Home / Berita / Makan di Luar Rumah Memicu Masalah Kesehatan

Makan di Luar Rumah Memicu Masalah Kesehatan

Makan lebih banyak di luar rumah, baik di rumah makan, kafetaria, ataupun restoran cepat saji meningkatkan paparan phthalate, sekelompok zat kimia yang ada dalam kemasan makanan dan bahan olahan. Paparan phthalate memicu gangguan hormon manusia, masalah kesuburan, komplikasi kehamilan, dan persoalan kesehatan lainnya.

Studi itu pertama kali membandingkan paparan phthalate pada manusia yang makan di luar rumah dibandingkan menikmati makanan buatan sendiri. Hasilnya, mereka yang lebih banyak makan di restoran dan kafetaria memiliki level phthalate 35 persen lebih tinggi daripada mereka yang makan makanan dibeli di toko.

”Studi ini menunjukkan makanan yang disiapkan di rumah memiliki level phthalate lebih rendah,” kata Ami Zota, ScD, MS, asisten profesor kesehatan lingkungan dan tenaga kerja Milken Institute School of Public Health di George Washington University, Kamis (29/3/2018). Tim peneliti memakai data dari National Health and Nutrition Examination Survey 2005-2014 dan melibatkan 10.253 partisipan.

Penulis utama, Julia Varshavsky, PhD, MPH, yang mengerjakan studi itu saat ia berada di University of California, Berkeley, School of Public Health, Zota, and dan kolega mereka menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang dikumpulkan tahun 2005 sampai 2014.

–Makanan cepat saji kian digemari. Namun, jika terlalu sering menyantap makanan cepat saji tidak baik bagi kesehatan. Kompas/Priyombodo (PRI)

Sebanyak 10,253 partisipan dalam studi ditanya terkait apa yang mereka makan dan di mana mereka makan dalam 24 jam terakhir. Para peneliti kemudian menganalisis kaitan antara mereka yang makan dan level phthalate dalam produk yang ditemukan dalam sampel tiap partisipan. Tim tersebut menemukan, 61 persen dari partisipan dilaporkan makan di luar rumah sehari sebelumnya.

Kalangan remaja
Tim peneliti menemukan, keterkaitan antara paparan phthalate dan makan ke luar signifikan untuk semua kelompok umur, tetapi yang tertinggi ditemukan di kalangan remaja, orang dewasa yang banyak mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan lain yang dibeli di luar rumah, yakni 55 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan di rumah.

Jenis makanan tertentu, khususnya burger keju dan sandwich lainnya, dikaitkan dengan meningkatnya level phthalates, tetapi hanya jika makanan itu dibeli di outlet cepat saji, restoran, ataupun kafetaria. Studi menemukan, sandwich yang dikonsumsi di tempat-tempat makan itu dikaitkan dengan level phthalate lebih tinggi 30 persen pada semua kelompok umur.

” Ibu hamil, anak-anak, dan para remaja lebih rentan terhadap efek racun dari zat kimia berbahaya pada hormon. Jadi, penting untuk menemukan cara membatasi paparan itu kepada mereka,” kata Varshavsky, yang kini merupakan ilmuwan posdoktoral pada University of California, San Francisco. Studi lanjutan perlu dilakukan untuk menyelidiki intervensi paling efektif dalam menghilangkan phthalates dari rantai makanan. (SCIENCEDAILY/EVY)

Sumber: Kompas, 2 April 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: