Home / Artikel / Membangun Server Sendiri

Membangun Server Sendiri

WALAUPUN setiap hari kita mendengar istilah IT (Information Technology), kadang sulit untuk membayangkannya secara menyeluruh dan mendalam. Di satu sisi kita memahami, IT yang dapat membuat pekerjaan lebih cepat, lebih efisien, lebih hemat, dan hidup menjadi lebih baik. Tapi, bayangkan bagaimana sebaliknya, IT membuat hidup semakin rumit, pemborosan dana, dan menghabiskan waktu Anda?

KECENDERUNGAN yang sedang populer, banyak perusahaan berlomba-lomba menghabiskan dananya untuk implementasi IT. Bahkan, ada di antaranya mengklaim bisa menaikkan nilai jual saham perusahaan mereka di bursa saham. Hampir semua diberi embel-embel dengan satu suku kata “e”.

Kita selalu tahu apa dan bagaimana yang seharusnya baik. Namun, hal yang paling sulit adalah melakukannya. Tantangan terbesar dalam implementasi IT di negara kita adalah budaya dan cara kerja kita. Memiliki sistem yang baik tanpa tahu cara menjalankannya secara tepat adalah sia-sia. Tentu saja IT sangat membantu jika tidak hanya dijadikan sebagai tren, tetapi lebih ditekankan bagaimana pemakainya dapat menggunakannya secara maksimal.

Merek atau rakitan
Berbicara mengenai IT tidak akan terlepas dari sebuah perangkat yang disebut server. Di dalam lingkungan komputer, banyak hal yang selalu diperdebatkan demikian sengitnya. Misalnya melihat argumentasi kaum surealis Mac melawan pengguna PC ataupun para pengguna Linux dan Windows. Dan, salah satu yang cukup sering diperdebatkan adalah memilih komputer bermerek (branded) atau komputer rakitan, tidak terkecuali dalam masalah server.

Kecenderungan berpikir bahwa server branded lebih baik daripada server rakitan adalah tidak benar. Berbagai server yang dipasarkan oleh merek terkemuka pada umumnya memiliki komponen yang sama dengan yang ditemukan di pasaran. Bisnis model ini kita kenal dengan istilah OEM (Original Equipment Manufacturing). Jika cukup jeli, maka Anda pun dapat membangun Server dengan komponen yang sama atau lebih baik. Dari sisi harga tentu server rakitan memiliki keunggulan dan fleksibilitas dalam memilih spesiflkasi yang diihginkan.

Berbagai server yang dominan dipergunakan adalah server berbasis PC yang dikembangkan berdasarkan arsitektur IBM PC. Popularitas server berbasis PC ini tidak terlepas dari luasnya dukungan industri dan arsitektur yang bersifat terbuka. Dengan mengadopsi perangkat keras yang standar, server berbasis PC memiliki biaya produksi yang rendah. Perkembangan teknologi prosesor yang berbasis Intel akhir-akhir, ini mencapai kecepatan yang luar biasa, telah mendorong pelaku IT untuk memilih alternatif server berbasis PC. Sedangkan dilihat dari sisi kinerja maupun harga, server PC boleh dikatakan telah mengungguli berbagai server berbasis RISC.

Membangun sebuah server rakitan yang andal bukan sebuah pekerjaan yang sulit. Yang diperlukan hanyalah pengetahuan yang baik terhadap kualitas dari merek-merek komponen yang beredar di pasaran. Server biasanya memiliki beban kerja yang lebih berat daripada komputer biasa, dan umumnya bekerja terus-menerus 24 jam sehingga komponen yang dimilikinya harus memiliki keandalan yang lebih tinggi. Gangguan pada server dapat mengakibatkan aktivitas di dalam jaringan terganggu atau bahkan terhenti. Biasanya kita sebut downtime. Tingkat down-time ini akan mempengaruhi produktivitas dan kinerja perusahaan. Memilih server tidak perlu menjadikan kita technophobia. Anda tidak perlu menggunakan prosesor berkecepatan 3.0 GHz hanya untuk sebuah email server yang melayani 20 orang. Pertimbangan dalam memiliki sebuah server harus didasari pada kebutuhan komputasi kita, dan ini biasanya berdasarkan sistem operasi dan aplikasi yang dipergunakan, luas jaringan, dan jumlah pemakai di dalamnya. Terakhir tentu saja dana kita. Sebuah server yang ideal adalah yang sanggup menjalankan operating system yang dipergunakan secara efisien dan stabil.

Memilih prosesor
Server berbasis Pentium III Tualatin 512 kb L2 cache masih merupakan model yang paling banyak ditemukan saat ini. Penerus Pentium III yang kita ketahui adalah Pentium 4. Pada aplikasi entry server, prosesor Pentium 4 banyak dipakai. Di samping itu, kita akan menjumpai prosesor Xeon. Prosesor Xeon ini merupakan varian dari Pentium 4. Secara garis besar kedua prosesor ini memiliki core yang sama. Hanya pada prosesor Xeon, Intel menambahkan kemampuan multiprocessing dan desain soket yang berbeda dengan jumlah 603 pin.

Pentium 4 hanya dapat berjalan pada sistem yang berprosesor tunggal. Jika saat ini Anda berencana membeli sebuah server baru, maka generasi prosesor Intel terbaru ini dapat Anda jadikan pertimbangan utama, mengingat harga dan antisipasi up-grade prosesor berkecepatan lebih tinggi. Pentium III telah mencapai batas kecepatannya dan dari sisi harga tidak ada perbedaan yang signifikan di antara mereka.

Selain prosesor dari Intel, saat ini AMD juga mencoba memasuki lahan bisnis server dengan meluncurkan prosesor AMD AthlonMP. Produk ini cukup mendapatkan respons yang positif dari pasar karena memiliki kinerja yang sangat baik serta harga yang terjangkau. Prosesor AMD memiliki kinerja yang sejajar dengan prosesor produksi Intel, bahkan unggul pada aplikasi yang membutuhkan komputasi titik-ambang. Isu miring mengenai permasalahan kompatibilitas pada prosesor AMD sudah tidak ada lagi, hanya bagi yang terbiasa dengan prosesor Intel, panas yang dihasilkan oleh prosesor buatan AMD memang cukup mengejutkan. Di dalam implementasi memang banyak hal-hal yang ideal. Tetapi, keterbatasan dana bisa melahirkan banyak alternatif. Anda dapat membangun sebuah server yang baik dan cocok, bahkan dengan konfigurasi prosesor Celeron ataupun AMD Duron.

Kestabilan
Jika prosesor adalah otak komputer, maka motherboard merupakan rumah dan saraf dari otak tersebut. Fitur sebuah motherboard tergantung pada jenis chipset yang dipergunakan. Chipset dapat dikatakan sebagai jantung dari sebuah komputer.

Beberapa jenis motherboard dapat menggunakan dua atau lebih prosesor. Pada sistem ini kita sebut sebagai multiprocessing. Selain kecepatan, multiprocessing juga menawarkan kelebihan dalam komputasi multithread, khususnya pada lingkungan yang menjalankan beberapa aplikasi secara simultan.

Teknologi chipset terbaru telah melahirkan banyak model motherboard yang khusus dirancang untuk keperluan server. Chipset multiprosesor yang andal biasanya berasal dari ServerWorks ataupun Intel. Perusahaan AMD sendiri memiliki chipset jenis 760MP yang dikhususkan untuk aplikasi server multiprosesor. Untuk membangun sebuah server kecil, berbagai motherboard yang berbasis chipset Intel maupun VIA sudah cukup andal. Pilihan merek motherboard yang terkemuka karena biasanya memiliki kestabilan yang lebih baik, dan untuk itu mungkin Anda harus membayarnya dengan harga yang lebih mahal.

Teori kesalahan
Sebuah server idealnya memiliki kemampuan toleransi kesalahan untuk antisipasi kegagalan sistem. Jika kita berbicara tentang hal yang paling berharga dari server, maka hal tersebut adalah data yang tersimpan di dalam server. Di sini kita akan menemukan sebuah teknik yang dinamakan RAID. Umumnya konfigurasi RAID pada server adalah RAID 1, 0+1.

Istilah RAID 1 sering juga disebut mirroring, karena memiliki cara kerja yang sama dengan kaca, di mana semua isi harddisk utama akan digandakan ke harddisk cadangan. Jika terjadi masalah pada harddisk utama, maka harddisk cadangan otamatis akan menggantikan fungsi harddisk utama. RAID-0 Stripping tidak memiliki kemampuan fault tolerance, pada konfigurasi ini data didistribusikan ke dua atau lebih harddisk dengan tujuan memperoleh waktu akses baca dan tulis yang lebih cepat. Jika salah satu di antara harddisk Anda rusak, maka Anda akan kehilangan semua data Anda.

Dalam masalah media penyimpanan ini, kita akan dihadapkan dua pilihan, yaitu IDE dan SCSI. Umumnya pada aplikasi server, standar SCSI yang dipergunakan karena memiliki kecepatan dan keandalan yang lebih baik dibandingkan IDE. Tetapi, mahalnya perangkat yang berbasis SCSI membuat alternatif harddisk IDE juga banyak ditemukan. Jika dana memungkinkan, pertimbangkan selalu penggunaan fitur fault-tolerance RAID untuk keamanan data.

Salah satu hal yang banyak ditemukan sebagai penyebab ketidakstabilan komputer adalah memori. Untuk menghindari masalah ini sebaiknya menggunakan memori dengan merek yang memiliki reputasi andal dan tidak mencari alternatif yang murah. Memori server harus memiliki kemampuan fault tolerance, yang biasanya disebut ECC. Pada aplikasi server, tidak ada yang lebih baik selain memiliki memori yang besar.

Kata ECC sendiri merupakan singkatan dari Error Checking & Correction. Selain istilah ECC, sering juga ditemukan istilah registered atau buffered memory. Memory registered adalah jenis yang memiliki Cache SRAM berkecepatan tinggi untuk mempercepat waktu akses data yang akan dikirim ke prosesor. Fitur registered ini sangat penting pada memori berkapasitas besar (di atas 512 MB), karena umumnya memiliki waktu akses yang lebih lambat daripada memori berkapasitas kecil. Kita bias mengibaratkan fungisi cache SRAM ini seperti power steering pada sebuah truk yang memiliki ban yang besar.

Sama seperti media penyimpanan, pada aplikasi catu daya (power supply) juga terdapat kemampuan fault tolerance. Catu daya ini disebut redundant power supply dan biasanya terdiri dari modul-modul terpisah. Umumnya kita menemukan konfigurasi 2+1 dan 3+1. Sebagai contoh, 2+1 pada redudant power supply 400 watt memiliki tiga modul catu daya sebesar 200 watt, di mana satu modul diperuntukkan untuk cadangan jika salah satu di antara dua modul utama gagal.

Di negara kita kualitas listrik sangat buruk sekali, sehingga untuk melindungi server sebaiknya menggunakan UPS (Uniteruptible Power Supply). Buruknya kualitas listrik dapat menyebabkan kegagalan sistem, umur komponen tidak panjang, dan tidak jarang menimbulkan kerusakan-kerusakan yang fatal.

Baik tanpa merek
Pertimbangan di luar masalah teknis dan sangat penting dalam memilih server adalah garansi dan layanan teknis. Layanan teknis selain memberikan solusi atas permasalahan yang dialami, juga harus berarti kemampuan untuk memberikan penggantian suku cadang secara cepat.

Sekarang ini banyak perusahaan yang cukup profesional dalam menyediakan solusi server rakitan. Server branded memang memiliki reputasi yang lebih baik dan jangka garansi yang lebih lama, tetapi kadang masalah birokrasi menjadikan semuanya menjadi berbelit-belit dan membutuhkan proses yang panjang.

Pihak vendor cenderung tidak mengizinkan penggunaan komponen pengganti dengan yang tersedia di pasaran, meskipun kualifikasi komponen tersebut memenuhi syarat. Suku cadang yang disediakan dari vendor branded cenderung lebih mahal , dibandingkan komponen yang memiliki spesifikasi sama yang dijual di pasaran. Berbagai server rakitan yang notabene menggunakan komponen yang tersedia di pasaran, lebih mudah mendapatkan suku cadang penggantinya.

Amerika Serikat (AS), yang merupakan negara IT nomor satu, server rakitan tetap menjadi pilihan terbanyak, dengan porsi sekitar 60 persen. Server rakitan dipergunakan secara meluas, mulai dari perusahaan berskala kecil, industri strategis, universitas, dan lembaga pemerintahan, baik untuk keperluan riset ataupun komersil.

Memang biaya selalu menjadi masalah, tetapi dalam membangun server sendiri hindari berhemat menggunakan komponen bermutu rendah. Server bermerek biasanya memiliki kualitas komponen yang baik karena diproduksi dengan standar pengawasan mutu yang ada. Pada server rakitan, sering terdapat penggunaan komponen bermutu rendah ataupun yang tidak sesuai. Ini biasanya disebabkan oleh pihak penjual tidak memiliki pengalaman ataupun pengetahuan teknis yang cukup, sehingga sering terjadi bukan server rakitan, melainkan server asal-asalan. Server memiliki beban kerja berat, down time yang diakibatkan komponen bermutu rendah bisa menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita hemat.

Sebuah server yang baik tidak perlu selalu bermerek. Keuntungan server sendiri terletak pada harga dan kebebasan menentukan spesifikasi yang paling tepat untuk kita. Dengan komponen yang tersedia di pasar, kita bisa membangun sebuah server dengan fitur yang sama dengan server bermerek. Perbedaan antara server rakitan dan bermerek hanya terletak pada desain bentuk dan layanan servis, itupun dengan catatan kalau janji-janji yang diiklankan dapat ditepati.

Agustinus H, Presiden PT Fusion Dinamika Teknologi

Sumber: Kompas, Senin, 25 November 2002

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Tantangan Kelola Riset dan Inovasi

Inovasi selalu multipihak dan bertahapan jamak. Ia tak pernah akan bisa dipaksa, tetapi prosesnya bisa ...

%d blogger menyukai ini: