Mikrobioma Hambat Serangan ALS

- Editor

Jumat, 26 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mikrobioma atau jasad renik di usus mamalia, termasuk manusia, semakin disadari pentingnya bagi kehidupan. Kajian terbaru menunjukkan, mikrobioma tertentu dapat memperlambat serangan amyotrophic lateral sclerosis, yaitu penyakit yang menyerang sistem saraf otak dan tulang belakang.

SUMBER: WEIZMANN INSTITUTE OF SCIENCE–Strain mikrobioma usus yang terbukti mampu menghambat perkembangan penyakit ALS.

Penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS), yang juga dikenal sebagai Lou Gehrig, bisa menyebabkan jaringan otot lumpuh hingga kematian. Penyakit ini tergolong langka dan sejauh ini dianggap belum bisa disembuhkan. Salah seorang tokoh yang terserang ALS adalah fisikawan Stephen Hawking, yang selama bertahun-tahun mengalami kelumpuhan dan meninggal pada 2018.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, penelitian Eran Blacher dan Eran Elinav dari Immunology Department Weizmann Institute of Science serta tim yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 22 Juni lalu memberikan harapan baru. Eksperimen terhadap tikus yang diberikan strain mikroba usus tertentu terbukti mampu menghambat serangan ALS. Temuan ini berpeluang diterapkan pada pasien manusia.

”Kajian kami untuk melihat kaitan mikrobioma dengan kesehatan manusia dan penyakit terkait otak,” kata Eran Elinav dalam laman Weizmann Institute of Science.

Serangkaian percobaan menunjukkan, gejala penyakit ALS pada tikus memburuk setelah diberi antibiotik spektrum luas untuk menghilangkan sebagian besar mikrobioma mereka. Hasil ini mengisyaratkan adanya hubungan potensial antara perubahan mikrobioma dan percepatan perkembangan penyakit ALS pada tikus. Selanjutnya, dengan menggunakan metode komputasi, para ilmuwan mengarakterisasi komposisi dan fungsi mikrobioma pada tikus yang rentan terhadap ALS dan membandingkannya dengan tikus biasa.

Memperlambat perkembangan penyakit
Mereka mengidentifikasi adanya 11 strain mikroba yang berubah pada tikus yang rentan terhadap ALS ketika penyakit ini mulai berkembang. Para ilmuwan mengisolasi strain mikroba ini dan memberi mereka satu per satu dalam bentuk suplemen seperti probiotik. Akhirnya, ditemukan satu strain, yaitu Akkermansia muciniphila, secara signifikan memperlambat perkembangan penyakit pada ALS tikus dan memperpanjang kelangsungan hidup mereka.

Seperti diketahui, usus manusia menyimpan lebih dari 100 triliun sel mikroorganisme. Kumpulan bakteri, jamur, dan virus ini hidup di dalam usus dan membentuk sistem ekologi yang dikenal sebagai mikrobioma saluran pencernaan (gut microbiome). Hidup mereka bergantung pada apa yang kita makan, sebaliknya hidup kita juga ditentukan mereka.

Beragam penelitian sebelumnya menemukan, komposisi dan jenis mikrobioma berperan penting terhadap munculnya diabetes, alergi, autisme, hingga obesitas. Secara sederhana, semakin beragam dan berimbang mikrobioma, semakin baik bagi tubuh. Penelitian Eran Blacher ini semakin menunjukkan peran penting mikrobioma.–AHMAD ARIF

Editor YOVITA ARIKA

Sumber: Kompas, 25 Juli 2019

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 36 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB