Mahasiswa Dikirim Ikut Seminar Revolusi Internasional

- Editor

Kamis, 12 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tujuh mahasiswa akan dikirim mengikuti seminar revolusi industri dan teknologi tingkat internasional. Mereka diharapkan bisa membawa pengetahuan terbaru yang bisa menginspirasi perubahan ke arah positif.

Ketujuh mahasiswa berasal dari Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi 10 Nopember, dan Universitas Gadjah Mada. ”Mereka dipilih berdasarkan prestasi akademik, kewirausahaan sosial, dan memiliki inovasi yang menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar,” kata Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Semua mahasiswa terpilih memiliki kegiatan yang dinilai Kantor Staf Presiden (KSP) menunjang keberlangsungan revolusi industri. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian 2017, industri manufaktur menyumbang 20,16 persen pendapatan domestik bruto dan 81,73 persen ekspor nonmigas. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong mahasiswa agar turut ambil bagian di dalam inovasi industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR–Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama tujuh mahasiswa yang akan dikirim mengikuti konferensi tingkat dunia terkait revolusi industri.

Salah satu contoh inovasi dilakukan oleh Ray Rezky Ananda, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM. Ia merupakan salah satu penemu aplikasi Bantu Ternak yang membantu sistem pembiayaan untuk peternak. Berkat inovasi itu, KSP mengirim dia menghadiri konferensi tentang peternakan modern Livestock Export Program Expo 2018 di Jakarta.

Selain Ray, tiga mahasiswa akan dikirim ke Hannover, Jerman, ?pada 23-28 April untuk mengikuti pameran teknologi industri. Sisanya akan berangkat ke Amsterdam, Belanda, guna mengikuti konferensi kecerdasan buatan tingkat global.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam sambutannya mengatakan, para mahasiswa diimbau untuk mengamati faktor-faktor penentu inovasi dan kemajuan di negara- negara tersebut.

”Akan tampak bahwa bangsa Indonesia ketinggalan dalam teknologi dan masyarakatnya kurang disiplin?. Namun, karena kita melihat dari luar, akan tampak faktor-faktor yang harus diintervensi,” kata Moeldoko.

”Blogging”
Selain mengikuti kegiatan seminar, para mahasiswa diharapkan rutin menulis blog. Bloger Enda Nasution, yang memberi kelas tentang cara menulis blog, mengatakan bahwa melalui rekaman kegiatan di media sosial, masyarakat bisa mengambil inspirasi.–LARASWATI ARIADNE ANWAR

Sumber: Kompas, 11 April 2018

Informasi terkait

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB