Ternyata Gunung Ini Terlihat Seperti Perahu Terbalik Hanya dari Satu Arah

- Editor

Jumat, 13 Desember 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siapa tak kenal Gunung Tangkuban Parahu. Legenda rakyat Sunda soal Sangkuriang menyertai keberadaan gunung menyerupai perahu terbalik ini. Rupanya bentuk perahu terbalik hanya tergambar jelas jika melihatnya dari satu arah mata angin. Coba tebak, arah mana?
Gunung api aktif legendaris ini secara wilayah administratif berlokasi di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian 2.084 meter atau 6.837 kaki. Tangkuban dalam bahasa Sunda artinya terbalik.

“Gunung ini seperti perahu terbalik kalau lihat dari arah selatan,” ungkap anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, T. Bachtiar, saat ditemui di lokasi objek wisata Tangkuban Parahu, Jabar, Jumat (13/12/2013).

Selatan bila menilik daerahnya meliputi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Bila mata menatap ke sebelah utara dari dua daerah tersebut, kata Bachtiar, bentuk seperti perahu terbalik tampak jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

154826_tangkubanparahuesdm.go.id“Kalau lihatnya dari utara seperti daerah Subang, barat daerah Purwakarta, timur daerah Sumedang, bentuk gunungnya cuma lengkungan saja. Jadi enggak berbentuk seperti perahu terbalik,” tutur Bachtiar didampingi Pejabat Fugsional Pranata Humas Badan Geologi Lilies Marie dan rombongan staf Badan Geologi lainnya.

Radius 15 kilometer ke titik gunung dari arah selatan ke utara, sambung Bachtiar, penampakan menyerupai perahu terbalik sudah bisa terlihat masyarakat.

Gunung Tangkuban Parahu terbentuk sejak 90 ribu tahun silam dari kaldera Gunung Sunda. Kini Tangkuban Parahu merupakan gunung api aktif strato yang memiliki sejumlah kawah. Salah satu tersohor yaitu Kawah Ratu.

Lalu kenapa gunung tersebut membentuk perahu terbalik jika melihatnya dari arah selatan? “Bentuk menyerupai perahu terbalik itu karena ada dua kawah yang berdampingan yaitu Kawah Upas dan Kawah Ratu. Berjejer di barat dan timur. Keduanya meletus dan jadi rata,” ucap Bachtiar.

Garis rata antarkedua kawah itu bila kejauhan dari arah selatan terlihat membentang sehingga mendorong fantasi seolah gunung berwujud perahu terbalik. “Ya, seperti bentuk kerucut yang dipancang,” jelas Bachtiar. (Baban Gandapurnama – detikNews)

Sumber: detik.com, Jum’at, 13/12/2013 15:47 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB