Home / Berita / Libatkan Pengelola Wisata Gunung Api

Libatkan Pengelola Wisata Gunung Api

Badan Geologi berencana mengumpulkan semua pejabat daerah dan pengelola wisata di area gunung api untuk memastikan kejadian di Kawah Sileri tak berulang. Pengelolaan wisata di kawasan gunung api akan diminta mematuhi peta kawasan rawan bencana.

“Kami akan mengumpulkan bupati, badan penanggulangan bencana daerah, dan pengelola wisata gunung api. Kami sampaikan hasil analisis dan evaluasi kerentanan wilayah,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial yang saat dihubungi, Kamis (6/7), meninjau Kawah Sileri, di Dieng, Jawa Tengah.

?Belajar dari kasus erupsi Kawah Sileri, Minggu (2/7), yang menyebabkan turis terluka, pengelola wisata diminta menyiapkan rambu dan sirene untuk memperingatkan jika aktivitas gunung api naik. Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Penanggulangan Bencana, Badan Geologi wajib terlibat dalam aktivitas prabencana.

?”Kami aktif mendorong peta kawasan rawan bencana dipatuhi,” kata Ego. Pada kasus erupsi Sileri, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi merekomendasikan pengelola wisata melarang pengunjung mendekati kawah sampai 100 meter, tetapi itu diabaikan.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA–Kawah Sileri setelah letusan freatik di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (5/7).

Hasil pemantauan PVMBG setelah erupsi, 2 Juli lalu, Kawah Sileri mengeluarkan asap putih dengan tinggi 10-80 meter dari permukaan tanah. Pengunjung diminta menjauh sampai 100 meter karena bisa ada lagi semburan uap dan lumpur panas.

Pendidikan bencana
Pihaknya mendorong kepala daerah memasukkan pendidikan kebencanaan di muatan lokal di sekolah sesuai karakter ancaman area itu. “Pendidikan kebencanaan harus sejak dini,” ucapnya.

Kajian oleh peneliti penginderaan jauh kebumian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Agustan, dan tim pada 2016 menemukan, rekomendasi PVMBG Badan Geologi tak dipatuhi pengelola wisata di daerah. Perilaku wisatawan mengabaikan risiko bencana.

Menurut Kepala Museum Geologi Oman Abdurahman, museum dan lokasi wisata gunung api bisa jadi wahana edukasi kebumian dan kebencanaan. (AIK)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juli 2017, di halaman 13 dengan judul “Libatkan Pengelola Wisata Gunung Api”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: