bahan baku probiotik dalam Pre-Kronfrensi Pangan ASEAN ke-16 di Denpasar, Bali, Selasa (15/10). Kompas/Ahmad Arif

Selain dikenal sebagai mega-biodiversitas flora dan fauna, Indonesia juga menyimpan kekayaan ragam jenis mikroorganisme yang sangat penting untuk industri makanan. Namun potensi besar ini belum dioptimalkan karena lemahnya kerja sama riset antara dunia akademisi dengan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi besar kekayaan jasad renik atau mikroorganisme untuk industri makanan ini disampaikan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Endang Sutriswati Rahayu, dalam diskusi, menjelang Konferensi Pangan ASEAN yang ke-16 di Denpasar, Bali, Selasa (15/10).

Menurut Endang, berbagai kajian menunjukkan pentingnya gut microbiota atau mikroorganisme yang hidup di pencernaan dalam mendukung kesehatan tubuh. Beberapa peran penting jasad renik yang jumlanya mencapai miliaran di tubuh kita ini adalah menstimulasi sistem imun, selain membantu proses metabolisme.

Beberapa studi juga menunjukkan, mikrobiota pencernaan juga terkait dengan beragam persoalan kesehatan, mulai dari obesitas hingga risiko diabetes. Kesehatan bisa terganggu jika keseimbangan jumlah dan keberagaman mikrobiota ini terganggu.

Endang mengatakan, konsumsi makanan yang terfermentasi, contohnya susu yang terfermentasi Lactobacillus atau biasa disebut yogurt, memberikan efek baik bagi mirkrobiota usus. Makanan yang mengandung mikroorganisme hidup yang tetap aktif saat dikonsumsi hingga mencapai usus ini disebut probiotik.

“Selama ini probiotik sudah banyak ditemui di pasaran di Indonesia, dalam berbagai produk. Namun, belum ada yang bersumber dari probiotik dari bahan baku mikroorganisme lokal. Padahal, kita adalah negara mega biodiversity dan kita juga punya banyak makanan fermentasi yang bisa menjadi sumber probiotik ini,” katanya.

Oleh karena itu, sejak tahun 1995, Endang telah berupaya mengisolasi mikroorganisme lokal. Selain penghasil probiotik, mikroorganisme ini juga sebagai penghasil bacteriocin atau pengawet alami.

Dari sayuran dan buah-buahan lokal, feses bayi sehat, dan beragam makanan terfermentasi di Indonesia, bisa diiosolasi sekitar 500 isolat. Kemudian diseleksi sebagai culture starter, pengawet dan probiotik.

Dari 21 jenis makanan tradisional di Indonesia, didominasi oleh Lactobacillus plantarum. Ternyata hal ini juga ditemukan di feses manusia dengan sampel di Yogya dan Bali. “Ini menunjukkan bakteri ini L. plantarum merupakan bakteri yang sangat dominan di Indonesia, sehingga diperkirakan ini cocok untuk bahan probiotik di Indonesia,” ungkapnya.

Sejak tahun 2000, Endang dan tim peneliti UGM, mulai mengembangkan L. plantarum sebagai bahan probiotik. Pada waktu yang sama, beberapa peneliti di luar negeri, seperti Malaysia dan Taiwan juga mengembangkan L. plantarum yang diambil dari makanan fermentasi mereka, namun memiliki strain yang berbeda di Indonesia.

Kerja sama
“Sejak lima tahun terakhir, kami mulai bekerja sama dengan sejumlah industri untuk menerapkan probiotik lokal ini dan menerapkannya untuk beberapa produk makanan dan minuman, misalnya yogurt, coklat dan keju,” kata Endang.

Menurut dia, saat ini sudah ada industri yang mulai tertarik menggunakan bakteri L. planterum. Namun, sebagian besar industri di Indonesia cenderung hanya mau menerima produk jadi yang siap dipasarkan atau memilih impor probirotik dari luar negeri.

“Saat ini pemerintah memberi peluang dana riset dan ini patut diapresiasi. Namun, untuk mengembangkan hasil riset sehingga bisa jadi produk untuk dipasarkan butuh studi lanjutan termasuk riset pasar. Saya berharap industri besar di Indonesia mulai mengalokasikan dana untuk riset, ini misalnya di Jepang sudah mengalokasikan sebagian keuntungan untuk dana riset,” kata dia.

Sementara itu, Prof Purwiyatno Hariyadi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, peneliti perlu memahami perubahan tren fokus industri makanan. Jika pada tahun 1970-1980-an, fokus industri adalah memproduksi pangan dan efisiensi. Di antaranya dengan melakukan otomatisasi.

Sejak tahun 1990-2000, industri pangan mulai fokus pada memberikan pelayanan dan sejak 2000-2010 selain produksi dan pelayanan, juga mulai memperhitungkan aspek peduli pada kesehatan, lingkungan , dan petani.

“Saat ini, industri mulai fokus pada nutigenomic atau produk spesifik untuk tiap orang Dengan kemajuan layanan daring saa ini satu keluarga bisa pesan makanan yang berbeda,” ujarnya.

Oleh AHMAD ARIF

Editor EVY RACHMAWATI

Sumber: Kompas, 16 Oktober 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB