Gunung Agung, Aktivitas Terus Meningkat, Ada Pergerakan Magma

- Editor

Minggu, 16 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas Gunung Agung di Bali terus meningkat, ditandai dengan lonjakan frekuensi gempa vulkanik sepanjang Jumat (15/9). Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi intensif memantau aktivitas gunung ini karena ada indikasi pergerakan magma ke permukaan.

Gunung Agung dinaikkan statusnya dari Normal menjadi Waspada sejak Kamis. Masyarakat diimbau tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dari puncak.

“Pantauan kami pada Jumat pukul 00.00 Wita hingga 18.00 Wita, terekam 19 gempa vulkanik dalam dan 6 gempa vulkanik dangkal. Sehari sebelumnya hanya 7 gempa vulkanik dalam dan 3 vulkanik dangkal. Kekuatan gempanya ada yang mencapai M 2,9. Ini menandakan pergerakan magma dari kedalaman ke permukaan,” kata Kepala Subbidang Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devi Kamil Syahbana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Status Gunung Agung bisa dinaikkan menjadi Awas jika aktivitasnya terus meningkat. Jika itu terjadi, kemungkinan harus ada evakuasi ribuan jiwa yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Agung.

Ketua Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bali, Dewa Indra, mengatakan, pendakian masih diperbolehkan asal tidak masuk dalam radius 3 km. “Tidak ada penutupan pendakian dan masyarakat tak perlu panik atau khawatir,” katanya.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bali Gde Made Jaya Serata mengatakan, BPBD Bali dan Kabupaten Karangasem bersiap-siap mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas gunung ini. “Kalau rekomendasi saat ini radius bahaya 3 kilometer tidak ada penduduk di dalamnya. Tapi, jika dinaikkan statusnya, akan ada ribuan orang yang diungsikan. Banyak sekali desa yang dulu hancur terkena letusan tahun 1963 sudah dihuni kembali,” katanya.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengerahkan sejumlah petugas bekerja sama dengan BPBD Klungkung untuk sosialisasi kebencanaan gunung berapi. Sosialisasi ini bertujuan mengurangi kepanikan warga sekitar gunung dan menyiapkan warga yang tanggap darurat.

Intensif dipantau
Devi mengatakan, kini timnya intensif memantau aktivitas Gunung Agung mengingat sejarah letusan gunung ini yang sangat besar pada masa lalu. Berdasarkan data PVMBG, letusan terakhir gunung berketinggian 3.031 meter dari permukaan laut itu terjadi pada 1963. Letusan itu menewaskan lebih dari 1.549 orang. “Jangkauan awan panas mencapai sekitar 10 kilometer, hampir mendekati pantai. Belum lagi setelah awan panas waktu itu juga ada banjir lahar hujan,” katanya.

Jika letusan Gunung Merapi pada 2010 memiliki skala intensitas letusan gunung api (volcanic explosivity index/VEI) 4, letusan Gunung Agung pada 1963 memiliki VEI 5. “Gunung Agung termasuk salah satu gunung api yang paling kami khawatirkan letusannya. Apalagi gunung ini memang sudah lama tidak meletus,” kata Devi.

Di Jawa Tengah, aktivitas Kawah Sileri di Dieng meningkat tiga hari terakhir. Statusnya pun ditingkatkan dari Normal menjadi Waspada. (AIK/AYS/DKA)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 September 2017, di halaman 14 dengan judul “Aktivitas Terus Meningkat, Ada Pergerakan Magma”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 23 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB