Home / Artikel / Mengatasi Infertilitas Pria dan Wanita

Mengatasi Infertilitas Pria dan Wanita

MEMILIKI anak dari hasil perkawinan adalah dambaan setiap pasangan suami-istri. Namun, bagaimana bila buah hati yang diharapkan tak kunjung hadir, ada beberapa faktor menjadi penyebab mengapa pasutri sulit mendapatkan keturunan. Inilah yang kemudian dikatakan sebagai permasalahan infertilitas atau sulit mendapatkan keturunan.

Untuk mengetahui dengan pasti apa faktor penyebabnya, ada baiknya pasangan suami istri melakukan konsultasi kepada dokter. Dan datang ke klinik infertilitas adalah suatu cara yang bisa ditempuh oleh pasutri dengan keadaan tersebut.

Diperkirakan, saat ini masalah infertilitas dialami oleh 15 – 20 % pasangan usia subur dengan berbagai tingkat kesulitan, kemungkinan memiliki keturunan akan semakin berkurang dengan bertambahnya usia, tidak teratur dalam menjalani pengobatan dan keterbatasan informasi. Infertilitas dapat disebabkan kelainan pada istri, pada suami atau keduanya.

Menurut dr. Arie Sutanto Sp.OG, dokter spesialis kandungan RS Telogorejo Semarang, yang dimaksud dengan infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memiliki keturunan setelah satu tahun perkawinan dengan melakukan hubungan suami istri secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Untuk penyebabnya bisa didapatkan dari faktor istri, faktor suami dan ternyata perannya hampir sama besar. Prinsipnya yang perlu diperhatikan adalah perlunya usaha bersama pasangan untuk menjadi subur, karena saat ini sering terjadi kesalahpahaman bahwa ketidaksuburan penyebabnya pihak istri saja, banyak pria yang sama sekali tidak siap menerima kenyataan bahwa juga dapat mengalami masalah reproduksi.

”Untuk itulah, jika setelah satu tahun belum mendapatkan keturunan usahakan konsultasi dengan dokter agar tahu apa penyebabnya, segera periksa karena usia reproduksi untuk wanita lebih terbatas yaitu usia 20-30 tahun dan pada usia di atas 30 tahun, produksi sel telur sudah menurun. Selain itu, bagi pasangan muda jangan menunda kehamilan terlalu lama jika usia sudah di atas 30 tahun, karena semakin bertambah usia semakin sulit pengobatannya, ditambah kemungkinan risiko kelainan anak untuk mengidap down syndrom semakin tinggi pula,” terangnya.

Pada Infertilitas pria, yang sering ditemui adalah masalah kualitas sperma yang di bawah standar. Infertilitas tersebut kebanyakan timbul justru dari gaya hidup tidak sehat pria itu sendiri. Misalnya saja kebiasaan merokok, kebiasaan minum beralkohol, penggunaan narkoba, terlalu sering berendam air panas dan berganti-ganti pasangan. Kebiasaan buruk tersebut akan merusak kualitas sperma tersebut. Untuk mengetahui apakah air mani sehat atau abnormal, dapat dilakukan analisis sperma (semen analysis), yaitu memeriksa air mani segar, untuk menghitung volume, jumlah (berapa yang cacat, berapa yang masih hidup), dan laju pergerakannya. Dari situ akan disimpulkan apakah air mani fertile (subur), subfertile (kurang subur), ataukah steril (tidak subur).

ìSetelah dilakukan analisis akan ditemukan faktor-faktor kelemahan sperma tersebut, semakin banyak faktor kelemahan air mani ditemukan, semakin sukar sperma membuahi sel telur istri. Penyebabnya bisa oleh kelainan di buah zakar (testis), atau bisa karena tiadanya hormon (di otak), yang fungsinya ikut merangsang pembentukan sperma, adanya infeksi, atau sumbatan pembuluh balik testis (varikokel). Kemudian kelemahan tersebut dapat diobati dengan obat-obatan atau tindakan operasi jika diperlukan,îujarnya.

Sedangkan infertilitas pada wanita lebih beragam. Penyebabnya antara lain kesehatan saluran indung telur yaitu terkena infeksi atau tidak, kesuburan ovulasi yaitu sel telur yang di rahim itu subur atau tidak perlu dikhawatirkan misalnya jika mensnya tidak teratur, ada gangguan organ misalnya mioma atau kista, adanya penyakit di daerah panggul ataupun faktor penyakit penyerta secara umum misalnya orang yang menderita kencing manis atau kelainan kesehatan lain yang mempengaruhi infertilitas pada wanita.

”Untuk pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk wanita misalnya dengan HSG ataupun USG untuk pemeriksaan saluran indung telur, papsmear untuk melihat adanya infeksi atau tidak pada mulut rahim (cervix) dan pemeriksaan hormonal. Sedangkan pengobatan yang dapat dilakukan, jika saluran indung telur (tuba falopi) buntu dan belum terlalu berat dapat diperbaiki dengan bedah rekonstruksi, jika ada kista ataupun mioma maka sebaiknya diangkat, jika ada infeksi dapat diterapi dengan obat-obatan dan jika kurang kesuburan maka diberikan obat-obat yang meningkatkan kesuburan,” tambahnya.

Sedangkan bayi tabung merupakan cara terakhir yang dapat digunakan, meski keadaan suami dan istri telah fertil tetapi sperma tetap tidak dapat menembus sel telur atau tidak dapat bertemu karena saluran indung telur istri buntu, untuk itulah program bayi tabung merupakan cara yang dapat ditempuh. Program bayi tabung dilaksanakan dengan membuat fertil istri lalu sel telurnya dipanen (ovum pick up) kemudian sperma suami juga diambil dan disatukan ke dalam suatu piring preparat (Petri) setelah menjadi embrio di hari ketiga sampai kelima, selanjutnya dimasukkan lagi ke dalam rahim istri.

Bagi Anda yang ingin lebih dalam mengetahui solusi untuk mengatasi permasalahan seputar ketidaksuburan atau sulit mendapatkan keturunan, Anda dapat berkunjung ke klinik infertilitas dan bayi tabung RS Telogorejo Semarang. Klinik infertilitas dan bayi tabung adalah suatu pelayanan yang ditangani oleh para ahli dibidangnya untuk membantu pasangan suami isteri yang mengalami kesulitan memiliki keturunan dengan memberikan pelayanan teknologi reproduksi berbantu terkini. Info lebih lanjut Anda dapat menghubungi Unit Infertilitas RS Telogorejo, Jalan KH. Achmad Dahlan Semarang Telp. (024) 8448448 / 8446000 / 8446444 ext. 5407 atau Hotline Service 24 Jam RS Telogorejo 081 6666 340. (Dela) (/)

Sumber: Suara Merdeka, 7 April 2013

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pendidikan Tinggi Indonesia dalam Masa Pancaroba

Dalam keadaan kini, saat kita semua merasa tertekan oleh pembatasan yang dikenakan karena Covid-19, dunia ...

%d blogger menyukai ini: