Bakteri Menyehatkan

- Editor

Kamis, 9 Februari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmuwan Barat menyebutnya gut microbiome. Dalam bahasa Indonesia, orang mengenalnya sebagai flora usus. Inilah populasi mikroba yang hidup dalam usus kita, yang jumlahnya mencapai puluhan triliun mikroorganisme-termasuk sedikitnya 1.000 spesies bakteri yang sudah diketahui dengan lebih dari 3 juta gen-yang membantu pencernaan.

Meski sudah dikenal sejak pertengahan 1880-an dengan ditemukannya bakteri yang lalu dinamai Escherichia coli sesuai nama penemunya, Theodor Escherich, dokter anak dari Austria, riset serius tentang flora usus baru berlangsung di era modern.

Pada abad ke-20, berbagai mikroorganisme berhasil diisolasi dari rongga hidung, tenggorokan, kulit, saluran pencernaan, dan saluran kemih sebagai bagian dari mikroorganisme manusia. Hal itu yang kemudian mendasari penelitian secara intensif flora usus pada abad ke-21.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian terbaru flora usus seperti yang dipublikasikan BBC Two berlangsung di Inggris dengan 30 responden sukarelawan. Adalah Dr Michael Mosley yang memimpin penelitian itu dalam Trust Me, I’m a Doctor, program televisi yang digemari di Inggris, bekerja sama dengan Rumah Sakit NHS Highland yang berlokasi di Inverness, Skotlandia.

Penelitian berawal dari banyaknya produk makanan dan probiotik yang ditawarkan di pasar. Produk probiotik berarti mengandung ragi dan bakteri hidup, biasanya disertai klaim akan membuat kinerja flora usus jadi lebih baik. Betulkah demikian?

Untuk membuktikannya, responden dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama mencoba minuman probiotik di pasaran, yang biasanya mengandung satu atau dua spesies bakteri dan diharapkan bisa berkembang biak di usus. Kelompok kedua mencoba minuman fermentasi tradisional yang disebut kefir yang mengandung sekelompok bakteri dan ragi.

Kelompok ketiga mengonsumsi makanan kaya serat prebiotik yang disebut inulin. Prebiotik adalah substansi yang dapat dimakan bakteri baik dalam usus kita. Sementara inulin banyak diperoleh pada artichokes, akar chicory, dan keluarga bawang: bawang merah, bawang bombai, serta bawang putih. Mereka mengonsumsi makanan sesuai dengan kelompoknya dan diamati selama empat minggu.

Ternyata pada kelompok yang mengonsumsi minuman probiotik ada bakteri yang berubah sedikit, yakni Lachnospiraceae sp.Namun, pada kelompok kedua dan ketiga ada perubahan signifikan. Pada kelompok yang mengonsumsi makanan kaya prebiotik dan inulin, jumlah bakteri baik bagi kesehatan usus bertambah. Temuan itu sejalan dengan hipotesis penelitian.

Temuan paling menarik adalah pada kelompok yang mengonsumsi kefir. Di pencernaan mereka berkembang bakteri Lactobacillalessp yang dikenal baik untuk kesehatan usus. Bakteri itu juga menolong para pelancong saat terkena diare dan menetralisasi mereka yang menderita intoleransi laktosa.

Makanan fermentasi secara alami memang lumayan asam. Dengan demikian, mikroba yang ada menyesuaikan diri sehingga bisa berkembang biak di dalam pencernaan dan akhirnya memperbaiki kinerja usus.

Dengan demikian, mereka yang ingin sehat pencernaannya sebaiknya memilih makanan dan minuman yang difermentasi secara tradisional karena masih kaya bakteri. Menurut Dr Paul Cotter dari Universitas Roehampton, makanan yang difermentasi secara modern biasanya juga dipasteurisasi. Akibatnya, banyak bakteri baik jadi mati.

Ingin sehat? Mungkin ini saatnya mengonsumsi makanan dan minuman yang difermentasi.–AGNES ARISTIARINI
———————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Februari 2017, di halaman 14 dengan judul “Bakteri Menyehatkan”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Ketika Ijazah Analog Diperdebatkan di Dunia Digital
Terkubur untuk Hidup
Berita ini 135 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB